Sabtu, 14 Agustus 2010

cover majalah LATANSA Mathalibul Huda Mlonggo Jepara,

Susunan Redaksi majalah LATANSA

Konsultan :
1. H. Markuwan
2. Drs. H. Mustaqim, M.Pd
Penanggung Jawab/Pelindung :
1. Drs. H. Sugiwanto, MM. (Kepala MA)
2. Zainuddin, S.Pd.I ( Kepala MTs)
3. Ahmad Mulhadi, S.Pd.I (Kepala MI)
Peminpin Umum :
Drs. Maswan, MM.
Pimpinan Redaksi :
Thoyyibin, S.Pd
Redaksi Pelaksana :
Nur Rifa’i, S.Pd.I
Dewan Redaksi :
Drs. Kriswiyoso, Turchani, S.Pd, Syaiful Hudin, S.Ag, Rully Setiyanto, S.Pd., Misbahul Munir, S.Pd., Kamal Izzuddin, S.Pd.I, Arief Wahyudin, M. Syariul Anam, S.Pd.I, Aziz Mumtaza, Nurul Asik.
Desain Cover :
Aziz Mumtaza
Sirkulasi dan Keuangan :
Nanik Nurusy Syafaah, S.Pd.I,
Ummi Hanik Alkhaf


Jl. Jepara – Bangsri Km.09 Mlonggo 59452
Telp./Fax. (0291) 599411
e-mail : mamalida@telkom.net


Redaksi Menerima Sumbangan Naskah bentuk artikel, Puisi, Cerpen, dan tulisan lain. Naskah yang dimuat akan mendapat imbalan sepantasnya, dan redaksi berhak mengedit selama tidak mengurangi isi.

DAFTAR ISI
Halaman depan Cover
Halaman dalam: daftar isi dari berita utama
Halaman daftar susunan Dewan Redaksi dan salam redaksi ……1
Halaman surat Pembaca … 2
Halman Editorial (berita utama)….3-5
Halaman laporan khusus dan berita kegiatan madrasah 6-11
Halaman profil kepala madrasah dan guru kreatif…12-14
Halaman profil peserta didik yang aktif dan kreatif ..15-17
Halaman kegiatan akademik dan program pembelajaran 18-20
Halaman kegiatan kesiswaan dan beragam jenis kegiatan dan pembinanya…21-23
Halaman artikel 1. Tarbiyah (pendidikan)… 24-25
2. Sosial budaya.. 26- 27
3. Keagamaan 28-29
4. Sastra budaya 30-31
5. Teknologi komunikasi 32-33
Halaman resensi buku… 34-35
Halaman Puisi .. 36-38
Halaman Cerpen 39-41
Halaman bahasa (inggris dan arab)… 42-43
Halaman TTS.. 44
Halaman kewirausahaan (alumni yang sukses)..45-46
Halaman bimbigan belajar dan kiat sukses mnjadi siswa 47-48

CORONG PENYAMBUNG GAGASAN

Penerbitan MAJALAH, BULLETIN ataupun namanya, dalam sebuah lembaga pendidikan, dirasa sangat penting artinya untuk diwujudkan. Majalah LATANSA , tampil lagi dihadapan Anda. Hal ini diwujudkan, lantaran terdorong keinginan kuat untuk membangkitkan semangat berkreasi dan sebagai wahana penyaluran gagasan-gagasan segar yang dirasa akan sangat bermanfaat untuk pengembangan pendidikan yang ada di Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda Nahdlatul Ulama Mlonggo Jepara ini.
Diakui atau tidak, dengan hadirnya majalah LATANSA ini akan memberi nuansa baru bagi semua komponen pendidikan di Mathalibul Huda, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dengan muncul dan terbitnya majalah ini akan mejadi sarana atau media yang dapat digunakana sebagai ajang informasi dan komunikasi antar komponen yang ada dalam sebuah lembaga pendidikan. Selain itu dengan adanya media cetak yang dapat diteritkan dapat digunakan sarana penyalur ide, gagasan, pemikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik oleh peserta didik dan para guru serta para alumni Mathalibul Huda Mlonggo Jepara tercinta ini.
Eksistensi Majalah LATANSA akan dapat dijadikan sebagai maskot Madrasah untuk melakukan publikasi berbagai kegiatan positif, melaporkan berbagai program, untuk pemecahan berbagai kendala yang dihadapi oleh madrasah. Selain itu dapat digunakan sebagai upaya pembenahan manajemen pendidikan, sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, dan sekaligus sebagai ajang promosi serta mensosialisasikan berbagai program madarasah atau Yayasan.
Persoalan yang perlu mendapat perhatian di sini adalah bagaimana sebaiknya menangani majalah madrasah, agar benar-benar dapat menjadi corong kepada semua warga madrasah, kepada pihak-pihak yang terkait dengan warga peserta didik, dan atau kepada para alumnus yang tersebar di seluruh masyarakat di kabupaten Jepara, termasuk kepada pihak-pihak luar sehingga dapat dijadikan referensi


Laporan UtamaMADRASAH ALIYAH DALAM PROSPEKTIF PEMIKIRAN KE MASA DEPAN


I. SEJARAH BERDIRINYA MA MH MLONGGO
Sejarah berdirinya MA MATHALIBUL HUDA Mlonggo Kabupaten Jepara tidak terlepas dari berdirinya Madrasah Diniyah, MI, PGA, MTs Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara, karena semua itu merupakan embrio berdirinya MA Mathalibul Huda , oleh sebab itu dalam pemaparan sejarah ini dimulai dari awal berdirinya yaitu Madrasah Diniyah.
Madrasah MATHALIBUL HUDA Mlonggo Kabupaten Jepara mulai dirintis sejak tahun 1930, atas hasil pemikiran Bapak Moechsin Astroredjo (almarhum) Jambu Timur dkk.
Pada perkembangan selanjutnya supaya madrasah tersebut resmi menjadi sarana pendidikan, maka diupayakan untuk mempunyai ijin resmi dari pihak pemerintah kemudian diberi beselit (Piagam) oleh Bupati Jepara Bapak Sukahar.
Setelah madrasah ini ditangani dengan baik, akhirnya dapat berkembang dan pada tahun 1946 (setelah kemerdekaan), mulai dirintis untuk diberi pelajaran umum dan berbentuk Madrasah Ibtida’iyah (MI) khusus putra.
Tahun 1948 inilah mulai dirintis dan dibuka Madrasah Putri (Banat), yang dulunya hanya Madrasah Putra (Banin).
Tahun 1958 mulai ada peraturan pemerintah dalam pendidikan, yaitu yang asalnya MI diganti nama menjadi MWB (Madrasah Wajib Belajar), ini merupakan program pemerintah yang pelaksanaannya sampai 8 tahun, dengan perincian 6 tahun belajar teori, untuk yang 2 tahun pelajaran praktek kerja, dan diharapkan lulusannya dapat bekerja di masyarakat. Namun tidak lama, MWB diganti lagi dengan nama MI lagi. Karena pengelolaan yayasan ini ditangani oleh orang NU maka nama Nahdlatul Ulama diterakan di belakang nama MI yang akhirnya menjadi MINU (Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama). MINU hanya berjalan 3 tahun, kemudian diganti lagi dengan nama MI Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara , Sampai sekarang.
Dalam perkembangan berikutnya, yayasan membuka jenjang pendidikan setingkat SMP dengan label Pendidikan Agama dengan nama Madrasah Mualimin. Madrasah Mualimin berdiri secara resmi pada tanggal 01 Maret 1963, hanya bertahan sekitar 1 tahun ajaran, akhirnya diganti nama sekolah keguruan, yaitu Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun Nahdlatul Ulama, yang sering dikenal dengan sebutan PGA NU. Jenjang pendidikan yang disebut PGA ini sekarang, setingkat SMP/MTs.
Dasar pemikiran didirikannya PGA ini, karena berorientasi pada kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Pada saat itu, kebutuhan guru-guru agama Islam di SD dan MI sangat mendesak untuk disiapkan. Dan dalam kerangka sistem pendidikan Nasional, diharapkan lulusan PGA dapat membantu mewujudkan kualitas pandidikan dasar.
PGA secara legal berdiri tahun 1964, dalam perkembangan berikutnya, pada masa kritis sesudah G 30/S PKI ini, tentu saja sekolah-sekolah yang bernafas agama terus dipacu, agar tetap eksis dan diminati masyarakat. Bapak Basuki Rahmad dalam memperjuangkan PGA ini tidak sia-sia, karena terbukti, pada masa ini minat masyarakat untuk masuk di PGA cukup banyak, tidak hanya masyarakat Mlonggo Kabupaten Jepara saja, tetapi di luar Mlonggo Bangsri, dan Keling Kabupaten Jepara pun banyak yang tertarik mendaftarkan diri.
Pada tahun 1975 PGA yang semula berlabel Nahdlatul Ulama (NU), mulai diganti nama Mathalibul Huda (MH), kembali nama asli sejak berdirinya tahun 1930.
Dengan berbagai pertimbangan, PGA 4 tahun (tingkat SLTP) yang sudah berdiri sejak tahun 1964 tersebut, terasa perlu untuk dilengkapi tingkat lanjutan yang lebih atas. Maka pengururs Yayasan, mulai memacu diri berpikir membuka PGA 6 tahun (tingkat SLTA). PGA 6 tahun mulai dirintis tahun 1975. Dengan demikian, para lulusan PGAP (4 tahun), langsung dapat meneruskan ke PGAA (PGA 6 Tahun). Namun PGAA tidak bertahan lama, hanya berjalan 3 tahun, dan baru meluluskan tiga lulusan. Setelah itu, tidak menerima lagi, karena ada peraturan pemerintah penghapusan PGA Swasta.
Dengan adanya peraturan pemerintah tersebut, PGA swasta dihapus, maka sebagai gantinya adalah PGA menjadi MTs mulai tahun 1978. Bahkan menurut data yang ada, MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara termasuk MTs tertua dan terbanyak muridnya jika dibandingkan dengan MTs lain se Kabupaten Jepara.
Dalam proses perkembangan, di tengah-tengah meningkatnya para lulusan MTs, maka pengurus yayasan, dewan guru dan para wali murid MTs mempunyai pemikiran untuk membuka Madrasah Aliyah (MA). Pemikiran ini didasarkan pada kondisi obyektif, yaitu banyaknya lulusan MTs Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara sendiri dan MTs-MTs lain yang ada di Mlonggo Kabupaten Jepara yang berkeinginan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain pertimbangan tersebut, pendirian MA ini didasarkan pada kondisi pendidikan di Mlonggo Kabupaten Jepara pada sa’at itu ( sekitar tahun 1985 ) untuk jenjang pendidikan SLTA nyaris tidak ada.
Karena alasan di Mlonggo Kabupaten Jepara belum ada sekolah tingkat SLTA, baik SLTA umum maupun Agama, maka Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara yang sudah mengelola MI dan MTs, bertekad untuk membuka jenjang pendidikan tingkat menengah atas yaitu Madrasah Aliyah (MA).
Berdirinya MA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara secara resmi, tanggal 17 Juli 1985. Kenyataannya, dalam membuka MA ini, tidak mudah dan mulus jalannya. Banyak hambatan dan rintangan yang menghadang di depannya. Pihak-pihak yang tidak sefaham, selalu berusaha menghalangi dan menggagalkan pendirian MA tersebut. Pihak yang tidak merasa berkepentingan, selalu merekayasa agar MA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara , tidak mendapat murid.
Walaupun demikian, karena kegigihan dan perjuangan keras dari pengurus yayasan, dewan guru dan para wali murid, akhirnya MA dapat berdiri dan keberadaannya sampai sekarang, masih terus berjalan dan bahkan dari tahun ketahun mengalami perkembangan. Karena prinsip dasar utama untuk mendirikan MA ini, tidak didasarkan pada ambisi, tetapi betul-betul karena ikhlas dan karena tuntutan kebutuhan masyarakat akan adanya pendidikan, dan juga karena ridla Allah SWT.
Dengan kemelut adanya masalah saat menjelang dan sesudah berdirinya MA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara ini, maka sampailah berita ini di Kanwil Depag Prop. Jawa Tengah. Sehingga pada saat itu, Kepala Bidang Pembinaan Perguruan Agama Islam (Kabid Binrua Islam) Kanwil Depag. Propinsi Jawa Tengah, Bapak. Drs. Syukron, Bc.Hk. datang langsung ke MA Mathalibul Huda untuk menjelaskan persoalan, memberi pengarahan dan pembinaan, adanya proses pendirian dan pembinaan berikutnya. Selain do’a restu pendirian MA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara dari Kabid Binrua Islam tersebut, juga mendapat dukungan sepenuhnya dari Bapak. Soejadi, selaku Pengawas Pendidikan Islam Kanwil Depag. Propinsi Jawa Tengah, untuk wilayah Jepara. Dengan dukungan Pak Jadi ini, akhirnya MA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara mampu berjalan dan bertahan hingga sekarang.

Gambar 1
Gedung MA MH Mlonggo

Secara resmi Madrasah Aliyah (MA) berdiri tahun 1985 sampai tahun 1997 dikepalai oleh Bapak. Drs. Mustaqim, M.Pd (alumnus PGA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara ini), dan kini beliau menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang dan juga menjadi dosen dan Pembantu Rektor (PR I) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara, kemudian mulai tahun 1997 sampai sekarang MA MH Mlonggo dipimpin Drs. H. SUGIWANTO, MM, selain menjadi Kepala Madrasah beliau juga sebagai Dosen INISNU Jepara, Ketua MWC NAHDLATUL ULAMA Kecamatan Mlonggo.
Dari awal berdiri yang hanya mendapat siswa 1 (satu) kelas dengan jumlah siswa 28 anak, tentu saja perjalanannya masih tertatih-tatih. Namun lambat laun dan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan yang pesat dilihat dari jumlah siswa yang masuk ke MA MH Mlonggo, tahun kedua sudah menerima 2 dua kelas hingga sampai saat ini decade tahun 2000-an sudah konstan menerima kelas pararel 5 (lima) kelasa dengan rata-rata perkelas 45 siswa, dengan total jumlah lebih kurang 675 siswa untuk tahun 2009.2010 ini. Eksistensi MA MH Mlonggo sudah banyak meraih prestasi dan sudah menghasilkan lulusan yang jumlahnya sudah ribuan. Dari segi sumbagsih terhadap kehidupan masarakat sudah cukup dapat dirasakan, dan dari segi prestasi baik akademis maupun kegiatan olah raga dan seni cukup menonjol di tingkat Kabupeten Jepara bahkan sampai pada tingkat nasional.


II. VISI DAN MISSI MA MH MLONGGOVisi Madrasah Aliyah MATHALIBUL HUDA Mlonggo Kabupaten Jepara adalah ingin mewujudkan Madrasah PROFETIK (Profesional dan ber-Etika) yakni madrasah yang mampu merealisasikan secara terpadu keberhasilan akademis (pengembangan iptek) dan keberhasilan penanaman nilai-nilai Islam pada anak didik sebagai landasan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan keterpaduan dua komponen ini setidaknya madrasah Madrasah Aliyah MATHALIBUL HUDA Mlonggo Kabupaten Jepara dapat bersaing dengan madrasah/sekolah yang lain, menjadi madrasah yang besar dan mampu dijadikan rujukan standar kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah-sekolah lain, bahkan menjadi pusat kegiatan umat Islam (Center of Islamic Activity).
Untuk mencapai tujuan ini, maka misi yang diembannya adalah:
a. Mengembangkan kepribadian siswa berdasarkan nilai – nilai islam dan berpegang pada faham ahlussunnah waljamaah.
b. Meningkatkan prestasi akademik siswa melalui penyelenggaraan proses belajar mengajar yang profesional (selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kontemporer).
c. Mengembangkan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
d. Melakukan pembinaan secara khusus pada siswa yang bermasalah dan siswa yang berprestasi.
e. Mewujudkan masyarakat profetik melalui kajian islam yang normative ke tingkat aplikatif sebagai dasar etika sehari-hari.
f. Menjalin kerja sama dengan masyarakat umum secara kontinyu untuk mewujudkan kehidupan umat yang bermartabat.

III. STRUKTUR ORGANISASI MA MH MLONGGO
Kepala Madrasah : Drs. SUGIWANTO, MM
Wakil Kepala Madrasah:
1. Urusan Kurikulum:SYAIFUN NASIR, S.Ag
2. Urusan Kesiswaan: Drs. KRISWIYOSO
3. Urusan Humas/Kesra: Drs. MASWAN, MM
4. Urusan Sarana/Kepegawaian :RULLY SETIYANTO, S.Pd
Kepala Tata Usaha: SYAIFUL HUDIN, S.Ag
Staf Tata Usaha :
1.NANIK NURUSY S.,S.Pd.I
2. DEVI ASISCA R, A.Ma
3. AZIZ MUMTAZA

Gambar 2
Guru dan Asesor akreditasi

IV. JENIS KEGIATAN YANG DILAKUKAN MA MH MLONGGO
Dalam rangka mengembangkan potensi, sehingga siswa dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal, maka MA Mathalibul Huda Mlonggo Jepara memberikan beberapa alternatif pilihan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minat siswa. Hal ini diharapkan siswa dapat memiliki prestasi yang tinggi selain prestasi akademik.

V. SARANA DAN PRASARANA YANG DIMILIKI MA MH MLONGGO
Dalam rangka mendukung terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif dan mampu memberikan pelayananyang maksimal kepada peserta didik, tentu harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai.
Ketersediaan sarana dan prasarana ini sangat mempengarui kelancaran proses pembelajaran.
Sarana dan prasarana yang ada di MA Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara meliputi :
a. Data Keadaan Tanah
1.Luas Tanah : 6.124 m2
2. Penggunaan Tanah:
a. Untuk Bangunan: 792 m2
b.Untuk Halaman/Taman: 3.000 m2
c. Lapangan Olah Raga: 135 m2
d.Kebun : 813 m2
e. Lain-lain : 1.384 m2
b. Fasilitas – Sarana Prasarana
1. Ruang kelas
2. Ruang Kepala
3. Ruang Kantor guru
4. Ruang Tata Usaha
5. Ruang Laboratorium IPA
6. Ruang Komputer
7. Ruang UKS/BP-BK
8. Ruang OSIS
9. Ruang Alat Olah Raga
10. Kantin
11. Toilet Guru
12. Toilet Siswa
13. Komputer Administrasi
14. Komputer Lab.

VI. PRESTASI –PRESTASI MADRASAH



Dalam dinamikanya, MA Mathalibul Huda Mlonggo Jepara sejak mulai berdiri hingga sekarang telah memiliki berbagai macam prestasi baik pada tingkat kabupaten, propinsi sampai tingkat nasional. Prestasi – prestasi yang pernah diraih MA MH Mlonggo terhitung 7 (tujuh) tahun terakhir,adalah seperti yang tercatum di bawah:

Gambar 3a
Piala hasil prestasi lomba

Demikian gambaran keberadaan MA MH Mlonggo dalam proses perjalanan mulai awal berdiri sampai sekarang. Dan harapan dan pemikiran ke depan agar Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda Nahdlatul Ulama Mlonggo Jepara yang sudah mempunyai asset cukup besar, baik sarana gedung yang megah, alumni yang sudah menyebar ke seluruh masyarakat Mlonggo, Jepara dan sekitarnya, dan peserta didik yang berjumlah hampir 2000, mulai dari MI, MTs dan MA, rasanya cukup prospektif untuk dikembangkan lagi, ke arah pembinaan keislaman dalam bentuk PONDOK PESANTREN MODERN, yang didesain dan dipola dengan muatan kewirausahaan dan bengkel kerja. Rancang bangun pembangunan pendidikan ini akan mampu diwujudkan, jika kita mampu membangun system ini dengan pendekatan manajemen yang professional. Semoga.(Maswan)

Gambar3b bangunan pesantren












No Urt
Jenis / Nama
Lomba
Juara
Tahun
Tingkat
1.
2.

3.

4.

5.

6.

7.
8.

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.

42.


43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.

Bola Voly SMU/MA (Putri)
MTQ Pelajar & Umum cabang tilawah
MTQ Pelajar & Umum cabang MFQ
MTQ Pelajar & Umum cabang MFS
Lomba Parade Drum Marching Band
Lomba DisplayDrum-Marching Band
Festival Bedug I
Lomba Parade Drum-Marching Band Pelajar NU
Liga Bola Volly Putri SMU
Tolak Peluru SMU/MA Putri
Bola Volly SMU/MA Putri
Paskibraka (3 anak)
Ajang Kreasi Seni Islami SCTV
Festival Bedug II Piala Bupati
Festival Bedug Wismilak
Bola Volly Putri STIENU Jepara
Gerak Jalan HAB Depag
Karate Putra Kumite 55 Kg
Gebyar IPNU IPPNU Cabang Jepara
Kaligrafi Putra (Porseni Ma’arif)
Kaligrafi Putri (Porseni Ma’arif)
Mapel IPA Putra (Ma’arif)
Mapel IPA Putri (Ma’arif)
MTQ Putri (Porseni Ma’arif)
Mars IPNU (Porseni Ma’arif)
Kaligrafi (Porseni Ma’arif)
MTQ Pelajar
Sepak Takraw SMA
Kejuaraan Karate Piala Bupati (FORKI) kelas Senior -55
Kejuaraan Karate Piala Bupati (FORKI) kelas Junior -55
Kejuaraan Karate Piala Bupati (FORKI) kelas Kadet –55
Kejuaraan Karate Piala Bupati (FORKI) kelas Junior -60
Kejuaraan Karate Piala Bupati (FORKI) kelas Kadet -60
Kejuaraan nasional karate INKANAS I
Olimpiade Astronomi SMA/MA
Olimpiade Biologi SMA/MA
Olimpiade Matematika SMAMA
Kejuaraan Karate INKANAS
Festival Rebana Radio Idola
Olimpiade IT SMA/MA
Parade Drum-Marching Band Kota Lama Semarang
Field Commander Parade Drum-Marching Band Kota Lama Semarang
Try Out SPMB SMA-MA
MTQ Tilawah SMA-MA
Gubah dan Baca Puisi SMA1MA
Rebana Modern SMA-MA
Bola Volly Putri SMA-MA
Juara Karya Ilmiah IAIN WS Semarang
I
II

II

II

I

II

III
I

I
III
III

I
I
I
III
III
I
III

I
I
I
III
I
III
I
I
II
I

I

I

II

II

III

I
III
VI
II
I
III
I


II

III
II,III
II,III
I
III
III
II
2002
2002

2002

2002

2002

2002

2002
2003

2003
2003
2003
2003
2003
2003
2003
2004
2004
2004
2005

2005
2005
2005
2005
2005
2005
2005
2006
2006
2006

2006

2006

2006

2006

2006

2007
2007
2007
2007
2007
2008
2008


2008

2008
2008
2008
2008
2008
2008
2009
Kabupaten
Kabupaten

Kabupaten

Kabupaten

Kabupaten

Kabupaten

Kabupaten
Propinsi

Karesiden
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Nasional
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Propinsi
Kabupaten

Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Propinsi
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten

Kabupaten

Kabupaten

Kabupaten

Kabupaten

Nasional

Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten Provinsi


Provinsi

Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Kabupaten
Provinsi


EKSISTENSI MTs MATHALIBUL HUDA MLONGGO
Sejarah panjang sebelum ada nama Madrasah Tsanawiyah (MTs), lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh yayasan Mathalibul Huda Mlonggo, tahun 1930, telah berdiri Madrasah Diniyah (madin). Setelah kemerdekaan Madrasah Diniyah dirubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah (MI) sekitar tahun 1946. Perkembangan berikutknya tahun 1958, nama MI diganti nama menjadi Madrasah Wajib Belajar (MWB). Peraturan pemerintah yang berkaitan dengan system pendidikan nasional pada saat itu, jenjang pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD) dilaksanakan selama 8 tahun. Dengan perincian 6 tahun teori dan 2 tahun praktek kerja.
MWB tidak berjalan lama, berubah lagi menjadi MI. Karena pengelolaan yayasan ini dikelola oleh orang Nahdlatul Ulama (NU), maka nama Nahdlatul Ulama diterakan di belakang nama MI yang akhirnya menjadi MINU (Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama). MINU hanya berjalan 3 tahun, kemudian diganti lagi dengan nama MI Mathalibul Huda Mlonggo Kabupaten Jepara , Sampai sekarang.
Perkembangan berikutnya, karena tuntutan dan kebutuhan pendidikan bagi masyarakat Mlonggo, yayasan Mathalibul Huda Mlonggo mulai berpikir pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka dirintislah jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dengan nama Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP) Mathalibul Huda (MH) dengan lama belajar 4 tahun. PGA MH Mlonggo berdiri sekitar tahun 1964. Selain PGAP, juga pernah dirintis PGAA yang hanya berjalan sekitar 3 tahun, dan baru meluluskan tiga lulusan. Setelah itu, tidak menerima lagi, karena ada peraturan pemerintah penghapusan PGA Swasta.
Dengan penghapusan PGA, maka sebagai gantinya adalah muncul nama MTs. MTs MH Mlonggo secara resmi tahun 1978 dan tetap masih bertahan hingga sekarang. Dalam proses perkemangannya, sekarang ini MTs MH Mlonggo yang kini berdiri dengan bangunan yang megah, Gedung bertingkat berlantai 4 (empat) yang memuat 27 rombongan belajar ini digunakan untuk belajar berjumlah sekitar 1300 peserta didik. Perkembangan MTs MH yang begitu pesatnya ini, memang tidak pernah lepas dari jerih payah Bapak H. Mohammad Nuryahman (almarhum). Beliaulah satu-satunya guru dan kepala Madrasah yang mampu mengantarkan MTs dan MA MH Mlonggo ini dapat berjaya. Sebelum wafat, beliaulah yang memenej pendidikan Islam di yayasan Mathalibul Huda ini, hingga di kenal diberbagai pelosok desa dan kota, tidak hanya tingkat kabupaten, tetapi pada tingkat propinsi dan Nasional.
Gambar 4
Gedung MTs
Menurut data yang ada, MTs MH Mlonggo Kabupaten Jepara sesuai dengan umur, termasuk MTs tertua dibandingkan dengan MTs-MTs lain di Kabupaten Jepara. Dan secara kuantitatif jumlah murid termasuk terbanyak. Dengan usia yang cukup tua dan jumlah murid lebih dari seribu, maka tidak heran banyak prestasi yang telah diukirnya.
Kegiatan Ekstra Kurikuler
Untuk memberi tamahan ketrampilan, pengetahuan dan pengalaman langsung pada para siswa selain bidang akademis, MTs MH Mlonggo banyak membuka legitan ekstra kurikuler; di antara kegiatan ektra tersebut antara lain:
1. Bidang kepramukaan,
Untuk bidang kepramukaan tingkat penggalang ini, diikuti oleh seluruh siswa. Awal perkembangan, setelah MTs di pegang oleh Bapak M. Nuryahman, pramuka mendapat perhatian serius. Sekitar tahun 1985 s.d tahun 1990-an, pembinaan kepramukaan ditangani oleh beberapa Pembina pramuka yang sudah mempunyai srtifikat mahir dasar dan lanjutan, di antaranya adalah Kak Noorsalim, Kak Ali Ahyar, Kak Drs. Maswan, Kak Soetijono, Kak Sunaryo dan lainnya. Proses perkembangan berikutnya setelah tahun 1990-an sampai sekarang dibina oleh adik-adik alumni yang mempunyai kepedulian terhadap kepramukaan, di antranya adalah Arif Wahyudin dan Shofiyatun.
Selain sering mengadakan kegiatan kemah bhakti sendiri yang diikuti oleh seluruh siswa MTs, juga terkdang dilakukan kegiatan kemah bhakti bersama dengan pramuka penegak MA MH. Kegiatan ini dilakukan untuk member motivasi terhadap adik-adik pramka untuk mengabdikan dirinya terhadap kegidupan social secara langsung di masyarakat.
Dalam bidang lomba-lomba yang pernah dilakukan oleh Kwarcab Jepara atau Kwarran Mlonggo, MTs MH Mlonggo tidak pernah absen, dan setiap mengikuti legiatan lomba mendapatkan kejuaraan. Dari sekian banyak kegiatan dan kejuaraan, yang tidak dapat disebutkan satu persatu, di antaranya adalah pernah mewakili Jambore Nasional di Cibubur Jakarta, dan LT-4 Regu Penggalang Kwarda Jawa Tengah tahun 2006, sebagai juara harapan III dan tahun 2008 yang lalu, mengikuti Lomba baris berbaris tingkat Karesidenan Pati, sebagai juara harapan III.
2. Bidang Olah Raga
Di bidang olah raga, MTs MH Mlonggo juga banyak mengantongi prestasi. Bidang olah raga yang dikomandani Bapak Sunaryo sebagai guru Olah Raga, pembinaan terus dilakukan seperti Bola Voly, Tenes meja, sepak bola, sepak takrow, bulu tangkis, atletik,futsal dll. Berbagai kejuaraan dalam setiap lomba atau pertandingan olah raga tidak terhitung jumlahnya. Berbgai piala dan piagam penghargaan telah menjadi koleksi, sebagai bukti kejuaraan yang pernah diperolehnya.
Selain olah raga seperti yang disebutkan di atas, MTs MH Mlonggo yang juga menonjol memperoleh prestasi adalah bidang karate. Olah raga yang dibina langsung oleh Bapak Ibnu Abbas, S.Ag ini, banyak mengukir prestasi baik tingkat kabupaten maupun propinsi Jateng.
3. Bidang Seni
Yayasan Mathalibul Huda, yang menangani pendidikan mulai dari MI, MTs dan MA ini, mempunyai satu keunggulan yang jarang dimiliki oleh sekolah atau madrasah-madrasah lain, yaitu bidang kesenian Drum Band (Marching Band).
Seni musik perkusi yang bernana Drum Band MTs-MA MH Monggo ini, mulai berdiri sekitar tahun 1987 ini mempunyai makna dan fungsi untuk penyiaran, sekaligus sebagai publikasi, bahwa Islam tetap menghargai seni. Pak Nuryahman yang mempunyai segudang pengalaman, baik dalam bidang akademik dan olah raga, juga sangat peduli dengan kesenian. Gagasan untuk memunculkan seni music (suara) dipadu dengan seni gerak, yang disebut Drum Band ini awal mulanya prakarsai oleh Bapak Soetijono dan Drs. Maswan. Pak Nuryahman selaku kepala Madrasah menyetujui, maka terbentuklah Unit Drum Band yang sampai saat ini berkembang menjadi Marching Band.
Proses panjang penanganan dan pembinaan Drum Band di MTs-MA MH Mlonggo, palatih yang pertama kali diambilkan dari Polres Jepara, yaitu Bapak Nawawi, dibantu oleh Soetijono, Drs. Maswan dan Mariyoto. Unit Drum Band MH Mlonggo, mengapa terus dapat bertahan? Karena proses pembinaan dan rekruetmen anggota melibatkan Alumni. Syaiful Hudin sebagai mantan pemain trompet, akhirnya juga menjadi paltih dan Pembina, sebelum digantikan oleh Untung Rusdiono, dan M. Tawwah. Dan pelatih yang masih tetap bertahan adalah Mas Antok Rusli.
Mengenai prestasi, tidak perlu diragukan lagi. Berbagai kegiatan social, bhakti masyarakat, pengiring upacara bendera baik tingkat kecamatan maupun kabupaten, dan juga sering melakukan show karena mendapar undangan dari berbagai daerah. Selain kegiatan rutin dalam melayani masyarakat, juga sering mengikuti kejurda baik tingkat Propinsi maupun kabupaten. Tahun 2003 pernah mendapat juara I, pada lomba Parade Drum Band pelajar tingkat Propinsi Jawa Tengah. Dan baru-baru ini, tahun 2009 mengikuti PORPROV (Pekan Olah Raga Provinsi), Drum Band MTs-MA MH menjadap juara III.
Selain bidang seni music bentuk perkusi di atas, juga ada kesesian Islami, yaitu Seni Baca Al Qur’an. Seni tilawah Al Qur’an ini, dibina oleh bapak Supaat. Bidang seni baca Al Qur’an ini, pada saat mengikuti MTQ XIX tingkat Kabupeten pernah medapat juara III, kategori pelajar.


PRESTASI
MTs. Mathalibul Huda Mlonggo

1. Akademik
No
Jenis / Nama Lomba
Juara
Tahun
Tingkat
1
Lomba Mengarang
1
2003
Kabupaten
2
Bercerita Bahasa Inggris
3
2004
Kabupaten
3
Cerkas Putri
( Gebyar IPNU /IPPNU LP. Ma’arif NU Cabang
1
2005
Kabupaten
4
Cerkas Putra
( Gebyar IPNU /IPPNU LP. Ma’arif NU Cabang
2
2005
Kabupaten
5
Pidato Putra
( Gebyar IPNU /IPPNU LP. Ma’arif NU Cabang
2
2005
Kabupaten
6
Pidato Putri
( Gebyar IPNU /IPPNU LP. Ma’arif NU Cabang
1
2005
Kabupaten
7
Cerdas Cermat Islam
Porseni III IPNU/IPPNU Ancab Mlonggo
3
2006
Kecamatan
8
Da’wah Islamiyah
Diesnatalis SMAN I Jepara
1
2007
Kabupaten
9
Pidato bahasa Inggris
Bulan Bahasa & Diesnatalis ke-25 SMUN I Bangsri
2
2007
Kabupaten
10
Pidato bahasa Inggris
Bulan Bahasa & Diesnatalis ke-25 SMUN I Bangsri
3
2007
Kabupaten
11
Tilawatil Qur”an
SMP/MTS
1
2007
Kabupaten

2. Non Akademik
No
Jenis / Nama Lomba
Juara
Tahun
Tingkat
1
LEMKARI
Jepara Cup IV
Juara Umum I
2003
Kabupaten
2
MTQ Pelajar XIX
3
2003
Kabupaten
3
Parade Drum Band Pelajar
Juara I
2003
Privinsi
4
Lomba Lintas Medan Penggalang ( IKAPSI )
Juara Umum Putra 3
2004
Kabupaten
5
Lomba Lintas Medan Penggalang ( IKAPSI )
Juara Umum Putri I
2004
Kabupaten
6
JUMBARA PMR-IV
Juara Umum 3
2004
Kabupaten
7
Karate
SMP N.2 Jepara Cup I
Juara Umum 2
2004
Kabupaten
8
LT -3 Kwarcab Jepara
Tergiat 1
2004
Kabupaten
9
Lempar Lembing Putri
SMP/MTs. HUT RI ke-59
1
2004

10
Sepak Takraw Putra
SMP/MTs. HUT RI ke-59
3
2004

11
Gebyar IPNU/IPPNU
LP.Ma’arif NU Cab. Jepara
Juara Umum 1

2005
Kabupaten
12
Lomba Lintas Medan Penggalang ( IKAPSI
Juara Umum 1
Putri
2005
Kabupaten

13
Lomba Lintas Medan Penggalang ( IKAPSI
Juara Umum 3
Pura
2005
Kabupten
14
Sepak Takraw
SMP/MTs HUT RI ke-60
3
2005
Kabupaten
15
Kejurda Catur Pelajar
SLTP/MTs( Putri )
2
2006
Kabupaten
16
Lomba Lintas Medan Penggalang ( IKAPSI )
Juara Umum 1
Putri


17
Lomba Lintas Medan Penggalang ( IKAPSI )
Juara Umum 3
Putra


18
Kejurda Catur Pelajar
SLTP/MTs( Putri )
3
2006
Kabupaten
19
LT-4 Regu pengglang
Kwarda XI.Jateng
Harapan 3
2006
Provinsi
20
JUMBARA PMR VIII
Juara Umum 3
2006
Kabupaten
21
Lomba Baris-berbaris & Tata Upacara Sekolah
1
2008
Kabupaten
22
Gerak Jalan
HUT RI -63 SMP/MTs

2
2008
Kecamatan
23
Lomba Baris-berbaris & Tata Upacara Sekolah
Harapan 3
2008
Karesidenan Pati
24
Parade Drum Band Lenggang Semarang .Badan Perawatan dan Pelestarian Kota Lama ( BP2KL) Semarang
1
2008
Provinsi
25
KARNAVAL HUT RI-64
SMP/MTs
1
2009
Kecamatan
26
Gerak Jalan
HUT RI-64 SMP/MTs
1
2009
Kecamatan
27
DRUM BAND
PORPROV( Pekan Olah Raga Provinsi ) Jateng
3
2009
Provinsi












MI UNGGULAN DI KABUPATEN JEPARA
Madrasah Ibidaiyah (MI) Mathalibul Huda (MH) adalah bagian tak terpisahkan dengan jenjang pendidikan yang lain seperti MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah) yang satu atap di bawah Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda NU Mlonggo. Secara historis MI adalah jenjang pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo, setelah Madrasah Diniyah yang menjadi cikal bakal berdirinya yayasan ini. Nama Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun 1946 berubah menjadi Madrasah Wajib Belajar (MWB) tahun 1958 dan kemudian berubah nama lagi Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Mlonggo. Nama MINU tidak lama akhirnya berubah kembali nama asal yaitu MI MH Mlonggo hingga sampai sekarang ini.
MI MH Mlonggo jika diruntut dari proses sejarahnya, adalah satu-satunya madrasah swasta di kecamatan Mlonggo Jepara yang paling tua. Madrasah yang didirikan sebelum kemerdekaan ini, merupakan lembaga pendidikan yang sudah mencetak kader-kader pejuang Islam di kecamatan Mlonggo pada khususnya dan umumnya di Kabupeten Jepara. Hampir semua guru agama yang kini sudah pensiun dan yang mendekati pensiun menjadi guru, rata-rata jebolan dari dari Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo. Pada saat setelah kemerdekaan, kebutuhan guru untuk Indonesia pada umumnya sangat banyak sekali. Sehingga terjadilah gerakan Wajib Belajar bagi masyarakat. Sebelum dibukanya sekolah pendidikan guru semacam Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Pendidikan Guru Agama (PGA), maka lulusan MI yang saat itu lama sekolahnya 8 tahun, setelah tamat dapat diangkat menjadi guru, dengan mengikuti kursus pendidikan guru terlebih dahulu.
Inilah proses sejarah pendidikan di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo. MI yang kini mempunyai sekian banyak prestasi, tidak terlalu berlebihan untuk dikenang dan disanjung. Jika diruntut dari proses kelahiran, MI MH Mlonggo sudah berusia hampir 63 tahun. Usia yang sudah cukup matang dan tua bagi umur manusia. Estafet kepemimpinan dari generasi ke genarasi, selalu mewarnai dinamika perkembangan. MI yang sekarang dipegang oleh Bapak Mulhadi, S.Pd.I, MM ini, baik dilihat dari segi kuantitas dan kualitas cukup dapat dibanggakan dan menjadi kiblat dari MI-MI yang lain di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara .
Pendidikan setingkat SD (Sekolah Dasar) yang berlabel Islam berfaham Ahlussunnah Waljamaah ini, dikelola dengan pendekatan Manajemen Mutu Berbasis Madrasah. Kepala Madrasah yang lulusan S2 Magister Manajemen (MM) ini, mempunyai kiat untuk memajukan madrasah dengan berbagai kegiatan. Program unggulan telah dibangun dengan konsep rancang bangun (enzinering), memadukan dua pilar keilmuan yaitu keagamaan dan umum.
Kurikulum MI Mathalibul Huda Mlonggo disusun dengan memperhatikan faktor keseimbangan antara mata pelajaran umum dan agama, diharapkan lulusan MI Mathalibul Huda Mlonggo :
Memiliki keseimbangan kecerdasan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional sehingga dapat mencetak generasi muslim berintlek dan memiliki kepekaan sosial tinggi, ber berperilaku serta mampu bertindak sesuai nilai-nilai islami.
Dapat berkompetisi masuk di SMP-SMP unggulan.
Dapat berkompetisi masuk di MTs – MTs unggulan baik negeri maupun swasta
Dapat beradaptasi masuk sekolah yang berbasis Ponpes.
Memiliki ketrampilan dan kemampuan serta kesadaran tinggi dalam melaksanakan ibadah sehari-hari,
Memiliki keunggulan dalam prestasi akademik dan non akademik diantara SD/MI di Kab. Jepara.
Upaya yang dilaksanakan dengan Manajemen mutu terpadu, agar MI dapat mewujudkan seperti yang disebut di atas , maka oleh Kepala Madrasah dan guru-guru, dengan berbagai cara, diantaranya adalah :
1. Muatan lokal Praktek ibadah
2. Program intensif bahasa Arab dan bahasa Inggris dimulai dari kelas 1
3. Hafalan Surat- surat pendek dan Do'a Harian mulai dari kelas 1 dibaca tiap hari sebelum pelajaran dimulai.
4. Lama jam pelajaran 40 menit (SD dan MI lain 35 menit)
5. Jam pelajaran mapel UASBN ditambah 3-2 jam pelajaran tiap minggu dari kelas 1 s.d kls 6
6. Penambahan Jam Pelajaran Kls I dan II, dengan jam pulang 11.00
7. Kls IV s.d VI dengan 8 jam pelajaran tiap hari, Jam pulang 13.00
8. Program intensif KBM kls VI dimulai awal tahun pelajaran dengan pengadaan les wajib.
9. Melengkapi sarana pendukung KBM yang representative
10. Menjalin komunikasi dengan wali siswa secara intensif dengan membagikan buku penghubung antara wali siswa dengan pihak Madrasah.
Tidak sia-sia upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah dan dewan guru, akhirnya dapat menorah Prestasi yang membanggakan. Di antara prestasi yang pernah diraih pada tahun pelajaran 2008/2009, antara lain:
1. Hasil Akriditasi 4 besar kab Jepara dengan nilai 92.5, ketagori A
2. Juara I MTQ Pelajar Kab Jepara bidang tartil Qur'an.
3.
4. Juara Harapan I MTQ Pelajar Prop Jateng bidang tartil Qur'an.
5. Juara I putra dan putri : Pidato Bahasa Inggris Porseni MI Tk Kec. Mlonggo Pakis Aji
6. Juara I Putra Pidato Bahasa jawa Porseni MI Tk Kec. Mlonggo Pakis Aji
7. Juara II Putri Pidato Bahasa jawa Porseni MI Tk Kec. Mlonggo Pakis Aji
8. Juara II Putra Lomba Penggalang SD/MI Kec. Mlonggo.
9. Juara I Siswa berprestasi SD/MI Kec. Mlonggo, berhak maju mewakili Kec. Mlonggo ke tingkat Kab. Jepara.
10. Ranking I Try Out UASBN Tingkat MI Kab. Jepara
11. Ranking I Ujian Akhir Madrasah tingkat Kecamatan Mlonggo TP. 2008/2009

Gamar 5
Pretasi siswa juara

Dengan berbagai prestasi ini, tentu saja pihak Kepala Madrasah dan guru-guru belum merasa puas, kami atas terus berupaya untuk meningkatkan mutu yang lebih baik. Dan tentu saja, hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk selalu mencari pola-pola baru bagaimana Madrsah yang kami kelola ini mendapat kepercayaan dari masuarakat. Demikian, diungkapkan oleh Kepala MI, Mulhadi, S.Pd.I, MM ini. (Lt/Ms)

Mengenang Sosok Bapak H. M. Nooryahman

Drs. H. HENDRO MARTOJO, MM:

MEWAKAFKAN DIRI PADA PENDIDIKAN

Gambar 6
Foto pak Hendro (Bupati)

Sebelum menjadi Bupati Jepara, Bapak Drs. H. HENDRO MARTOJO,MM pernah menjabat sebagai CAMAT Mlonggo. Sebagai seorang pemimpin, beliau memang tidak pernah membedakan dalam bergaul dan berkomunikasi. Sosok Pak Hendro yang bersahaja dan sifat empaty yang tinggi terhadap sesama ini, akhirnya membuat beliau mendapat tempat di hati rakyatnya. Sebagai seorang pemimpin, beliau menapak dari bawah dan selalu sukses dalam kepemimpinannya. Sosok pimpinan yang punya sikap positif yang patut diteladani adalah kemampuan berkomunikasi dengan siapa saja dan dalam kondisi apa saja beliau lakukan. Maka tidak heran, Bapak Drs. H. HENDRO MARTOJO, MM yang kini sudah menjadi Bupati Jepara dua periode yang sudah meninggalkan Wilayah Kecamatan Mlonggo sekian tahun yang lalu, masih mengingat dengan jelas nama amarhum Bapak H. M. Nooryahman sebagai Kepala MTs MH Mlonggo yang pernah dikenalnya saat beliau Bapak Hendro jadi Camat Mlonggo dulu.
Bapak H. MUHAMMAD NOORYAHMAN, sudah pulang ke Rahmatillah. Meninggalnya Bapak H. M. Nooryahman meninggalkan banyak kenangan bagi siapa saja, termasuk di mata dan di hati Bapak Hendro Martojo. Kapasitas sebagai Bupati, Pak Hendro Martojo terhadap Bapak H. M. Nooryahman yang pernah dikenal waktu menjadi Camat Mlonggo, mengaku banyak kenangan. Sosok Bapak M. Nooryahman di mata Pak Hendro masih sangat jelas dan dekat hubungan batinnya. Hal ini diketahui saat Tim Redakasi LATANSA meminta pendapat tentang sosok kepribadian Bapak M. Nooryahman. Disela-sela acara silaturrahmi dan buka bersama, sekaligus pemberian santunan yatim piatu di rumah Dinas beliau, Bapak Hendro mengawali pendapatnya tentang Figur Bapak Nooryahman sebagai orang yang mempunyai pimikiran moderat.
Lebih lanjut katanya, “Bapak H. Mohammad Nooryahman adalah pelopor pendidikan Islam, yang mempunyai wawasan Ke-Indonesiaan, hal ini dibuktikan oleh beliau bahwa cirri khusus pendidikan Islam, tetapi tidak mengenyampingkan kegiatan-kegiatan umum yang sifatnya nasionalisme. Misalnya dalam bidang seni terutama seni Drum Band, dan kegiatan kepramukaan serta olah raga juga cukup maju. Konsep pendidikan yang ditangani beliau di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo Jepara, diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa pada umumnya.
Pak Nooryahman, selain mempunyai jiwa nasionalis dalam penanganan pendidikan yang tetap bercirikan Islam, beliau orangnya sangat disiplin dan konsisten dengan prinsipnya. Ciri yang paling membuat orang lain senang berhubungan dengan beliau adalah ramah, suka senyum ringan dalam menegur sapa kepada siapa saja. Dan yang saya tahu, waktu saya menjadi Camat Mlonggo, beliau Pak Noor panggilan akrabnya itu, sering mengundang kami untuk membuka dan memberi sambutan atau arahan dalam event-event kegiatan yang sifatnya besar. Beliau adalah orang yang bersahaja dan sangat tekun dalam menangani satu kegiatan. Pak Nooryahman sososk pribadi yang sangat istiqomah untuk menangani pendidikan dengan menentukan satu pilihan. Ya, yang ditangani MTs Mathalibul Huda Mlonggo yang sekarang ini berkembang pesat ini. Beliau tidak mendua dan tidak ke mana-mana. Hidupnya memang diabdikan ke satu fakus pendidikan itu, beliau adalah sosok orang yang rela mewakafkan dirinya untuk kepentingan pendidikan. Hidupnya, dicurahkan ke pendidikan, baik pagi, siang dan malam.
Saya, menjuluki Pak Nooryahman itu sebagai Kiai Modern, mengapa demikian? Karena konsep untuk penanganan pendidikan didasarkan pada nilai-nilai Islam, tetapi masih tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan Indonesia. Ketokohan Pak Nooryahman dalam bidang pendidikan di kecamatan Mlonggo, memang tidak diragukan lagi. Sebagai orang yang pernah dekat dengan beliau, saya merasa kehilangan tokoh yang sangat konsiten dengan pendiriannya. kekuatan moral beliau untuk membangun system pendidikan yang asalnya dari kecil hingga menjadi

berkembang besar, MTs dan MA Mlonggo yang dilihat dari segi bangunan fisik yang megah berlantai 4 dan animo murid yang sudah seribu lebih, ini suatu hal yang tidak mudah diwujudkan. Bapak Nooryahman yang mempunyai Talenta Pendidikan kuat, ini patut untuk kita kenang. Selamat Jalan Bapak Nooryahman, semoga amalmu diterima Allah SWT, Amin” Demikian Bapak Drs. H. Hendro Martojo, MM selaku Bupatai yang dulu pernah bergaul dengan beliau Bapak Nooryahman. Kesaksian yang positif dari Bapak Hendro Martojo, terhadap beliau Pak Nooryahman, semoga menjadi doa yang mampu mengantarkan dan meneruskan apa yang pernah diperjuangkan oleh beliau. Selamat Jalan Pak Noor, dan semoga generasimu mampu meneruskan sesuai dengan harapanmu. (Lt/Ms-Km)
Bapak Drs. H. HENDRO MARTOJO, MM:(BUPATI JEPARA)



Drs. H. SUGIWANTO, MM:

SANG MUKHLIS
Gambar 7
Foto pak Sugiwanto

Guruku Bapak H. Mohammad Noryahman, yang tercinta. Beliau adalah GURU, seorang pendidik dan sekaligus orang tua. Tanggung jawabnya terhadap anak-anaknya sangat besar dan penuh perhatian. Ketika saya sekolah di PGA Mathalibul Huda Mlonggo kelas I, tahun 1973, Saya diserang penyakit malaria berat selama dua bulan dan nyaris tidak mampu mengikuti tes atau ulangan kenaikan kelas. Saat itu, saya sudah memfonis diri saya sendiri, bahwa harapan untuk tidak sekolah sudah diambang pintu. Pasalnya, sejak awal orang tua saya, tidak semangat untuk menyekolahkanku lantaran dari kemiskinannya dan ditambah adik-adiku yang juga masih kecil-kecil, jumlahnya banyak. Kenyataan hidup yang saya alami, menurut logika akal saya sudah putus asa dan merasa gagal. Namun realitasnya, Allah SWT, menghendaki lain. Inilah sunnah Allah, yang ,mengatur hambanya. Lewat motivasi beliau, saya disuruh masuk sekolah lagi, setelah kesembuhan penyakit yang saya derita.
Ya Allah, Engkau Maha Kuasa. Dengan kuasaMu, Engkau mengutus seorang guru kekasihMu. Seorang guru yang Engkau karuniai hidayah, yaitu guruku bernama Mohammad Nooyahman yang kini sudah wafat meninggalkan kami. Beliau adalah seorang guru yang selalu memikirkan murid-muridnya, termasuk memikirkan keadaanku yang baru mengalami musibah sakit.
Kepedulian untuk membantu murid-muridnya, baik di sekolah maupun di rumah, bahkan mengarahkan muridnya yang akan melanjutkan sekolah ke mana muridnya nanti akan melanjutkan sekolahnya. Prinsip hidup itulah yang menjadi bagian pemikiran beliau kesehariannya. Beliau tidak hanya memberikan ilmunya, tenaganya, bahkan waktu dan uangnya. Beliau yang dimulyakan Allah itu adalah Bp. H. M. Nooryahman (Alm) dari Jambu Ngemplak.
Ya Allah terimalah Amal baik beliau dan jadikan Jannah untuknya. Apa apa yang baik yang kami kerjakan selama ini karena keteladanan beliau Ya Allah, beliau orang yang ikhlas, sederhana, ulet, jujur dan cinta pada pendidikan dan siswanya, Ya Allah saya sangat merindukan sifat sifat beliau, maka mohon kepada-Mu, Ya Allah, agar engkau selalu menghadirkan sosok beliau pada diri saya dalam menjalankan tugas saya sebagai penerus dalam mengelola pendidikan di Yayasan Pendidikan ini.
Saat itu , Pak Nooryahman bersama dengan Bapak Chawamin (alm) guruku yang juga penuh kasih kepada muridnya, menjenguk saya. Kehadiran Beliau berdua memberikan harapan dan semangat baru bagi saya dan keluarga. Dengan saya disuruh masuk sekolah lagi pada saat itu, Alhamdulliah akhirnya saya dapat hidup seperti keadaan sekarang ini. Keberhasilan saya saat ini Perantaraan dari sekolah di PGA MH Mlonggo ini. Dengan terselesaikannya di PGA MH ini sampai akhir jenjang kelas 4, maka kebahagian saya tidak pernah saya bayangkan. Kenapa demikian?, karena saat itu saya dapat lulus murni ujian sekolah dan Negara PGA 4 tahun. Hanya 6 orang yang dapat lulus dari 60 teman saya yang ikut ujian. Ya, hanya enam orang, dan yang kembali meneruskan dan kembali ke almamater di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo ini adalah saya dan teman saya sejak kecil, teman mulai dari PGA MH Mlonggo, PGAN Kudus, IKIP Malang, sampai di Program Pascasarhjana (S2) di STIE-AUB Solo, yang sekarang jadi wakil Kepala Urusan Humas dan Kesra, wakil saya di MA MH Mlonggo ini adalah Bapak Drs. Maswan, MM.
Ya, lewat perjuangan beliau berdua dan guru-guru kami lainya, akhirnya saya dapat hidup seperti ini. Secara pribadi saya bersyukur kerna punya istri sajana, pegawai negeri, punya mertua kiai dengan warisan kegiatan sosial yang banyak yang terus kami lanjutkan antara lain : manaqib, mengurus masjid, mengurus madrasah, mengurus NU dan merawat hartanya . Saya dapat lulus S2 jadi guru negeri. Selamat jalan Bp. H. M. Nooryahman, Bp. Chawamim ikhlasmu menjadikan madrasah ini dipenuhi para pengurus, para guru, karyawan dan murid-murid yang ikhlas. Amin.. (Ikhlas itu adalah bara semangat yang tiak ada alat pemadamnya).

Drs. SUGIWANTO, MM Alumni PGA MH Mlonggo tahun 1977 dan kini menjadi KEPALA MA MH MLONGGO

--------------------------------------------

Drs. H. MUSTAQIM, M.Pd.:
MANAJER PENDIDIKAN YANG PROFESIONAL
Gabar 8
Foto pak mustaqim

Drs. H. MUSTAQIM, M.Pd, adalah salah satu alumnus terbaik Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP) Mathalibul Huda Mlonggo. Beliau yang juga kandidat Doktor Undip Semarang ini, sebagai dosen IAIN Walisongo Semarang, dan juga sebagai Pembantu Rektor (PR I) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara mengaku kehilangan sosok orang yang patut diteladani, yaitu beliau Bapak M. Nooryahman. Sebagai seorang alumni Mathalibul Huda Mlonggo tahun 1974, Mustaqim yang saat itu sangat dekat hubungannya dengan Bapak H. M. Nooryahman, tentunya secara hubungan emosional dan bathin, mengakui beliau Pak Nur, adalah orang yang sangat tekun dalam menangani setiap jenis kegiatan.
Bapak M. Nooryahman, adalah sosok orang yang mempunyai prinsip hidup kuat dan dalam bidang penanganan pendidikan beliau fokus pada satu sentral kegiatan. Aktifitas tunggal yang ditekuni dalam pengembangan Madrasah di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo, dilakukan sejak menjadi guru muda. Lewat dedikasinya yang tinggi dan dilandasi dengan keikhlasan yang mendalam, beliau mampu memngerakkan roda pendidikan hingga sukses mewujudkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Mathalibul Huda Mlonggo menjadi besar seperti ini.
Selain sebagai figur sentral dan mempunyai aktifitas tunggal dalam memanej pendidikan, beliau juga mempunyai kecerdasan dan kemampuan interaksi-komunikasi dengan orang yang dianggap mampu memberi kontribusi dan keuntungan terhadap program-program yang direncanakan. Kemampuan mencari jaringan kerjasama atau network dengan orang-orang yang ada disekilingnya sangat luar biasa.
Sisi kehidupan beliau yang sangat perhatian dan peduli dengan murid-murid dan para alumni, patut untuk dijadikan sebagai cermin atau kaca benggala bagi guru-guru sekarang. Beliau tidak hanya sekedar sebagai guru dan bapak (orang tua) di ruang kelas atau di sekolah, tetapi beliau sebagai guru dan bapak di dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Contoh yang paling saya rasakan dan seumur hidup saya yang tidak pernah lupa, adalah perjuangan dan perhatian beliau terhadap saya. Pak Nur, memperhatikan nasib dan kelangsungan pendidikan saya, sangat melebihi dari apa yang dilakukan oleh orang tua saya. Sewaktu saya lulus dari PGA MH Mlonggo tahun, tahun 1975 saya diantarkan untuk daftar di PGA Negeri Kudus. Di PGAN Kudus saya dikenalkan dengan beberapa guru, dan diakui sebagai anaknya. Perhatian beliau, tidak berhenti saat mendaftar saja, tetapi setelah proses sekolah, beliau sering menjenguk ke Kudus, memberi motivasi dan perhatian penuh terhadap sekolah saya. Saat liburan, beliau dengan sengaja menjenguk ke tumah, bersama bu Nursilah (istrinya). Bahkan pada saat saya ulus PGAN Kudus, dan melnjutkan ke IAIN Semarang, beliaulah yang mengantarkannya. Sikap penuh kasih yang diberikan kepada kami dan umumnya pada murid dan alumnya, jarang dimiliki oleh guru-guru lain.
Dari dimensi konsep manajemen pendidikan, beliau adalah orang yang ahli dalam mamenej mutu pendidikan. Tahun 1974, beliau sudah menerapkan sikap guru profesional. Jauh sebelum PP no 19 tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan (SNP) belakangan ini dirancang oleh Diknas, Bapak H. M. Nooryahman selaku guru dan menjadi Kepala MTs saat itu, sudah menggunakan Menajemen Mutu Pendidikan Berbasis Madrasah. Indikator yang jelas dilakukan adalah beliau secara profesional sudah membangun sistem pendidikan itu. Kompetensi dasar Paedagogik, kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial-budaya. Aplikasi yang digunakan untuk membangun citra kepusan pelanggan terhadap pengguna jasa pendidikan (masyarakat-orang tua wali murid) di Madrasah benar-benar terwujud. Beliau tidak hanya perhatian terhadap anak didik dan mengetahui bakat dan kemampuan dari masing-masing siswa, tetapi jauh dari itu. Dari sisi orng tua peserta didik tentang sosial ekonomi, pekerjaan dan sosial budayanya juga diketahui oleh beliau. Kehebatan beliau dalam menangani pendidikan dan juga kegiatan lainnya, beliau selalu menggunakan data-data akurat. Memori beliau untuk menyimpan data-data nama siswa dan alumninya serta data-data kompetensi guru-guru yang dipimpinnya ada ingatannya. Beliau sangat briliyand dalam memahami setiap individu yang pernah dikenalnya. Murid dan alumni yang jumlahnya ribuan dan sudh sekian puluh tahun keluar dari almamaternya, masih dapat mengenalnya dengan jelas. Saat hari raya Idhul Fitri tiba, rumah beliau penuh sesak dengan murid dan alumni untuk silaturrahmi, dan situasai ini berlangsung berhari-hari.
Pak Nur yang mempunyai sikap hidup sederhana ini, patut kita kenang dan kita jadikan teladan untuk membangun sistem penanganan pendidikan. Walaupun kita tidak dapat meniru 100%, tetapi paling tidak sikap beliau itu, dapat dan mampu mengilhami bagi guru di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo pada kususnya, dan umumnya guru-guru di Indonesia. Keeluruhan hidup beliau (jiwa, pikiran dan ingatannya) untuk pendidikan (madrasah). Saya menganggap kehidupan beliau adalah pendidikan, madrasah adalah dapat disimbulkan sebagai istri pertama, sedangkan Bu Nursilah adalah Istri kedua. Demikian Pak Nooryahman di mata saya, Demikian dikatakan oleh Drs. H. Mustaqim, M.Pd, yang pernah menjabat Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang kepada Latansa, di sela-sela kesibukannya sebgai dosen dan sebagai manejer perusahaan meubel. (lt/Ms)
Drs. H. MUSTAQIM, M.Pd. Alumni PGA MH Mlonggo tahun 1974 dan kini menjadi Dosen IAIN Walisongo dan Pembantu Rektor (PR I) INISNU Jepara)



Drs. Muhammad Zen, M.Pd:

PRIBADI LUAR BIASA

Pak Nuryahman merupakan pribadi yang “luar biasa”. Beliau adalah sosok guru yang sangat memikat saat di depan kelas, sehingga saya pribadi masih terus terkenang. Keistimewaan Bapak Nuryahman ? Sangat banyak dan akan terus saya kenang sepanjang hayat.
Saat saya masih sekolah di PGAP Matholibul Huda Mlonggo Jepara, sekitar tahun 1975-1977, Pak Nuryahman adalah guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Di tangan beliau, sosok pelajaran Bahasa Inggris yang biasanya dinilai sulit oleh sebagian besar siswa, mendadak jadi mudah dan menyenangkan. Berkat kepiawaian beliau dalam membawakan pelajaran, Bahasa Inggris bukan lagi pelajaran “yang menakutkan” bagi siswa. Inilah salah satu keistimewaan Ustad Nuryahman.
Keistimewaan lain, yakni pendekatan beliau saat mengajar yang sering dibumbui dengan “guyon” yang menyegarkan. Begitu pandainya beliau dalam berinteraksi dengan siswa, sehingga hampir semua siswa, termasuk saya, jadi terasa dekat dengan pribadi beliau. Karena itulah bagi sebagian besar siswa, berkunjung ke rumah beliau saat Lebaran tiba, merupakan “action wajib” saat itu.
Tak pelak lagi, meski saya saat ini jauh di Kota Apel Malang Jawa Timur, masih tetap terkenang jasa beliau saat kami dibimbing di bangku sekolah di Mlonggo Jepara. Maka begitu saya tahu bahwa beliau telah dipanggil Yang Maha Kuasa, terasa bergetar nurani ini. Selamat Jalan Bapak, Jasamu akan terus kukenang. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Amin.

Malang, 2 September 2009

Muhammad Zen, Alumni PGA MH tahun 1977, dan kini menjadi Wartawan RCTI Grup (RCTI, TPI dan Global TV) Wilayah Kota Malang
Penulis buku:
-NU Pasca Khittah, MW Mandala Yogyakarta, 1992
-Kiat Sukses Mengikuti Sertifikasi Guru, Cakrawala Media Publisher, Malang, 2007

___________________________________

KHOIRUL MUSLIMIN:

HIDUP SEUTUHNYA UNTUK PENDIDIKAN

Gambar 9
Foto khoirul muslimin

Sebagai salah seorang guru dan Kepala Sekolah, sosok dan kehidupan Pak M. Nooryahman menjadi penting, bukan saja bagi keluarga yangditinggalkan, aan tetapi untuk kemajuan pendidikan di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo Jepara dan masyarakat luas. Bapak H. M. Nooryahman adalah figur penting dalam sejarah berkembangnya MI, MTs dan MA MH Mlonggo. Jika pada waktu mua beliau berhasil mengajar dan menjadi guru yang baik bagi para muridnya, di masa tuanya beliau berhasil mengabdikan diri menjadi sesepuh dan juga Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) MH Mlonggo sampai akhir hayatnya.

Lebih dari seorang aktivis, Bapak H.M. Nooryahman adalah intelektual muda yang mahir berbahasa Inggris dan gigih dalam penanganan pendidikan. Menurut saya, beliau tidak hanya mahir dalam berbahasa, tetapi juga trampil dalam bermain musik, dan pemain dalam tim bola volly yang tangguh.

Yang lebih menarik, meskipun pada usia yang sudah tua, minat dan dan kemampuannya mengelola pendidikan tidak pernah surut, semangat berapi-api untuk terus memajukan pendidikan di Yayasan Mathalibul Huda, saat ini pun dapat dilihat hasilnya. Tidak mengherankan, jika di masa tuanya Bapak M. Nooryahman yang sehari-harinya oleh muridnya dipanggil Mbah ini, menjadi Kepala Sekolah yang disegani oleh para muridnnya., Dan rasanya tidaklah berlebihan, jika beliau dijuluki sebagai Pelopor Pendidikan pada zamannya itu.

Hidup untuk Pendidikan
Mbah Nor, begitu panggilnya adalah sosok pribadi yang disiplin, perhatian pada murid-muridnya dan selalu memikirkan tentang keadaan anak dan pengembangan sekolah agar maju. Pendidikan bagi Mbah Noor adalah Istri Kedua, setelah Bu Nursilah yang tercinta. Kecintaan terhadap Madrasah yang ditangani, tidak hanya pagi hari pada jam kantor, tetapi pada sore dan bahka malam hari pun,mnyempatkan menengok sekolahan, ini dilakukan baika ada kegiatan atau tidak ada kegiatan, secaraaIstiqomah Mbah Noor melakukan ini.

Ada hal menarik yang dimiliki Mbah Nooryahman yaitu beliau memiliki daya ingat yang luar biasa. Untuk mengingat nama-nama siswa, jarang seorang guru mampu mengingat nama hampir seluruh murid yang pernah diajarnya. Semua nama murid dari tahun ke tahun,ibarat sebuah file yang sukar dihapus, nama siswa bahkan nama orang tua dan saudara-saudaranya siswa tersebut.

Mbah Njooryahmana adalah sosok yang mndjalani pola hidup sangat sederhana. Kesderhanaan hidup Mbah Nooryahman ini diakui oleh lingkungan masyarakat dan para alumni, para murid dan para guru yang dipimpinya. Contoh kesederahanaan, selama menjabat menjadi Kpala Madrasah 30 tahun, Bapak Nooryahman tidak menggunakan bentuk fasilitas dari sekolahan, motor kendaraan yang bermerk YAMAHA L2 Super yang memang terus menjadi kenangan para murid-muridnya.

Dedikasi sampai Akhir

Sebenarna, pada masa-masa menyelesaaikan bangunan MTs Mathalibul Huda, kesehatan Bapak Nooryahman terganggu. Hampir seluruh hari-hari pada saatbitu digunakan untuk istirahat total di rumah, karena kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan untuk melangkah kakinya. Meskipun dalam keadaan yang demikian, Mbah Nooryahman sesekali minta di antar ke Madrasah.

Mbah Nooryahman berpulang ke Rahmatullah setelah meninggal catatan emas yang senantiasa dikenang dan diteladani anak, murid, para guru dan generasi berkiutnya. Pada hari Sabtu, tanggal 8 November 2008, pada pukul 14.15 WIB di RSUD Kartini Jepara, beliau wafat, menghadap Sang Khaliq. Kita semua merasakan kehilanagn Figur yang sederhana dan pejuang keras dalam bidang pendidikan. Beliau pulang ke Rahmatullah dengan tenang, meninggalkan anak dan kluarga. Putri tercinta bernama Nursilah dan iastri tercinta bernama Nur Fitriya, serta murid, guru dan puluhan karyawan Madrasaha Tsanawiyah, Madrasaha Aliyah dan Madrasah Ibtidaiyah Mathalibul Huda Mlonggo, ditinggalkan untuk selama-lamanya. Akhirnya mengajar mulai kecil sampai tua, dan pengabdian dan pengorbanan waktu, tenaga dan harta, semoga menjadi AMAL JARIYAH yang beliau bawa menjumpai Sang Pencipta. Amin.

KHOIRUL MUSLIMIN, Alumni MTs dan MA Mathalibul Huda Mlonggo, dan Kini Menjadi Wakil Sekjen IPNU Pusat di Jakarta.

---------------------------------------

Rochis Zunaida:
SOSOK GURU YANG BERWIBAWA
Gambar 10
Foto rochis zuaidah

Bapak H. Mohammad Nooryahman, adalah sosok guru yang pernah saya kenala adalah orang yang sangat berwibawa. Guru Bahasa Inggris di MA MH Mlonggo, waktu saya diajar terkesan sangat mudah ditangkap dan mudah dipahami. Pelajaran yang umumnya tidak disukai siswa, namun karena diajar oleh seorang guru yang penuh senyum dan mampu membuat kelucuan saat mengajar, akhirnya saya tidak takut pada pelajaran tersebut.
Guru yang sering dipanggil oleh kebanyakan para siswa dengan panggilan Mbah Nur ini, selain mempunyai kemampuan mengajar dengan baik, juga mempunyai kemampuan untuk menghafal nama-nama siswa yang diajarnya. Inilah kelebihan Mbah Nur yang tidak dimiliki oleh guru-guru lain. Dalam kesehariannya, beliau adalah pendidik teladan yang patut dicontoh dan dihormati. Kepedulian terhadap dunia pendidikan yang ditanganinya tidak boleh hanya dilihat dengan sebelah mata. Artinya, beliau adalah sosok manusia yang tidak pernah mengenal lelah dan berhenti memikirkan pendidikan. Sebagai kepala MTs dan sekaligus orang yang merintis adanya MA Mathalibul Huda yang kini sangat berkembang pesat, merupakan sosok orang yang mempunyai kemampuan berbuat dan kuat berpikir. Ide dan gagasan-gagasan untuk mengatur dan memimpin sekian banyak guru, karyawan dan siswa Madrasah sebesar MTs dan MA, dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin sangat tinggi. Hidup beliau lebih banyak dicurahkan di madrasah, tidak pagi, tidak siang dan terkadang malam selalu ada di lingkungan madrasah ini.
Sosok guru yang memiliki kewibawaan di mata hampir semua orang ini, saya melihatnya bersumber dari pribadinya yang utuh. Dilihat dari segi keilmuan kependidikan cukup dikuasai, kedisiplinan, kretifitas, keikhlasan dalam berbuat, keistiqomahan dalam bertindak dan beruat, mempunyai prinsip hidup kuat dan mempunyai kemampuan mengambil keputusan kea rah masa depan yang baik. Barangkali inilah, sosok Mbah Nooryahman, yang akhirnya orang-orang disekitarnya menghormati dan mematuhi apa yang fatwakan.
Selamat jalan Mbah Nur, semoga semua amal yang engkau curahkan untuk kepentingan pendidikan ini mendapat tempat disisi-Nya, di alam barzah mendapat nikmat, besok hari akhir ditempatkan di surga bersama orang-orang alim lainnya. Murid-muridmu semoga selalu mencontoh keteladananmu dan selalu mendoakanmu. Amin.

Rochis Zunaida; Alumni MA MH Mlonggo tahun 1993, dan kini menjadi Guru TKTA Jerukwangi Bangsri
----------------------------------------

LEGINI
PELOPOR PENDIDIKAN YANG BERJIWA IKHLAS

Bapak H,. Muhammad Nooryahman, adalah guru yang paling berkesan bagi saya adalah selalu tampil dengan senyumnya. Beliau adalah pribadi yang mengesankan, tidak hanya saya tetapi saya kira hampir semua siswa yang pernah diajar oleh beliau merasa tersanjung. Mengapa tidak, karena Mbah Nor, panggilan akrabnya itu, selalu memanggil siswanya dengan menyebut nama. Nama-nama setiap siswa beliau ingat, dan yang lebih mengherankan tidak hanya sekedar mengerti nama murid tersebut bahkan orang tua, saudara-saudaranya murid pun dikenalnya. Ini kehebatan Pak Nororyahman yang jarang dimiliki oleh guru seluruh Indonesia. Maka tidak heran, beliau terhadap muridnya terkesan akrab dan supel terhadap murid-muridnya. Dengan akrabnya murid terhadap beliau, maka setiap hari Raya Idul Fitri, rumah beliau tidak pernah sepi dari kunjungan murid-murid yang masih aktif sekolah, dan alumni yang sudah sekiian tahun sudah meninggalkan madrasah. Mulai hari pertama Hari Raya sampai pertengahan bulan syawal masih terus berdatangan murid-murid untuk bersilaturrahmi. Menurut yang saya rasakan, hari raya kok, belum ke rumah Mbah Nor rasanya belum lengkap, dan ini saya yakin juga dialami oleh teman-teman saya lainnya.

Sebagai seorang guru, beliau menjadi sosok orang yang mempunyai ethos kerja yang luar biasa, semangat untuk membangun kemajuan pendidikan yang ditanganinya sangat tinggi. Beliau, dapat juga dijuluki sebagai pelopor pendidikan di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo. Dalam proses belajar mengajar di kelas, belia sangat memperhatikan seluruh siswanya. Seolah-olah permasalahan yang dihadapi setiap siswa, juga diperhatikan dan juga ikut dirasakan beliau. Beliau memperhatikan siswa tidak hanya sekedar hafal nama siswa, tetapi lebih dari itu. Beliau ingin tahu segala persoalah keluarga, sosial ekonomi, budayanya, hingga sedetil-detilnya. Dan yang lebih menonjol untuk kita teladani adalah sifat dan kiwa ikhlasnya. Tidak pernah membeda-bedakan terhadap siswanya. Dalam membantu siswanya, tidak hanya berhenti akan lulus, tetapi setelah lulus siswa akan melanjutkan ke mana, juga memungkinkan dibantu diarahkan.

Saya, yang pernah diajar beliau waktu di MTs angkatan ke-2 tahun 1976, sampai hari ini masih jelas dalam ingatan saya. Bapak M. Nooryahman menurut perasaan saya belum wafat, beliau masih hidup di MTs dan MA Mathalibul Huda Mlonggo yang kini berdiri megah itu. Ingat MTs MH Mlonggo, ya ingat Mbah Nur, begitu perasaan saya. Beliau adalah figur pimpinan yang mempunyai gagasan dan mampu mengantisipasi masa depan. Prospek pendidikan yang ditangani waktu tahun 1970-an dan kini menjadi madrasah yang begitu meganya dan jumlah murid yang banyak, adalah wujud perjuangan beliau dengan dukungan dari guru-guru lainnya. Yang jelas, beliulah yang menjadi pelopornya. Karena beliau mempunyai komitmen tinggi hidup beliau semata-mata untuk pendidikan.

Sebagai seorang guru, beliau banyak memberi pembelajaran pada saya secara pribadi, atas dorongan belialah akhirnya setamat dari MTs tahun 1979, saya mendaftar di Yogya di PGAN. Tamat dari PGA tahun 1983/1984, saya kembali ke Sekuro sebagai guru MI Maftahul Falah Sekuro tahun 1984-1988. Tahun 1989 sampai tahun 1992 kembali ke Yogya. Hingga perjalanan waktu yang cukup panjang, selain menjadi guru juga menjadi pengurus Yayasan. Dan akhirnya tahun 2007, tanggal 8 Nopember saya terpilih menjadi Petinggi sekuro ini. Prinsip hidup saya, walaupun tidak sepenuhnya seperti Mbah Nor, saya berusaha untuk hidup lebih bermakna. Selain menjadi petinggi, alhamdulillah saya masih cukup dapat membagi waktu untuk menekuri pendidikan, dan kini ikut kliah di Fakultas Tarbiyah INISNU Jepara Non Reguler semester 5. Harapan saya dan juga harapan semua orang, apa yang pernah diperjuangkan oleh Bapak Mohammad Nooryahman ini dapat kami lanjutkan, sebagai generasi penerus, Semoga dapat mencontoh beliau. Amin. (lt/Ms).
LEGINI (PETINGGI DESA SEKURO MLONGGO dan ALUMNI MTs MH MLONGGO, 1979)


Zainuddin, S.Pd.I:
BERJUANGLAH
DI MADRASAH SAMPAI MATI

Gambar 11
Foto zainuddin

“Mbah Nur”, begitu nama ini disebut terasa bulu kuduk merinding dan bergetarlah seluruh kujur tubuh bagi yang mendengarkannya. Nama panggilan Mbah Nur, itulah sebutan nama yang cukup akrab dan popular, baik dikalangan siswa, guru, alumni dari lulusan PGA, MTs dan MA Mathalibul Huda Mlonggo dan juga masyarakat sekitar.
Mohammad Nuryahman, nama asli beliau, sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs), sejak tahun 1978 hingga beliau wafat tahun 2008. Kalau seorang ulama memberi nasehat pada para ustadz/guru, dengan kalimat, “berjuanglah di madrasah sampai engkau mati”. Kalimat bijak ini betul-betul telah diwujudkan oleh Mbah Nur.
Sebagai Kepala Madrasah, beliau tidak hanya menangani bagian teknik edukatif saja, tetapi beliau juga menangani seluruh baagian fisik bangunan gedung, yang kini dapat kita lihat begitu megahnya. Pak Nur, mempunyai kemampuan menenej secara total tentang kebutuhan madrasah. Berkat kepedulian dan keseriusan beliau pada madrasah dengan seluruh isinya (siswa dan guru) yang dipimpinnya, beliau tidak hanya memperhatikan proses edukasi saja, tetapi sampai urusan keluarga anak pun beliau peduli. Terkadang urusan keluarga beliau sendiri, di nomorduakan, yang nomor satu adalah madrasah dengan segala persoalannya menjadi perhatian serius beliau. Seolah-olah hidup-matinya untuk kepentingan pendidikan, terbukti beliau pagi, siang bdan bahkan malam pun selalu berada di madrasah.
Beliau sebagai kepala, yang berperan sebagai leader, manajer, administrator, supervisor, tidak perlu secara langsung bertatap muka dengan anak buahnya (guru), cukup menampakkan diri dari jauh tugas pembinaan dan pengawasannya, sudah sampai pada sasaran. Bahkan seorang siswa atau guru, melihat sepeda motornya saja, para siswa dan guru sudah merasa ada di dekatnya dan merasa setiap kegiatannya diawasi.
Hal itu dapat terjadi, tidak lain karena memang Kewibawaan dan Kharisma yang dimiliki oleh beliau. Beliau Pak Noryahman adalah orang yang luar biasa, dalam segala hal. Dalam pribadi beliau tidak pernah mempunyai ambisi dan keinginan untuk menjabat di berbagai kegiatan. Beliau focus dalam pendidikan.. Banyak para tokoh masyarakat dan organisasi yang menawarkan jabatan baik di jamiyah NU dan LP Ma’arif, semuanya ditolak. Dengan sikap tegas seperti itu, ada sebagian orang yang menjuluki, beliau tokoh local, sekalipun demikian jaringan persahabatan dengan para pejabat baik tingkat kecamatan, kabupaten maupun propinsi cukup luas. (Mz-Ms)
Zainuddin, S.Pd.I: Alumni PGA MH Mlonggo, dan kini menjadi Kepala MTs MH Mlonggo
















Berita Kegiatan Madrasah



Silaturrahmi dan Seminar Sehari:
GURU HARUS HIDUP SEPANJANG MASA


Yayasan Pendidikan Islam Mathaibul Huda Nahdlatul Ulama Mlonggo Jepara adalah salah satu Yayasan pendidikan di wilayah Kecamatan Mlonggo termasuk yang paling eksis, baik secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kelembagaan, yayasan ini mengelola satuan pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Masdrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madraeah Aliyah (MA) dengan secara keseuruhan peserta didik berjumah sekitar sekitar 2000 peserta didik. Jumah sekiar itu yang terbagi MI 200 peserta didik, MTs 2000 peserta didik dan MA 600 peserta didik.

Gambar 12
Foto kegiatan seminar

Mathalibul Huda, termasuk lembaga Pendidikan Islam swasta tertua di wilayah Mlonggo Jepara dan secara potensial sudah mencetak ribuan lulusan yang kini menjadi kader-kader di semua lini kehidupan di wilayah Mlonggo khususnya, dan umumnya di Kabupaten Jepara. Sumbangsih dan kontribusi Mathalibul Huda dalam bidang membangunan sumber daya manusia sebagai penerus perjuangan bangsa, tidak perlu diragukan keberadaannya. Dari hasil proses sejarah berdirinya Lembaga Pendidikan ini, yang berawal dari Madrasah Diniyah sekitar tahun 1930. berganti nama Madrasah Ibtidaiyah tahun 1946. Setelah berdiri menjadi Madrasah Ibtidaiyah atau dulu disebut Madrasah Wajib Belajar (MWB) tahun 1958. Sekitar tahun tahun 1964 an, yayasan mengembangkan jenjang pendidikan lebih yaitu Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP) NU setiingkat SMP. Dari pertimbangan politis, nama NU dihilangkan menjadi Mathalibul Huda, maka akhirnya berubah nama menjadi PGA MH. Untuk melengkapi agar produk lulusan PGAP dapat meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi, maka pengurus Yayasan Kala itu diketuai oleh Bpk KH Asyahadi, membuka PGAA setingkat SMA, sekitar tahun 1970-an.

Proses perkembangan zaman dan dengan aturan system pendidikan Nasional, Pendidikan Guru Agama (PGA) dihapus di seluruh Indonesia, mana PGA digantikan
dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sekitar tahun 1978/1979, dan akhirnya untk menggantikan Jenjang PGAA yang dulu pernah ada, maka yayasan beserta kepala MTs yang saat itu dijabat oleh beliau Bpk M. Nooryahman, mendirikan Madrasah Aliyah (MA) sekitar tahun 1985/1986 hingga dapat eksis sampai sekarang ini.
Yayasan Pendidikan yang mempunyai cikal bakal dari nenek moyang pendirinya adalah orang-orang NU, maka dalam proses perkembangan dan dalam perjalanan waktu, tahun 2009 ini diadakan reformasi kepengurusan Yayasan, maka selain memilih pengurus baru, juga memberi tambahan label nama Mathalibul Huda di belakangnya dengan nama Nahdlatul Ulama, dengan begitu nama yayasan berbunyi Yayasan Pendidikan Islam Mathalinul Huda Nahdlatul Ulama.
Dengan terbentuknya pengurus yayasan baru dan terpilihnya Bpk. H. Markuwan sebagai Ketua, dan Drs. H. Mustaqim, M.Pd sebagai wakil ketua, yang keduanya juga alumni Mathalibul Huda Mlonggo mempunyai komitmen untuk mengembangkan Madrasah dengan menggunakan pendekatan manajemen terpadu. Tahun pelajaran baru 2009/2010 ini, yayasan mulai bergerak melakukan berbagai rancangan kegiatan dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu pendididkan yang dikelonya, maka dimulailah memperteukan seluruh komponen yang terkait dalam pengelolaan penadidikan mulai dari seluruh pengurus terbentuk, kepala, guru dan karyawan mulai dari MI, MTs dan MA untuk silaturrahmi dan sekaligus diadakan seminar sehari dalam rangka memformat, bagaimana kiat sukses peningkatan mutu pendidikan untuk mengantisipasi masa depan yang lebih baik.
Silaturahmi dan sekaligus dilakukan Seminar Sehari yang dihadiri oleh peserta dari seluruh pengurus, guru dan karyawan yayasan Mathalibul Huda Nhadlatul Ulama ini, diisi oleh Drs. H. Mustaqim, M.Pd (Alumni PGA MH Mlonggo tahun 1974). Pakar pendidikan yang juga Dosen, dan juga sebagai mantan Dekan Fakultas Taribiyah IAIN Walisongo Semarang, Mustaqim memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana mengelola pendidikan yang mengacu pada peningkatan mutu. Menurutnya, penanganan pendidikan sekarang ini, tidak dapat ditangani oleh orang atau tenaga pendidik yang tidak mempunyai kualifikasi akademis yang handal. Sudah saatnya, penanganan pendidikan dilakukan dengan pendekatan yang multidimensional. Artinya dari segi guru atau pendidik haruslah professional dan proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan agar peserta didik ini mengalami dan merasakan langsung maka media teknologi pendidikan haruslah disiapkan.

Gambar 13
Foto kegiatan seminar

Konsep pendidikan pada masa yang akan datang, tidak akan dapat berkembang kalau tenaga pendidiknya tidak berkualitas. Mereka harus cerdas dan mempunyai kreatifitas untuk berinovasi. Drs. H. Mustaqim, M.Pd yang kandidat Dortor di UNDIP dan juga sebagai Pembantu Rektor I (PR I) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara ini, mengharapkan agar guru-guru baik guru MI, guru MTs dan Guru MA mulai saat ini kalau ingin menjadi guru professional haruslah berbenah untuk mengacu pada peningkatan mutu seperti yang diharapkan dalam ketentuan dan persyaratan guru professional.
Menurut Mustaqim yang juga sebagai Tim Asesor dalam Sertifikasi Guru dalam Jabatan dari IAIN Walisongo Semarang ini, menerangkan secara gamblang sepuluh bidang yang harus dipenuhi oleh guru professional. Persyaratan guru professional tersebut di antaranya adalah guru harus mempunyai: 1. Kualifikasi Akademik minimal S1, 2. Pernah atau sering melakukan Pendidikan & Pelatihan 3. Mempunyai Pengalaman Mengajar paling sedikit 5 tahun, 4. Mampu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, 5. Penilaian dari Atasan & Pengawas cukup baik 6. Mempunyai Prestasi Akademik yang baik, 7. Mampu membuat Karya Pengembangan Profesi 8. Mempunyai kemampuan dan Keikutsertaan dlm Forum Ilmiah 9. Mempunyai Pengalaman dalam kepengurusan Organisasi 10. Pernah mendapat Penghargaan Relevan dengan bidang Pendidikan.
Di sisi lain dalam acara silaturrahmi dan seminar Yayasan Mathalibul Huda ini, Ketua Yayasan Bpk H. Markuwan, mengharapkan agar dalam pengelolaan pendidikan baik tingkatan MI, Mts dan MA dilakukan dengan penuh tanggung jawab. “Dalam arti kami sebagai pengurus akan berusaha semaksimal sesuai dengan kapasitas kami. Sebagai guru diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidikan yang tetap berpegang pada prinsip-prinsip kegururuan dan berpedoman pada akidah Ahlussunah Waljamaah.” Demikian Pak Markuawan mennandaskan.
Lebih lanjut Pak H.Markuwan menyampaikan, “Sebagai seorang pengurus kami memang belum mampu untuk memenuhi secara keseluruhan kebutuhan dan kesejehateraan guru dan karyawan. Untuk itu atas nama pribadi dan pengurus memohon maaf, karena masa transisi ini pengurus baru ini belum banyak berbuat. Tetapi kami mempunyai komitmen merancang dan mendesain program-program pengembangan yayasan pendidikan ini secara maksimal”, demikian H. Markuwan dalam kata sambutannya. (Ms)


GUDEP MA MH MLONGGO, JUARA SURVIVAL
(Tidak Ada Prestasi Tanpa Perjuangan Keras)

Kegiatan Survival XXIV dan Perkemahan Wirakarya Kwartir Cabang III Tahun 2009, yang dilaksanakan bumi perkemahan Pakis Aji Kabupeten Jepara adalah sebagai wahana silaturrahmi bagi anggota pramuka penegak yang berpangkalan / sekolah di MA/SMA/SMK baik Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Jepara. Kegiatan kepramukaan yang khusus pramuka Penegak ini dilaksanakan juga dalam rangka untuk menggalang persaudaraan, meningkatkan, pengalaman, pengetahuan, ketrampilan dan wawasan sebagai penerus bangsa dan Negara.
Pertemuan anggota penegak paling bergengsi di Jepara diikuti ini, diikuti oleh 32 pangkalan atau gudep. Oleh panitia kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at s/d Selasa tanggal 26 – 30 Juni 2009 di Bumi Perkemahan Pakis Aji Kabupaten Jepara. Pada acara survival kali ini, Ambalan Cakra Perwira – Cakra Pertiwi MA Mathalibul Huda Mlonggo Gugus Depan XI.20.04.009 - 010 merupakan salah satu peserta yang keberadaannya sangat diperhitungkan oleh pangkalan lain.
Sangga Putra dengan ketua Sangga Ahmad Fatikhurohman dengan didukung anggota Roiyan Andoni, Mansyur Toha S, Bandum Anggoro, Muhammad Syahid, Ali Mahmudi, Abdul Ghofar, Nuriyanto, Trio Supanji, Muh Dawam Khoirudin, Muhammad Maghfurin mendapatkan juara umum III. Sedangkan Sangga Putri dengan ketua Sangga Siti Ummi Muyassaroh, dengan didukung oleh anggota Ita Septiyani, Rizky Amelia A, Nur Khamidah, Nur Laila Styaningrum, Ida Fitriani, Hefi Maulidiyana, Aa Indra Maryani, Dwi Agustina Wati, Dewi Fitriyaningsih, Ida Evi Widyawati mendapat juara umum II.
Menurut Pembina Pendamping Kak Thoyyibin, S.Pd, mengatakan ”Untuk meraih prestasi tersebut walaupun hambatan dan tantangan menghadang tapi dengan semangat dan perjuangan keras demi sekolah tercinta maka
pasukan berlatih dengan sungguh-sungguh memahami materi latihan baik fisik maupun TEKPRAM yang dilombakan dengan didampingi oleh team pelatih dari alummi’. (Ms)




Gambar 14
Foto kegiatan pramuka

















Perpisahan dan Pelepasan Bersama

Sudah menjadi tradisi dan kegiatan rutin, setiap akhir sanah, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Mathalibul Huda Mlonggo Jepara mengadakan perpisahan bersama. Tahun ajaran 2008/2009 yang lalu perpisahan dan pelepasan kelas VI MI, kelas IX MTs dan Kelas XII MA, dilaksanakan tanggal 11 Juni 2009. Perpisahan yang dilaksanakan secara meriah, yang dipusatkan di halaman MTs/MA ini, diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan dan diakhiri dengan ceramah agama oleh Bapak KH.......
Perpisahan yang diikuti seluruh siswa kelas VI MI, kelas IX MTs , kelas XII MA, wali murid dari masing-masing kelas tersebut dan seluruh guru MI, MTs, MA ini, berlangsung hithmat. Pra acara yang diisi dengan penampilan rebana oleh para siswa dan disela-sela istirahat diisi penampilan Drama dari anak-anak MI yang mengambil lakon SEKOLH GRATIS, cukup memukau. Acara alhirussanah yang digelar dalam acara protokoler yang tersusun rapi ini, banyak diperankan oleh para siswa. Mulai pembawa
acara, pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dan kata sambut pisah dibawakan oelh siswa. Dalam sambut pisah ini, diwakili oleh siswa ...... dengan Bahasa Arab, dan oleh siswa ....... dengan bahasa Ingris.

Gambar 15
Foto perpisahan

Suasana Khidmat para Siswa mengikuti Prosesi Perpisahan

Acara seremonial khas yang dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda NU ini, selalu diisi dengan pembacaan tahlil. Habib Muhammad Muthohar Alkaf yang sebagai Pembina Yayasan ini, dimohon untuk memimpin tahlil. Setelah tahlil, seperti adat pada umumnya dilakukan kata sambutan di hadapan para siswa, guru dan wali murid oleh kepala Madrasah yang diwakili oleh kepala MA yaitu Drs. H. Sugiwanto, MM. Dalam kata sambutannya, beliau berpesan kepada seluruh siswa yang akan menyelesikan di masing-masing jenjang pendidikan ini, jangan sampai berhenti. Teruskan sekolah sampai setinggi-tingginya, agar nantinya tidak tersingkir dari kehidupan global ini. Lebih-lebih yang masih ditingkat MI dan MTs, harus meneruskan ke jenjang yang ada di atasnya, Syukur sekali kalau yang dari MI mau meneruskan ke MTs, dan yang dari MTs mau ke MA Mathalibul Huda yang dalam satu yayasan ini. Dan yang dari MA, silakan meneruskan ke Perguruan Tinggi yang sesuai dengan minat dan kemampuan, dan jika tidak ingin jauh-jauh dapat melanjutkan di Institut Islam Nahdlatul Ulama(INISNU) Jepara, selain murah juga satu faham Ahlussunnah Waljamaah.

Gambar 16
Sambutan pak Sugiwanto

Sementara sambutan dari pengurus yayasan disampaikan oleh Ketuanya, yaitu Bapak H. Markuwan. Sebagai pengurus yang baru terpilih, beliau prtama-tama memohon maaf, karena belum banyak yang dilakukan, namun tetap akan melaksanakan program pengembangan pendidikan yang ada di Mathalibul Huda ini dengan maksimal, sesuai dengan amanat yang diberikan. Sebagai pengurus baru beliau mengajak kepada seluruh pengurus, wali murid, guru dan para alumni yang tergabung dalam sistem kelembagaan ini untuk tetap berpegang padan komitmen bersama untuk memjukan pendidikan degan sungguh-sungguh. Disela-sela sambutannya, beliau juga sempat memperkenalkan satu-persatu nama-nama pengurus yang sudah terbentuk.
Upacara yang berlangsung mulai pagi sampai siang ini, setidak-tidaknya memberi nuansa tersendiri bagi para wali murid, selain dapat menyaksikan prosesi acara perpisahan yang dilakukan oleh putra-putrinya, juga dapat mendapat ilmu dan pengalaman dari pembicara yang didatangkan dari Dosen IAIN Walisongo Semarang tersebut. (LT/MTs)




KARNAVAL KOLOSAL MA-MTs MH MLONGGO


Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) MH Mlonggo , pada tanggal 16 Agustus 2009, yang baru lalu tampil untuk mengikuti KARNAVAL DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT KE-64 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2009. Karnawal yang bertemakan Kebhinekaan yang dilaksanakan oleh Panitia Kecamatan Mlonggo, oleh MA dan MTs Mlonggo dikembangkan dengan menambahi tema kegiatan yaitu selain memperingati HUT kmerdekaan, juga dikemas dalam rangka untuk MENYONGSONG HADIRNYA BULAN RAMADHAN TAHUN 1430 H. Oleh Drs. Maswan, MM, selaku ketua Umum dalam kepanitiaan Karnaval tersebut, mengemas desain dalam tema AKTUALISASI PEMBANGUNAN NASIONAL BERDIMENSI KEBINEKAAN DAN WAWASAN KEAGAMAAN.
Karnaval yang bersifal kolosal ini, menampil hampir seluruh bidang pmbangunan yang ada di Indonesia, dengan megerahkan 42 kelas (rombongan belajar) yang terdiri dari 15 kelas MA dan 27 kelas MTs. Secara apresiatif dan berdimensi estetika, karnaval diselenggarakan;
1. Untuk ikut berpartisipasi aktif dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara dan sekaligus untuk ikut menyerukan suara ajakan bagi ummat Isam untuk beribada PUASA.
2.Selain itu juga iuntuk memberi kesempatan pada peserta didik dan guru (pendidik) untuk berkreatifitas dalam mendesain kekaryaan dalam berbagai bidang pemangunan.
Karena karnaval ini, bernuansa lomba yang dlakukan oleh kecamatan dan secara otonomi MA dan MTs MH Mlonggo juga melkukan penilaian antar kelas, maka karnaval ini juga mempunyai tujuan lain yaitu: 1. Melatih peserta didik dalam penggalian ide, gagasan dan kekaryaan
dalam bentuk desain miniatur rancang bangun produk pembangunan nasional dan mempu bermain peran untuk meniru pelaku-pelaku pembangunan nasional dari masa ke masa.
2. Melatih keberanian dalam bersaing dalam aktualisasi kelompok untuk meraih lejuaran antar sesamanya.

MA dan MTs Mathalibul Huda Mlonggo, memang sudah lama tidak mengadakan kegiatan show, maka moment ini sangat berharga untuk dilakukan dan dikemas dalam desain yang profesional. Karnaval yang dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 16 Agustus 2009, Start Jam 13.00 WIB, mengambil rote perjalanan:
1. Kumpul (start) di MTs-MA MH Mlonggo, menuju ke Lapangan Srobyong.
2. Di Lapangan Srobyong bergabung dengan peserta Karnaval lain se Kecamatan Mlonggo yang diatur oleh panitia, menuju ke jalan raya Srobyong-Karanggondang—menuju jln Bondo—Jambu Mlonggo dan berakhir di Kecamatan Mlonggo, melibatkan sejumlah personil sekitar 1750 siswa.
Peserta Karnaval sejumlah 42 kelompok kelas yang terdiri dari 15 Kelompok kelas MA dan 27 Kelompok kelas MTs Mathalibul Huda Mlonggo Jepara, dengan jumlah personil sekitar 1750 siswa. Bidang dan variasi miniatur oleh masing-masing kelas yang dikordininir oleh wali kelas, dicipta dan disain menurut kemampuan,kreatifitas dan daya dukung pendanaan.

Gambar 17
Foto drumban

Namun secara umum desain karnaval mengacu pada ketentuan yang harus dilengkapi, di antaranya adalaah: DI AWALI OLEH UNIT MACHING BAND MALIDA, yang dipimpin oleh HENIK ASTUTIK PUJI WATI Sebagai Mayoretnya, begitu memberi daya tarik pada acara Karnaval ini. DRUM BAND yang sebagai pembuka perjalanan KARNAVAL, diiukuti oleh petugas dan pasukan lain dalam unit Karnaval MATHALIBUL HUDA MLONGGO, yaitu:
1. Bendera merah putih
2. Spanduk yang bertuliskan tema karnaval
3. Gambar presiden dan wakil presiden
4. Sound sistem/lord spiker, tape recorder dan kaset bernuansa agamis (rebana dan sholawat)
5. Miniatur besar dari salah satu bidang pembangunan
6. Tomprang yang bertuliskan bidang yang ditampilkan,

Selain itu ada petugas bidang dan perlengkapan (miniatur) disiapkan
1. Pembawa bedera merah putih
2. Pembawa spanduk
3. Pembawa gambar pres dan wakil
4. Pembawa soundsistem/tape recorder
5. Petugas orator/komentator
6. Bidang pakaian adat
7. Bidang pertanian : pakaian tani membawa hasil tani asli (kacang jangan, jagung
8. Bidang teknologi : kapal terbng, komputer, hp besar, bom, terbuat dari kerdus
9. Bidang pendidikan : siswa tk, sd, slpt, slta, pergurun tinggi (mahsiswa), guru, dosen, buku, pensil, bolpoint besar , dll terbuat dari kerdus,
10. Bidang keamanan : pakaian ternatara, polisi miniatur bedil terbuat dari kayu atau bambu, satpam, hansip, polisi pamong praja, siskampling (bawa kentongan/tetek)
11. Bidang budaya dan seni : lukisan atau patung, reog, barongan , dll12. Bidang ekonomi : majikan, bos, direktur, membawa koper, miniatur uang terbuat dari kardus—jumlah petugas menyesuaikan

Gambar 18
Foto karnaval seni

12. Bidang perdagangan : penjual jamu gendong, penjual asongan, pedagang kaki lima, penjual balon (plendungan , mainan anak-anak dll14. Bidang peternakan : ternak aslil, seperti ayam, bebek dll atau miniatur hewan terbuat dari kardus—jumlah petugas menyesuikan
13. Bidang perindustrian/kerajinan : pekerja tukang kayu, ukir, miniatur patung, gergaji, palu terbuat dari kadus atau produk asli jepara
14. Bidang perikanan/kelautan : kail, jala, seser, kepis, miniatur ikan, perahu dll
15. Bidang kewartawanan/pers/tv : wartawan, reporter tv,kamera, koran, majalah, loptop,
16. Bidang kesehatan : pakaian dokter., perawat, miniatur alat suntuk, alat-alat keluarga berencana dll
17. Bidang kehutanan : miniatur kayu glondong kering, pencuri kayu, gergaji, kapak (bel)
18. Bidang agama : beberapa anak berpaian adat keagamaan, miniatur tasbih besar
19. Bidang penerangan listrik : neon, balon dan kabel
20. Bidang politik : miniatur kotak pemilu dan coblosan besar, dpr, kpu, panwaslu
Pelaksana kegiatan karnaval yang mempunyai kapasitas besar dan melibatkan seluruh siswa dan guru ini dibentuk dalam kepanitiaan untuk menggerakkan agar yang tersusun sbb:

Pelindung/penasehat :
H. Markuwan (Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda Nahdlatul Ulama Mlonggo Jepara)
Penanggung Jawab :
1. Drs. H. Sugiwanto, MM (Kepala MA)
2. Zainuddin, S.Pd.I
Ketua Umum :
Drs. Maswan, MM (Waka HUMAS MA)
Wakil Ketua I :
Drs. Kriswiyoso (Waka Kesiswaan MA)
Wakil Ketua II :
Turkani, S.Pd. (Waka Kesiswaan MTs)
Sekretaris Umum :
Syaiful Hudin, S.Ag (Ka TU MA)
Wakil Sekretaris I :
Nurul Asyik (TU MTs)
Wakil Sekretaris II :
Nur Rifa’i (Guru MA)
Bendahara I :
Umi Hanik (Bendahara MTs)
Bendahara II :
Nanik Nurusy Syafaati, S.Pd.I ( Bendahara MA)
Seksi-seksi/koordinator:
1. Perlengkapan dan Pengerahan Massa : Semua Wali Kelas MTs-MA
2. Keamanan dan Ketertiban Jalan : Sudarsono, S.Pd (Guru MA), Drs. Makmur Haris (Guru MTs)
3. Publikasi dan Dokumentasi : Rully Setianto, S.Pd (Guru MA), Arief Effendy, S,Pd (Guru MTs)
4. Konsumsi : Nur Azizah, S.Ag (Guru MA),. Mamik Handayani (Guru MTs)
5. Kesehatan dan P3K : H. Kasmun, S.Pd.I (Guru MA), Sunaryo (Guru MTs)
6. Dewan Juri :Syaifun Nasir, S.Ag (Guru MA), Abdullah Hafidz (Guru MTs)
7. Pengatur Pasukan dan Pemberangkatan Thoyyibin, S.Pd. (Guru MA), Budiyanto, S.Pd (guru MTs)

Unit karnaval MA-MTs MH Mlonggo dalam lomba karnaval tingkat kecamatan Mlonggo tersebut, mendapat juara I, Selain ada penilaian dari dewan juri tingkat kecamatan, sesuai dengan ketentuan penilaian yang berlaku, secara otonom para dewan juri yang dibentuk oleh pnitia tingkat sekolah MA-MTs, menentukan kriteria dengan unsur yang dinilai adalah :
1. Banyaknya jumlah bidang yang ditampilkan
2. Banyaknya jumlah miniatur yang ditampilkan
3. Keserasian kostum/pakaian dengan bidang yang ditampilkan.
4. Kemampuan komentar untuk menerangkan bidang dalam kelompoknya.
5. Kemeriahan tampilan team yang mengakibatkan suasana hidup dan semarak
6. Kekompakan dan kedisiplinan berperilaku di jalan

Gambar 19
Foto karnaval membawa spanduk

Untuk kejuaraan diambil berdasarkan kriteria tersebut dapat diperoleh hasil setelah dilakukan penilaian hasilnya adalah:
Juara Umum diraih oleh : Kelas XII IPS1 MA
Juara tingkat sekolah: Unuk MA
Juara I diraih oleh : Kelas XII IPS1 MA
Juara II diraih oleh : Kelas XII IPS3 MA
Juara III diraoih oleh: Kelas XII IPS4 MA
Juara tingkat sekolah: Unuk MTs
Juara I diraih oleh: Kelasa IX H MTs
Juara II diraih oleh: Kelas VII F MTs
Juara III diraih oleh : Kelasa VII A MTs
Juara harapan I oleh: Kelas VIII E MTs
Juara harapan II oleh : Kelas IX A MTs
Juara harapan III oleh: Kelas IX I MTs
Selain panitia memberi hadiah juara pada peserta, sekolah juga memberi Penghargaan
kepada Wali Kelas, yang kelasnya mendapat juara mendapatkan PIAGAM PENGHARGAAN.
Bapak Drs. Maswan, MM, yang awal sebagai penggagas dan mendesain Karnaval kolosal ini, setelah ditawarkan kepada kepala MA Drs. H. Sugiwanto, MM dan juga disampaikan kepada Kepala MTs Zainuddin MS, S.Pd.I mendapat sambutan positif, dan setelah disosialisasikan kepada peserta didik menyembut senang dan antusias sekali. Masalah dana untuk masing-masing kelas dibebankan kepada kelas dan wali kelas. Di luar dugaan ternyata dana yang dikeluarkan untuk karnaval tersebut setelah dihitung secara keseluruhan menghabiskan dana sebesar Rp 18.869.000, (delapan belas juta delapan ratus enam puluh sembilan ribu rupiah)
Kegiatan karnaval yang dilaksanakan bersamaan dengan panitia Peringatan HUT ke- 64 Kemerdekaan RI Kecamtan Mlonggo, dapat berjalan sukses. Karena mendapat dukungan dari semua pihak, baik para siswa, guru dan para simpatisan dan melibatkan ribuan orang. (Rf/Tyb)


LKOK:
SEBAGAI WAHANA PENGEMBANGAN DIRI


Orgamisasi adalah sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Dalam prakteknya organisasi yang ada di setiap lembaga baik organisasi social, agama dan juga dalam lingkungan pendidikan belum dapat tertata secara maksimal. Hal ini karena secara umum, personal yang tergabung dalam organisasi tersebut sebagai pengurus belum memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, demikian Ketua Panitia, Drs. Maswan, MM mengatakan kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Organisasi Kelas MA MH Mlonggo yang dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 Juli 2009 yang lalu.
Lebih lanjut dikatakan, “Di dalam lingkungan pendidikan, organisasi yang terbentuk dalam kerangka system masing-masing kompomen mempunyai komunitas sendiri-sendiri. Secara structural Organisasi OSIS dan kelas, mempunyai andil besar dalam kemajuan pendidikan di mana lembaga tersebut berada. Dalam prakteknya, organsasi siswa di sebut di atas belum maksimal penataannya. Oleh sebab itu dalam rangka untuk meningkat mutu organisasi OSIS dan Kelas tersebut agar berdaya guna, maka Madrasah Aliyah (MA) Mathalibul Huda Mlonggo mengadakan pelatihan kepemimpinan. Dalam rangka agar organisasi yang ditangani siswa dapat dimenej secara professional”
Kegiatan Pelatihan yang dilaksanakan hari Kamis dan Jumat, bertempat di Lantai III gedung MA MH Mlonggo tersebut, mempunya beberapa tujuan, diantaranya adalah:
1. Untuk meningkatkan kemampuan pengurus kelas dan OSIS dalam penanganan organisasi
2. Untuk member wawasan tentang manajemen dan organisasi yang lebih baik.
3. Untuk member bekal pengeahuan tentang bagaimana penelolaan administrasi kelas dan oSIS
Dalam rangka untuk memberi semangat dan kegairahan kepada aktivis kelas, maka peserta yang dilibatkan adalah pengurus kelas, pengurus OSIS dan beberapa aktivis organisasi lainnya.
Kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini, dibekali beberapa materi yang disampaikan oleh nara sumber yang diatur dengan jadwal kegiatan sebagai berikut:
1. Organisasi dan Manajemen : Drs. Maswan, MM
2. Administrasi Kependidikan : Syaifun Nasir, S.Ag.
3. Aplikasi Pengisian Data Administrasi : Syaiful Hudin, S.Ag
4. Pemantapan Kode Etik (tata tertib) : Drs. Kriswiyoso

Kegiatan yang dibeayai oleh Madrasah tersebut mendapat sambuatn dari peserta secara positif, dan berhasil terlasana sesuai dengan target yang diinginkan, karena para peserta melakukan dengan penuh tanggung jawan, dan dari pihak orang tua wali murid juga sangat mendukung kegiatan tersebut. (S.Hd)


MALIDA ENGLISH CLUB (MEC)
Dari : Dewi Wijayanti (XI.IPA)


Do you kow guys ! what is MEC?. Well, akan saya jelaskan. MEC adalah sebuah perkumpulan anak – anak yang pingin bisa dan suka bahasa inggris. Siapa yang ingin bisa berbicara bahasa inggris. Silahkan bergabung di MEC.

Malida English Club ini mulai dirintis tahun 2004, dimana waktu itu ada dua kelas intensive putra dan putri. Berawal dari kelas tersebut kemudian seiring dengan waktu akhirnya terbentuklah english Club MA. Mathalibul Huda mlonggo. Pada waktu awal berjalan memang belum mempunyai program – program yang jelas hanya pelajaran tambahan lewat les dan study karya wisata. Pada waktu tersebut memang kelas tersebut terdiri dari kelas – kelas yang siswanya diatas rata – rata sebuy saja para alumni seperti ( Tantri fitrotun Nisa’ (Guru Aliyah Sekarang)., Tatik Susanti dari Demeling, Ainis Syafa’ah dari Jambu Timur, Ahamd Mubais (Guru Bahasa Inggris Sekarang), Ristiani (tengguli), Anis Sholikhatin (Guru MTs Sekarang). Generasi tersebut merupakan generasi perintis yang sangat berperan sekali dalam pengembangan MEC selanjutnya. Setelah itu dilajutkan dengan era yang bisa dikatakan generasi emas dari aliyah mathalibul huda mlonggo dalam bahasa inggris. Dimana waktu itu di komandani oleh Titik Muzayanah (Moza) (Kuwasen, Eks Penyiar Radio Idola), Dwi Irawati (Jambu timur,Bekerja di Hotel Kalingga), Siti Khotimah (Karanggondang , Sekretaris perusahaan Meubel), udzrotun Afifah (Jambu timur), Ulfatun Nadfhifah (SinaNggul), Nikmatul Fitriyah (Sinanggul), Kuat Pujianto (Srobyong), Ahmad Bashori (Demeling), Lia marica Safitri (Sinanggul), Khotimatun Khasanah, Rohmawati ( Sinanggul), Eva Zuliana (Jambu Barat ), Eka Rohmawati (Slagi), Totk tri Hadi S (Bondo) dan masih banyak lagi. Setelah masa – masa itu MEC Vacum Selama satu tahun karena sudah tidak ada lagi kelas intensive, baru di tahun 2006 MEC hidup lagi. Pada masa ini MEC sudah bergerak lebih jauh lagi. Melalui MEC ini Madrasalh Aliyah Matahalibul Huda mlonggo mulai merambah keluar untuk

Gambar 20
Foto kegiatan engglis club

mengikuti ajang lomba – lomba yang berhubungan dengan bahasa inggris misalnya: reading comprehension, specch, news reporter dan debat bahasa inggris. Dengan Generasi dibawah Tri sutrisno (Mahasiswa IAIN Jur. MTK), Wachidatul Annisa (Kuwasen, Matematika IKIP PGRI Semarang), Eni (Kuwasen, Syari’ah IAIN Walisongo), Nurlia Astika (Fisika, IKIP PGRI Semarang), Lilis Maftuhah (Guyangan,B.Indonesia, UNNES Semarang), Eka Dewi Kurniawati (Kawak), Novita handayani (Matematika, IKIP PGRI Semarang), Istianik (Srobyong) MEC sudah pernah mengikuti berbagai lomba. Yang sangat berkesan adalah lomba news reporter dan debate.

Nah teman – teman ini saatnya era kita untuk lebih memajukan MEC karena tidak banyak sekolah yang mempunyai english club seperti yang ada di Aliyah kita. Ada berbagai terobosan yang akan dilaksanakan oleh MEC diantaranya adalah : pemaksimalan program – program MEC yaitu :
1. latihan rutin setiap hari Jum’at jam. 08.00 s/d selesai
2. Latihan di luar
3. Bulan Bahasa / English day
4. Study karya wisata
Sekali Lagi yuk gabung di MEC.



HAPPY PEMBELAJARAN INGGRIS DENGAN DRAMA, MONOLOG AND SINGING A SONG.

Gambar 21
Engglis club

Belajar, Apa sih itu belajar. Belajar adalah memanusiakan manusia. Maksudnya adalah mengerahkan segala potensi yang ada dalam diri setiap manusia yang telah diberikan oleh tuhan YME. Nah... teman – teman dan para pembaca yang budiman. Perkenalkan Namaku adalah CICIK. Aku dari kelas XII. IPS 3. Aku sangat suka and senang sekali pada madrasahku yaitu MA. Mathalibul Huda mlonggo. Aku sangat menyukai bahasa inggris. Karena bahasa inggris adalah bahasa internasional yang sangat luas digunakan oleh seluruh negara didunia apalagi dalam unlimited life (kehidupan tanpa batas) atau yang lebih keren istilahnya dengan Globalisasi.Baiklah teman – temanku, tahu tidak bahwa di Aliyah Mathalibul Huda Mlonggo ada suatu hal yang menarik dalam pembelajaran bahasa inggris, dimana sistemnya lain dari pada yang lain. Setia individu dari kita dituntut untuk kreatif, inovatif dan berkreasi sendiri sesuai dengan kemampuan kita. Jika kita cermati lebih dalam dulu pembelajarannya sering menggunakan tehnik metode ceramah, yang hanya mengerjakan soal dan membahasanya, padahal kita kan tahu kawan, bahasa adalah sesuatu yang universal dimana harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari. Tetapi sekarang saya menemui hal yang sangat berbeda pembelajarannya sungguh mengasikkan. Kamu mau tahu cerita selanjutnya kawan....!
Baiklah akan saya lanjutkan.
Rata – rata siswa dari MA. MH mlonggo adalah dari kalangan menengah kebawah, nah .. dari sini para guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan bakat anak atau dengan kata lain segala potensi yang ada pada diri siswa melalui pelajaran yang diampunya. Para guru bahasa inggris di MA. MH mlonggo tahu akan hal itu maka sedapat muungkin harus berkreasi dalam memotivasi anak untuk bisa memunculkan suatu dalam diri siswa. Salah satu cara adalah dengan singing a song. Sungguh merupakan kebanggan dan menumbuhkan motivasi jika melihat gurunya bisa menyanyi dengan suara yang merdu apalgi bisa meminkan musik misalnya gitar, piano atau yang lainnya dengan baik, dan juga manyajikan lagu yang sangat sesuai dengan kondisi siswa sekarang. Contohnya Aku sangat suka dengan lagu ; All quite you’ve done dari group musik Jet dan I miss you like crazy dari the moffats karena apa aku jadi teringat akan memori / kenanganku lagi dan akhirnya aku sangat menghayati dan menikmati lagu tersebut.
Ada lagi Drama, yang mana melatih mental dan kreatifitas kita serta kemampuan kita dalam berkerjasama dengan teman – teman dalam satu kelompok dimana kita harus menyatukan ide, gagasan serta ego masing – masing, dan yang paling menantang lagi adalah pelaksanaannya tidak didalam kelas tetapi saat Istirahat. Wah... sungguh – sungguh sangat mendebarkan dan membuat dag, dig, dug jantung setiap kelompok. Yang pasti dengan drama kita bisa mengekploitasi segala potensi yang ada pada diri kita. Sebetulnya masih banyak pembelajaran yang lainnya yang bisa kamu dapatkan dalam mata pelajaran bahasa inggris di MA. Mathalibul Huda mlonggo
Nah ..... Kawan - kawan. Yang jelas dalam pelajaran bahasa inggris dijamin kamu pasti senang. Dan ingat kamu pasti tidak akan menyesal sekolah di MA. Mathalibul Huda Mlonggo karena Madrasah ini mempunyai MEC ( Malida English Club). Yang jelas kita yang dari 0 % tidak bisa dari sini kita bisa/mendapatkan bekal yang sangat berharga. WHO KNOWS guys. Allah is Almighty.



Profil Kepala Madrasah


PROFIL KEPALA MA

Drs. H. SUGIWANTO, MM

TENANG, TETAPI MANTAP JADI PIMPINAN

Gambar 22
Foto pak sugiwanto

Drs. H. Sugiwanto, MM, orangnya tenang dan penampilannya pun biasa dan wajar-wajar saja. Anak nomer satu dari Sembilan saudaranya yang terlahir dari Ibu Hj. Suyati dan bpk H. Sunardi dari Demeling ini, sejak kecil memang sudah mempunyai jiwa pemimpin. Terbukti pada saat sekolah di PGA Mathalibul Huda Mlonggo 35 tahun yang lalu ia sudah menjadi ketua kelas., Sugiwanto yang punya perawakan bgendut sejak kecil ini lahir di Jepara, tanggal 12 Agustus 1958. Tepatnya di Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara adalah Kepala Madrasah Aliyah (MA) Mathalibul Huda Mlonggo periode kedua setelah menggantikan Drs. H. Mustaqim, M.Pd. Jabatan Kepala MA yang diduduki tahun 2005, hingga sekarang memang cukup melelahkan, karena masalah madrasah atau pendidikan ini cukup komplek dan perlu pemikiran yang serius. Namun Drs. H. Sugiwanto, MM, yang gelas S1 jurusan Kurikulum Teknologi Pendidikan, dirampungkan di Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang ini, tampaknya menganggapnya hal yang biasa. Ilmu pendidikan yang diperolehnya dari almamaternya dirasa sangat tepat untuk memanej pendidikan yang dikelolanya ini. Lebih-lebih kesehariannya sudah terbiasa menangani masalah dalam kelmpok organisasi social.
H. Sugiwanto, yang kini menjadi Kepala Madrasah Aliyah Mlonggo, sangatlah tepat, selain memahami kurikulum pendidikan, ia juga mengambil program minor jurusan Administrasi Pendidikan. Jurusan minornya ini memang disiapkan untuk menjadi kepala sekolah. Selain itu, waktu menjadi Mahasiswa selain tekun dalam bidang akademis, juga aktif dan biasa pemimpin dalam oraganisasi kemahasiswaan. Tidak tanggung-tanggung orang yang kelihatannya santai dan tenang ini, ternayata mampu memimpin ratusan bahkan ribuan mahasiswa waktu di IKIP Malang tahun 1983. Beliau menjadi Ketua Umum Dewan Racana Pramuka Pandega IKIP Malang periode 1983/1984,
Proses panjang pendidikan yang dilaluinya mulai SDN Suwawal diselesaikan tahun 1971, dan sekolah lagi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambak ditempuh 2 tahun. Setamat dari MI baru melanjutkan ke PGAP tahun 1973 Mathalibul Huda Mlonggo dan tamat tahun 1977. Dia mengaku bahwa sekolah yang paling berat dan sangat mengesankan adalah waktu di PGAP Mathalibul Huda Mlonggo ini. Mengapa, dari jumlah 60 orang lebih yang ikut Ujian, yang lulus hanya 6 orang, termasuk dia dan temannya Maswan, yang sampai sekarang tetap bersama. Bersama Maswan, beliau menapak jalan melanjutkan ke PGAA Negeri Kudus tamat tahun 1979/1980, lalu ke IKIP Negeri Malang program S1 Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) tamat tahun 1985, dan Program Pasca Sarjana (S2) nya diselesaikan di STIE AUB Surakarta tahun 2009.
Dalam jajaran organisasi kependidikan di Madrasah Aliyah se Kabupaten Jepara yang terbentuk dalam KKMA 2, beliau ditunjuk menjadi sebagai ketua untuk periode 2005 s.d 2008 dan periode 2008 s.d 2011. Di sela-sela kesibukannya mengurus sekolah, Pak H. Sugiwanto yang beristrikan Dra. Hj. Hindun (Guru SMKN 2 Jepaea) mempuyai dua anak yaitu Muhammad Ali Muzakki (kuliah di UNDIP Semarang) dan Istiqlala Nur Aliya (SMPN 1 Jepara kelas IX), mengaku tidak pernah lelah ikut organisasi keagamaan di lingkungan Nahdliyain. Kiat yang dipegangnya, adalah yang penting ikhlas dan dasarnya senang. Sugiwanto yang lulusan Magister Manajemen (MM) ini, dalam organisasi Nahdhatul Ulama (NU) MWC Mlonggo menjabat sebagai Ketua Tanfidliyah pada hidmat 2008/2010, hal ini sebagai perwujudan kecintaan terhadap organisasi yang berfaham ahlussunnah wajamaah. Pengabdiannya di NU yang begitu kuat, maka hingga kini beliau masih masih dipercaya menjadi Dosen di Inatitut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara. Menantu dari Bapak KH. Asjhadi (almarhum) yang dulu sebagai Ketua Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo ini, juga pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan (PD II) Fakultas Tarbiyah INISNU Jepara periode 1989/1994. (Tyb/Rf/Ms)













PROFIL KEPALA MTs

ZAINUDDIN MS, S.Pd.I

DARI KEPALA TU, MENJADI KEPALA MADRASAH


Gambar 23
Foto pak zainuddin

Zainuddin MS, S.Pd.I, (52th), adalah Putra dari KH. Moehsin Astroredjo, yang beramat asi dari Desa Jambu Timur Jecamatan Mlonggo Jepara. KH Moehsin adalah tokoh agama yang juga sebagai salah satu pendiri dan cikal bakal Lembaga Pendidikan Islam Mathalibul Huda Mlonggo. Tidak salah kalau Bapak Zainuddin, sebagai putra dari Mbah Moehsin, tahun 2009 ini, ditetapkan menjadi Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathalibul huda Mlonggo, karena secara historis dan hunungan nasab masih ada benang merah dengan ayahnya.
Zainuddin yang saat ini menjabat Kepala MTs, setelah meninggalnya Bapak H. M. Nooryahman, mempunyai beban cukup berat, karena harus mengendalikan dan sejaligus mengelola madrasah yang cukup besar untuk menuju masa depan pendidikan yang lebih baik. Sebagai Kepala madrasah, ia harus memimpin guru 76 orang, karyawan tenaga tata usaha berjumlah 9 orang, dan juga harus mengelola peserta didik yang berjumlah sekitar 1121 siswa.
Bapak dari 3 anak; Muayyida Fitriani, Kjoridatul Nahiya dan M. Rabith Fuadi dari hasil pernikahannya dengan Halimah dari Keling Jepara ini, dalam penanganan Madrasah walaupun terasa berat, tetapi dianggapnya sebagai hal yang biasa. Karena Sejak waktu MTs dipegang oleh M. Nooryahman, zainuddin menjadi wakil kepala madrasah tahun 2005 dan sebelumnya selain menjadi guru juga merangkap sebgai Ketua Tata Usaha MTs.
Sebagai seorang guru, zainuddin mengawali pengabdiannya di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo dimulai tahun 1983 mengajar mteri pelajaran Aqidah Akhak dan tahun 1985 merangkap menjadi kepala Tata Usaha. Di sela-sela kesibukan menjadi guru di MTs MH Mlonggo, juga pernah menjadi guru di beberapa sekolah atau madrasah, di anataranya di MTs dan MA Maftahul Falah Sinanggul Mlonggo, MTs Darul Ulum Karanggondang, dan juga pernah menjadi guru di SMP Ma’arif Bangsri waktu Kepala Sekolahnya Bapak Drs. Maswan.
Zainuddin, selainn sebagai guru swasta yang dhidupnya dicurahkan dalam pengabdian di bidang pendidikan Islam, juga di sela-sela kesibukannya menjadi pengajar, sebagian waktunya digunakan untuk ikut mengurusi organisasi sosial dan keagamaan. Di antara organisasi yang pernah diikuti dan jabatan yang pernah diduduki adalah, sebgai sebgai Pembina IPNU/IPPNU Anak Cabang Mlonggo, Seretaris GP ANSOR Aanak Cabang Monggo, Sekretri II Lembaga Pendidikan Ma’arif Cabang Jepara, Sekretaris NU MWC Molonggo dan masih banyak lagi organisasi yang ditangani di desanya. (Ms-Kml)



PROFIL KEPALA MI

Mulhadi, S.Pd.I, MM:

Sang Pendekar MI

Gambar 24
Foto pak Mulhadi

Pak Mul, begitulah panggilan akrabnya. Nama lengkapnya sejak kecil adalah Ahmad Mulhadi, di desa Jambu ia dilahirkan 41 tahun yang lalu tepatnya tanggal 5 Nopember 1968. Ahmad Mulhadi kecil hidup ditengah keluarga miskin yang serba kekurangan, sebab sejak usia 5 tahun ayahanda tercinta bapak Anwar dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, ia hidup bersama sang ibu Zulaihah dan keempat saudaranya yang semuanya masih kecil dan berjenis laki-laki, kalau orang jawa bilang Pandawa Lima, dan ia merupakan putra keempat.
Sepeninggal sang ayah, dia lalui kepahitan hidup dengan penuh kesabaran, sebab semenjak usia 5 tahun tersebut tiap pagi sebelum sekolah, ia harus mondar mandir ke pasar untuk mengantar dagangan makanan tahu milik tetangga, tentu saja ia dapat upah dari apa yang dilakukan. Hal ini berlangsung hingga dia duduk di kelas lima MI Mathalibul Huda Mlonggo.
Pada tahun 1981 ia tamat dan lulus terbaik kelas 6 MI.Mathalibul Huda Mlonggo, selanjutnya diapun melanjutkan di MTs MH Mlonggo dan lulus tahun 1984. Berkat dukungan moral dan material dari sang kakak, selepas dari MTs dia meneruskan sekolahnya di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Kudus. 3 tahun menuntut ilmu sambil bekerja di sebuah toko di Pasar Jember Kudus selepas pulang sekolah, hal tersebut berlangsung hingga tamat dari PGAN tahun 1987.

Selepas tamat dari PGAN Kudus, dia mendarmabaktikan ilmunya di MI MH Mlonggo yang ketika itu ditugasi oleh Bapak A. Aly Rondly ( Kepala MI Waktu itu ) untuk mengajar di kelas 1 sebagai uji coba kemampuan dedaktis methodis yang dimiliki. Setahun kemudian dia dipercaya untuk mengajar di kelas 4,5 dan 6 dengan memegang fak pelajaran Matematika. Pada tahun 1992 ada perombakan dari sistem guru fak menjadi guru kelas, maka pada tahun 1994 ditunjuk menjadi guru kelas 6 hingga berlangsung sampai tahun 2002. semenjak itu prestasi akademik MI mengalami peningkatan prestasi yang luar biasa sebab hasil nilai Ebtanas sejajar dengan SD yang tergolong SD faforit di kecamatan Mlonggo.
Prestasi tersebut ia bangun tanpa mengenal lelah, dia melaksanakan pembelajaran sejak pagi hingga sampai jam 2 siang dan tak pernah memikirkan berapa imbalan yang diterima, sebab ia berpikir dalam pengabdian ini tak mungkin ia dapatkan imbalan materi yang memadai walau hanya dibandingkan sebagai tukang amplaspun, andai mengharapkan pahala belum tentu apa yang dilakukan dapat berbuah pahala, sebab pahala adalah rahasia Sang Pencipta yang tak bisa diprediksi untuk didapatkan, maka iapun bertekat untuk mencari kepuasan batin dengan menorehkan prestasi bagi anak didiknya agar bisa sejajar dengan sekolah yang berstatus Negeri.
Pada saat itu ada image yang berkembang di masyarakat bahwa MI merupakan pendidikan dasar yang terkesan tidak mutu. Hal ini bisa dimaklumi karena sesuai kenyataan MI sangat tertinggal prestasi akademiknya terbukti dari hasil Ebtanas dan lomba-lomba akademik lainnya pada saat itu. Terpicu dari torehan prestasi dari MI MH Mlonggo inilah menjadi tonggak kebangkitan MI lain yang ada di Kecamatan Mlonggo yang Alhamdulillah sekarang ini MI di Kecamatan Mlonggo mengalami peningkatan kualitas akademik yang relatif setara dengan SD di Kecamatan Mlonggo.

Pada tahun 2002 semua GTT pada SD Negeri diangkat untuk menjadi guru kontrak daerah, termasuk dirinya yang disamping mengajar di MI ia juga merupakan GTT di SD Negeri, selang 4 bulan kemudian yaitu pada tahun 2003 ia lolos seleksi ujian Guru Bantu untuk mapel PAI yang merupakan satu-satunya orang Mlonggo yang lolos untuk formasi tersebut yang kemudian ditugaskan di SD Negeri Jambu 04 atau lebih dikenal sebagai SD Induk, selanjutnya pada tahun 2004 dengan bermodalkan ijazah PGAN ia pun berhasil lulus ujian penyaringan PNS yang hanya tersedia 7 formasi se kabupaten Jepara sebagai Guru PAI formasi Departemen Agama yang kemudian ditugaskan di SDN Jambu 04 pula dengan pangkat dan golongan II/a. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya mengingat persaingan yang sangat ketat.

Ketika menjadi guru bantu iapun harus menyempatkan waktu untuk meningkatkan kualitas akademik ke jenjang perguruan tinggi, maka masuklah ke Program Diploma 2 PAI INISNU Jepara yang kemudian dilanjutkan ke jenjang S1 dan berhasil menyelesaikannya serta diwisuda pada bulan Maret 2008 dengan gelar S.Pd.I dengan nilai Comlaude. Selesai S1 kemudian melanjutkan ke jenjang setingkat lebih tinggi yaitu S2 di Unissula Semarang dengan mengambil Program Magister Managemen (MM) yang telah diwisuda pada tanggal 17 Oktober 2009 ini, dengan ilmu yang ia dapat, diharapkan bisa digunakan untuk lebih memajukan lembaga yang ia pimpin sejak bulan Maret 2007 hingga bulan Maret 2012 menggantikan Almarhumah Hj. Umairoh yang telah pulang ke Rahmatullah, agar menjadi sebuah Madrasah yang memiliki nilai kompetitif tinggi di Kabupaten Jepara. Harapan ini dapat terwujud apabila ada dukungan yang cukup dari semua pihak terutama pengurus yayasan maupun stakeholder lain (begitulah harapnya).

Seiring dengan amanah yang diberikan tersebut maka mulai 1 Juni 2007 Pak Mul secara resmi pindah tugas dari SD Negeri Jambu 04 ke MI MH Mlonggo. Semoga dibawah kepemimpinannya diharapkan dapat membawa MI MH Mlonggo menuju MI yang unggul dan menjadi rujukan bagi masyarakat Mlonggo dan sekitarnya amin.(Ms)
PROFIL GURU

Drs. MASWAN, MM

AKTIVIS ORGANISASI DAN PENULIS BUKU

Gambar 25
Foto pak maswan

Maswan, lahir di Jepara, tanggal 21 April 1960. Tepatnya di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Ia dilahirkan dari keluarga besar Bpk.H. Irham dan Ibu Hj. Asiyah, anak ke tiga dari ke tigabelas saudaranya. Proses panjang pendidikan yang dilaluinya SDN Sekuro tamat tahun 1973, PGAP Mathalibul Huda Mlonggo tamat tahun 1977, PGAA Negeri Kudus tamat tahun 1979/1980, IKIP Negeri Malang program S1 Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) tamat tahun 1985, dan kini mengambil Program Pasca Sarjana (S2) di STIE AUB Surakarta tahun 2009.
Setelah tamat S1 dari IKIP Malang tahun 1985, kembali ke kampung halaman mengabdikan diri di lembaga pendidikan swasta. Pengalaman mengajar yang pernah dilakukan, antara lain: Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathalibul Huda Mlonggo, sebagai pembina OSIS, mengajar Bahasa Indonesia, SMA M Bangsri sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum mengajar Bahasa Indonesia dan Seni Rupa, SMA Bhakti Praja Mlonggo sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum mengajar Bahasa indonesia, SMA Bhakti Praja Bangsri sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan mengajar Bahasa Indonesia dan Seni Rupa, SMP Ma’arif Bangsri sebagai Kepala Sekolah.
Pengabdian di lembaga pendidikan swasta dilakukan sampai sekarang, lulus Sarjana S1 tahun 1985, hingga kini pemerintah tidak pernah mengangkat menjadi pegawai negeri yang seharusnya diangkat dan ditempatkan di Kantor DIKNAS sekaang DIKPORA, untuk bidang Perencana Pendidikan Nasional, karena dia lulusann Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Maka tidak salah, selain menjadi guru juga berwiraswasta membuka Perusahaan Furniture (Mebel).
Sekarang masih aktif di Madrasah Aliyah (MA) Mathalibul Huda Mlonggo, MENGAJAR BAHASA INDONESIA sekarang menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah bidang HUMAS dan KESRA dan Dosen di Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara, sebagai Pembantu Dekan (PD III) Fakultas Tarbiyah, mengajar Mata Kuliah TEKNOLOGI PENDIDIKAN.
Pengalaman organisasi bidang penulisan dan seni; pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Penulis (HMP) IKIP Malang sebagai ketua Bidang Pers Mahasiswa, Staf Redaksi dan Wartawan Kampus Surat Kabar KOMUNIKASI IKIP Malang, Ketua Dewan Redaksi majalah SIAR HMP IKIP Malang. Dan pernah menjadi Dosen Luar Biasa/instruktur SENI UKIR di Sanggar Seni IKIP Malang.
Di INISNU Jepara, sebagai Anggota Senat Institut, pembina Pramuka Pandega Dewan Racana Kalijaga, Pimpinan Redaksi Jurnal Ilmiah Fakultas Tarbiyah.
Selain di kampus, sekarang masih aktif kegiatan diberbagai organisasi pendidikan dan sosial, antara lain menjadi pengurus Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Jepara sebagai Seksi Bidang Penelitian dan Pengembangan Organisasi, Wakil Ketua Persatuan Guru dan Karyawan Swasta Indonesia (PGKSI) Cabang Jepara, Ketua II Lembaga Pengkajian dan Pendidikan Ketrampilan Masyarakat (LP2KM) Jepara. Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Ulum Jerukwangi Bangsri Jepara.
Selain itu, juga pernah menjadi Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Cabang Jepara Bidang DIKMENUM, Sekretaris dan Wakil Ketua LP Ma’arif PMWC Mlonggo, Pengurus Ansor Ancab Mlonggo, Pembina IPNU/IPPNU Ancab Mlonggo, dan Pengurus NU MWC Mlonggo, bidang Ma’arif.
Pengalaman menulis, pernah menulis beberapa artikel dan resensi buku di beberapa surat kabar harian umum dan majalah, di ataranya SUARA INDONESIA Malang, KOMUNIKASI Malang, WAWASAN Semarang, KARTIKA Semarang, BAHARI Semarang, KEDAULATAN RAKYAT Yogjakarta, Majalah Pelajar MOP Semarang, Majalah Wanita FEMINA Jakarta, dan lain-lain.

Menulis buku berjudul:
1. Jalan Setapak Menuju Masyarakat Kerja diterbitkan oleh LP2MP Malang tahun 1983,
2. Multidimensi Sumber Kreatifitas Manusia diterbitkan Sinar Baru Bandung, tahun 1988
3. Mengungkap Tabir Imajinasi Manuia, diterbitkan di Sinar Baru Bandung tahun 1988
4. Cara Praktis Menulis Huruf, diterbitkan oleh TIGA SERANGKAI Solo, tahun 1985
5. SENI RUPA Untuk SMA Jilid I, II diterbitkan oleh TIGA SERANGKAI Solo tahun 1987
6. Berani Memulai Menulis Buku, Upaya Ide Kreatif bagi Guru, diterbitkan Karsa Manunggal Indonesia Jepara, tahun 2008
7. Memutus Lingkaran Setan KEMISKINAN, Kiat Sukses Kuliah sambil Kerja, diterbitkan Karsa Manunggal Indonesia, Jepara tahun 2008
8. Kado Pesan dan Kesan Pernikahan, diterbitkan Karsa Manunggal Indonesia, Jepara tahun 2008
9. Pendidikan Administrasi, Pedoman untuk Pengelolaan Organisasi, diterbitkan Karsa Mnunggal Indonesia, Jeparatahun 2009
10. 10.TEKNOLOGI PENDIDIKAN, Sebuah Konsep Pembelajaran Modern diterbitkan oleh Karsa Manunggal Indonesia, Jepara tahun 2009 (Rf-Tyb)


ABDULLAH HAFID, S.Ag

GURU TEKUN, DAN TIDAK BANYAK BICARA

Gambar 26
Foto pak Khafidz

Nama ABDULLAH HAFID, S.Ag, adalah guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathalibul Huda (MH) Mlonggo, yang kini dipercaya oleh Kepala Madrasah, untuk menjadi Waka Kurikulum. Pria, kelahiran Jepara, 20 Mai 1973 ini, termasuk mempunyai dedikasi tinggi terhadap MTs MH Mlonggo. Guru yang tekun dan tidak banyak bicara ini, mempunyai kelebihan dalam berpikir dan memunculkan konsep yang sistematis dalam bertindak.
Bapak dari dua anak yang bernama SAFNA AWALIA RAHMA dan RIZKI AKMAL FEBRIANSYAH yang dihasilkan dari pernikahannya dengan SITI SU’AIDAH, S.Ag ini, adalah sosok guru yang tidak pernah mengenal lelah. Apa yang menjadi tanggung jawabnya diselesaikan tanpa banyak mengeluh, maklum sejak kecil sudah terbiasa menjalani tantangan hidup berat. Dilihat dari awal mula sekolah di SD, jarak tempuh yang cukup jauh dijalani dengan jalan kaki. Dukuh Blebak yang letaknya di pesisir laut, termasuk wilayah RT 33/RW 07 Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo adalah dukuh terpencil. Anak ke-3 dari keluarga Bapak Shodik ini, termasuk mempunyai semangat kuat untuk menyelesaikan studinya. Setamat SD, ia melanjutkan di MTs dan MA MH Mlonggo yang dilalui dengan mudah dan sukses. Dan Sarjana S1-nya di Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang. Sebagai seorang sarjana Hukum Islam untuk dapat menjadi guru, maka ia akhirnya juga mengambil program Akta IV di Fakultas Tarbiyah diperguruan tinggi yang sama di Semarang.
Pak Hafid panggilan akrabnya, selain menjadi guru dan kini menjadi wakil kepala bidang kurikulum ini, mengaku mempunyai pengalaman dalam bidang organisasi social dan keagamaan di wilayahnya. Kegiatan kemasyarakat di tingkat desa ini, selain menjadi pengurus RT, juga sekian banyak organisasi yang ditanganinya. Diantara kegiaatan organisasi yang pernah dan saat ini masih dipegang adalah; 1. Sekretaris IPNU Ranting Sekuro II tahun 1990, 2. Sekretaris Remaja Masjid Ash-shidqien Blebak Sekuro tahun 1990 – 1995, 3. Sekretaris Ta’mir Masjid Ash-shidqien Blebak Sekuro tahun 2000 – sekarang, 4. Pembina Jamiyah Tahtimul Qur’an Remaja Masjid Ash-shidqien Blebak, 5. Wakil Ketua Pengurus TPQ Al-Furqon Blebak Sekuro tahun 1997 – sekarang, 6. Ketua Komite TK al-Islam I desa Sekuro 2000 – sekarang,
Selain kegiatan kemasuarakatan tersebut, kegiatan pendidikan sebagai seorang guru di Madrasah, beliau juga banyak menganani organisasi kependidikan, di antaranya adalah; 1. Guru Mapel fiqh kelas IX MTs MH Mlonggo tahun 2004 –sekarang, 2. Guru TIK MTs MH Mlonggo tahun 2005 – sekarang. Dan ada
Tugas Tambahan yang dibebankan kepadanya yaitu : 1. Waka Kurikurum MTs MH Mlonggo tahun 2007 – sekarang, 2. Wali Kelas tahun 2002 – sekarang, 3. Guru Pembimbing Les Komputer MTs, 4. Ketua MGMP Mapel fiqh KKMTs 02 Kabupaten Jepara tahun 2006 – sekarang.(Lt/Ms)



















ARTIKEL



Menciptakan Karakteristik Manajenen Pendidikan:

KIAT SUKSES PENGEMBANGAN MADRASAH


Perkembangan zaman yang kian maju cepat, yang diiringi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak mungkin akan dinikmati oleh orang-orang bodoh dan terbelakang. Untuk mengimbangi kemajuan tersebut, hanya dapat dicapai dengan bekal pendidikan yang layak. Pengelolaan pendidikan yang mampu menghasilkan mutu yang baik, tidaklah mudah seperti membaikkan telapak tangan. Penanganannya harus dilakukan dengan manajemen professional, dan dengan memahami karakteristik manajenen sekolah yang handal.
Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda Mlonggo Jepara, berdiri di tengah-tengah kehidupan masyarakat Mlonggo dan sekitarnya, mengalami kemajuan tidak bergantung pada proses alam, tetapi memang dibangun atas dasar komitmen yang kuat untuk menciptakan andasan kepercayaan pada masyarakat. Untuk melangkah ke depan dalam menata system pendidikan agar tetap bertahan dalam bidang kuantitas, juga sekarang yang harus ditata dan didesain agar mencapai kualitas, maka pola-pola pengembangannya dilakukan dengan menggunakan landasan manajemen terpadu.
Saat ini dalam pengeolaan pendidikan, tidak mungkin hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional, jika menginginkan lembaga pendidikan ini mampu bersaing dengan sekolah atau madrasah yang ada di sekitarnya. Diharapkan semua komponen yang terlibat dalam penanganan pendidikan di Yayasan Mathalibul Huda Mlonggo ini, memperhatikan beberapa karakteristik manajemen sekolah yang professional. Ada alasan penting, kenapa manajemen sekolah atau madrasah ini harus dibangun dengan landasan karakter manajerial. Pegelolaan pendidikan dengan berpedoman pada manajenen, akan lebih terarah dan mencapai hasil yang maksimal. Hal yang perlu mendapat perhatian serius, dalam menjalankan manajerial pengelolaan pendidikan adalah para pengurus dan para dewan guru berpegang pada fungsi dan karakteristik manjemen.
Fungsi dan Karakteristik Manajemen Sekolah
Menurut Arismunandar. (2006), dalam Sistem Manajemen Sekolah dikatakan, bahwa sekolah akan dapat menciptakan hasil yang maksimal haruslah memperhatikan beberapa fungsi dan karakteristik manajemen, di antaranya adalah:
1. Perencanaan dan Pengembangan Sekolah
• Perencanaan merupakan dasar bagi fungsi manajemen lain
• Perencanaan merupakan pernyataan mengenai kehendak di masa depan yang ingin dicapai
• Perencanaan meliputi jangka pendek, menengah dan panjang
• Sekolah yang efektif memiliki rencana pengembangan sekolah yang disepakati bersama
2. Iklim dan Budaya Sekolah
• Penciptaan dan pemeliharaan iklim yang kondusif untuk belajar
• Penciptaan norma dan kebiasaan yang positif
• Penciptaan hubungan dan kerja sama yang harmonis yang didasari oleh sikap saling menghargai satu sama lain
3. Harapan yang Tinggi untuk Berprestasi
• Penciptaan etos positif yang dapat mendorong siswa berprestasi
• Tanggung jawab yang tinggi bagi pembelajaran siswa,
• Harapan yang tinggi akan pekerjaan yang berkualitas tinggi,
• Pemberian perhatian pribadi kepada siswa perorangan.
4. Pemantauan terhadap Kemajuan Siswa
• Pemberian pekerjaan rumah kepada siswa
• Terdapat prosedur penilaian yang dilakukan secara terprogram (formatif dan sumatif)
• Pemberian balikan yang segera kepada siswa
5. Kepemimpinan Kepala Sekolah
• Sejauhmana tanggung jawab kepemimpinan diambil alih atau didelegasikan oleh kepala sekolah
• Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah berperan penting.
• Pendekatan kepemimpinan partisipatif
6. Pengembangan Guru dan Staf
• Guru merupakan fasilitator pembelajaran yang perlu dijaga kualitasnya
• Pengembangan profesional guru menentukan hasil pembelajaran
• Perlu adanya program pengembangan guru dan staf
7. Penguatan Kapasitas Siswa
• Tujuan akhir program pembelajaran adalah pada peningkatan kemampuan siswa
• Pemberian kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan potensi dirinya
• Penyediaan program dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar
8. Keterlibatan Orangtua dan Masyarakat
• Keterlibatan orangtua merupakan stimulus eksternal yang berperan penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran
• Kerjasama orangtua dan sekolah dalam pemberian bimbingan belajar dan dalam menumbuhkan kedisiplinan kepada anak mereka
9. Keterlibatan dan Tanggung Jawab Siswa
• Pembelajaran hanya mungkin terjadi bilamana siswa mempunyai pandangan yang positif terhadap sekolahnya dan peranan mereka di dalamnya
• Keterlibatan siswa menumbuhkan pada diri siswa rasa memiliki terhadap sekolah dan terhadap pembelajarannya sendiri
10. Penghargaan dan Insentif
• Pemberian penghargaan jauh lebih penting ketimbang menghukum atau menyalahkan siswa
• Penghargaan dan insentif mendorong munculnya perilaku positif dan, dalam beberapa hal, mengubah perilaku siswa (dan juga guru).
11. Tata tertib dan Kedisiplinan
• Kesepakatan kepala sekolah dan guru terhadap kebijakan disiplin sekolah
• Dukungan yang diberikan kepada guru bilamana mereka melaksanakan peraturan disiplin sekolah.
Jika Yayasan Pendidikan Mathalibul Huda Mlonggo mampu mempertahankan pengelolaannya, dan sekaligus mampu mengembangkan pola-pola majerial yang didasarkan pada ketentuan di atas, maka eksistensi Yayasan Pendidikan ini, akan tetap menjadi harapan masuyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan. Rancang bangun pengembangan pendidikan tidak hanya pada jenjang pendidikan dasar (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), tetapi sampai Perguruan Tinggi (PT). Dan sebagai nilai tambah, dalam mempertahankan karakter lembaga Pendidikan Agama Islam, harus juga dibangun pilar pendidikan nonformal berupa PONDOK PESANTREN MODERN dengan penguasaan bahasa Asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Arab), serta dibangun sebuah bengkel ketrampilan kerja yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadahi.
Apakah gagasan ini mimpi? Ya, ini mimpi! Kita memang harus bermimpi ke arah masa depan yang berbeda dengan kondisi sekarang. Kata kunci untuk meraih sukses dari mimpi ini, adalah BERANI. Berani melangkah untuk menghadapi tantangan ke depan yang lebih baik. Yayasan Pendidikan Islam Mathalibul Huda Mlonggo, secara kuantitas cukup besar dan kuat, karena yayasan ini sudah berdiri sejak tahun 1925. Berapa ribu abituren atau alumni yang sudah dicetak dan dididik oleh lembaga ini. Kita punya keyakinan besar, kalau alumni diajak bicara untuk membangun system kelembagaan pendidikan yang solid di masa depan. Jika potensi ini tidak dapat diwukudkan, berarti ada kesalahan manajemen yang hal ini, patut disayangkan. Semoga mimpi ini, menjadi kenyataan. (Maswan)


KETIKA RAHWANA BERDEBAT
TENTANG “GETHUK” DENGAN SRI RAMA

Written by : Mr. Rully (MA. Mathalibul Huda’s Teacher)

Gambar 27
Foto Pak Lury
Pada suatu ketika sri rama, dewi sinta, laksmana serta raden baratha berkumpul di rumah sri rama. Mereka mendiskusikan hasil panen mereka. Mereka mempunyai singkong yang banyak dari hasil panen. mereka sangking banyaknya mereka kebingungan harus diapakan karena tidak hanya itu selain singkong mereka mempunyai hasil bumi yang melimpah ruah ibarat lagu koes ploes itu . Laksmana berkata ” kakanda sri rama... pripun niki harus diapakan panen kita ini....” . begitu pertanyaan sang adik ini muncul sri rama kebingungan”. Akhirnya dia pun menjawab” adik- adikku kakang mas tak tahu harus diapakan ini”.”wah... wah... repot – repot, punya tanah subur , memang benar apa kata orang kerajaan kita ini makmur seperti apa kata group musik yang terkenal di kerajaan kita ini, yaa..yang liriknya begini” bukan lautan hanya kolam susu kail dan jala cukup menghidupimu.....Orang bilang tanah kita tanah surga tongkat, kayu pun bisa jadi tanaman”. Celetus Bathara.
Tiba – tiba suara yang merdu keluar dari mulut Dewi shinta.” kakanda tercinta, bila diijinkan dinda ada usul, bagaimana kalau singkong – singkong tersebut dinda coba untuk dibuat makanan”. ” ya...ya... benar itu....”. wah ide yang briliant sekali ...I jadi malah tambah love you full deh kakakku tercinta” clemong laksmana.
Selang beberapa hari akhirnya shinta mencoba untuk berbipkir apa yang harus dilakukan dengan singkong tersebut dan jadilah sebuah makanan yang sudah di rebus kemudian di tumbuk dan sudah di beri gula jawa alias gula coklat”. Sri rama beserta adik – adiknya pun datang. ” gimana adinda sudah jadi makanannya.” shinta pun menjawab ” sudah kakanda, silahkan di coba”. ”ehmmm... mak nyusss tenan” kata sri rama. ” ya bener... enak buanggeet” laksmana nyambung ucapan sri rama. ” O... ya kita namakan apa makanan ini ”kata baratha. Setelah sekian lama berpikir, bagaimana kalau kitanamakan”Gethuk” saja biar keren”kata baratha. Ya enar aku setuju sekali” kata laksamana mendukung. Akhirnya mereka sepakat untuk menamakannya gethuk.
Setelah itu shinta membuat gethuk dalam sekala banyak dibantu oleh suami tercinta dana adik – adiknya mereka siang sampai malam. Besoknya mereka memasang pengumuman / iklan di surat kabar – surat kabar maupun internet dan memasang spanduk – spanduk di tempat – tempat ramai. Akhirnya gethuk menjadi primadhona dan terkenal di kerajaan sri rama.
Suatu ketika datang musuh bebuyutan sri rama yaitu rahwana. Dia sangat menginginkan shinta tetapi apa yang terjadi ketika samapai di rumah shinta. Ia terkejut karena banyak sekali orang – orang berkumpul mengambil paketan.” ehh...ladalah... ono opo iki rek...rek...kok ada orang banyak”. Dengan ilmunya dia menyamar menjadi seorang lelaki biasa” nyuwun sewu mbok, ada pa ini ” tanya rahwana. ”oh.... belum tahu yaa... wah ... sampean iki katrok”. Mendengar ucapan itu dalam hatinya ” nanti tak makan kau.... gumamnya dalam hati ”. ”begini pak......kita lagi membeli makanan baru yang enak namanya unik ” Gethuk”!.”O.... maksih ya mbok !. jawab rahwana.
Akhirnya rahwana memutuskan untuk menunggu samapai keadaan sepi. Dia melihat rama dan adik – adiknya pergi hanya meninggalkan shinta seorang dirumah. Akhirnya diapun mendatangi shinta yang ada di luar rumah. Tetapi apa yang terjadi adalah sebaliknya ketika rahwana melewati gethuk yang di jajakan diluar rumah ia berhenti karena bau yang sangat sedap. Muncul pertanyaan dalam hatinya ” wah.... iki opo yaa.... kok kelihatannya ueenak banget. Opo iki sing jenenge gethuk mau....’ sekali kali kali aku coba makanan lain, tiap hari kan aku makan orang apa salahnya hari ini aku diskon saja perutku”. Selang beberapa saat ia pun mencicipi gethuk tersebut ”.... ueeenak tenan rek.....,!” dari apa ya... ”. Sambil komat –kamit mulutnya yang berisi makanan dia mulai mencari bahan dari gethuk tersebut akhirnya”lha ....ini dia bahannnya”. ” oh... ternyata dari singkong ya....”. setelah lama berpikir dia nggremeng dalam hatinya ” wah ni bisa jadi duit kalau saya bawa ke alengka. Dari pada nyolong shinta dak dapat untung kalau aku buat pabrik gethuk kan bisa dapat untung banyak dan aku makin tambah tuaaajirrr alias kaya”. Tetapi singkongnya darimana di alengka kan tidak ada” katanya. ” ah....rak opo- opo, kan nanti bisa import singkong”.kalau githu tak bawa aja deh ni gethuk...yang penting duit dulu ...dak jadi shinta...kalau aku tajir kan aku bisa punya istri banyak seperti yang ada disinetron Inayah itu...walau pun aku ni super jelak ..yang penting kan uang ...ha....ha....ha....!.akhirnya ia pun bawa tu gethuk ke Alengka.
Selang satu bulan munncul di berbagai media massa, cetak maupun elektronik promosi – promosi tentang Gethuk Alengka. Kontan saja hal ini menjadi pembicaraan yang sangat hangat diantara rakyat Ayodiya. Ketika laksmana melaporkan hal tersebut Rama terkejut. Padahal di Alengka tidak ada Singkong. Akhirnya Sri rama pun melayangkan protes keras ke Alengka tentang Gethuk tersebut. Tetapi apa yang terjadi Alengka tak mau tahu rahwana tetap bersikeras bahwa Gethuk adalah buatan Alengka. Menanggapi hal tersebut Sri Rama berembuk dengan seluruh Staff kerajaan langkah apa yang harus dilakukan. Semua sepakat bahwa sri Rama harus menemui sendiri. Akhirnya Sri rama , laksmana dan menteri Hanoman pergi ke Alengka dengan Pesawat Jatayu Air. Di sana terjadi perdebatan dan tidak mendapatkan titik temu, Alengka tidak mau mengakui bahwa Gethuk tersebut adalah hasil karya Ayodiya. Rahwana menyalahkan Sri Rama katanya ”hey...sri Rama ...jika Gethuk itu buatanmu sendiri .... mana Hak patennya...ndak ada tho....” salah kamu sendiri mengapa kamu lengah.... aku kan Raksasa.. diman itu enak ya...aku makan ...! Akhirnya Sri Rama dan staffnya pulang dengan tangan hampa.
Dari sini dia mendapat pelajaran bahwa setiap hasil karya, baik itu berupa benda peninggalan atau tradisi harus dilestarikan dan dilindungi serta dipatentankan secara nasional maupun international dan negara harus sesering mungkin mempromosikan – segala sesuatu yang menjadi daya tarik / ciri khas bangsa yang nantinya dengan promosi – promosi tersebut akan menunjukkan kepada kerajaan - kerajaan atau bangsa – bangsa lain lain kalau Ayodiya adalah bangsa yang besar, berwibawa dan tangguh.
”Marilah Kita Tumbuhkan Rasa Cinta terhadap Bangsa dan Negara Kita Jangan Biarkan Generasi kita Hancur oleh adanya Kapitalisme dan Liberalime Global. ”.
Wujudkan masyarakat yang mempunyai kreativitas, berinovasi, berdedikasi, dan berdaya saing serta mempunyai etos kerja yang tinggi dan tentu saja beriman dan bertaqwa”.



Kentrung
Gambar 28
Foto Arief Efendy

Arief Efendy

Kentrung atau seni kentrung adalah jenis pertunjukan yang berupa teater rakyat dengan ciri-ciri tertentu. Seni pertunjukan tersebut sering disebut teater bertutur. Anggota seni kentrung terdiri atas seorang dalang yang bertugas menceritakan sebuah cerita (cerita kentrung) dan panjak yang memainkan instrumen musik sederhana merangkap pula memberi senggakan berupa parikan di hadapan sejumlah pendengar. Kadang-kadang panjak juga berperan sebagai pelaku cerita yang melakukan dialog seperti yang terjadi pada pertunjukan teater.
Instrumen musik dalam seni kentrung terdiri atas gendang dan terbang atau terbang saja. Instrumen musik tersebut dimainkan oleh panjak. Namun, dalam pertunjukan tunggal seorang dalang dapat merangkap menjadi panjak dengan memainkan instrumen gendang atau terbang. Dalam situasi demikian itu seorang dalang di samping bercerita masih harus memainkan instrumen.

Di dalam seni kentrung, seorang dalang harus dapat mengidentifikasikan dirinya dengan tokoh cerita. Suara tokoh dibuatnya berbeda-beda termasuk perbedaan antara suara laki-laki dan perempuan. Kecuali itu, seorang dalang kentrung harus dapat menunjukkan situasi yang tepat seperti apa yang dialami oleh tokoh
ceritanya. Jika pelakunya sedang sedih harus diekspresikan dengan suara sedih dan ekspresi sedih pula.
Dalam seni kentrung diceritakan cerita kentrung. Cerita tersebut dapat disamakan dengan dongeng, sejarah-sejarahan, atau lampah. Kata-kata yang bermakna cerita (yang belum tentu kebenarannya) tersebut ditempatkan pada awal penyampaian cerita kentrung. Misalnya, saderengipun cinarita (sebelum diceritakan), kados pundi sejarahe Jaka Tarub (bagaimana sejarahnya Jaka Tarub), kawula saderma kanda kawula saderma crita (saya sekedar bercerita). Tukang kentrung itu sekedar kojah (bercerita saja) yang belum tentu sesuatu yang diceritakannya itu mengandung kebenaran. Cerita yang dimunculkan dalam cerita kentrung, misalnya, Sarahwulan, Panji, dan Menak. Seni kentrung masih hidup (meskipun tidak subur) di Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.
Masyarakat pedesaan masih menganggap cerita kentrung itu bukan sekedar cerita fiksi yang menghibur saja, tetapi juga mengandung pasemon (lambang kehidupan manusia). Dengan demikian, cerita kentrung itu memegang peranan penting dalam gerak kehidupan orang Jawa khususnya di pedesaan untuk berbagai keperluan, misalnya upacara kelahiran.
Cerita kentrung itu turun-temurun dari seorang guru kentrung kepada cantriknya yang kemudian menjadi dalang. Para cantrik yang sudah cukup lengkap penguasaannya akan cerita kentrung akan disahkan dalang yang bertindak sebagai gurunya untuk berdiri sendiri sebagai dalang kentrung baru. Penerusan cerita kentrung dengan sistim penyantrikan bertumpu pada penghafalan kerangka cerita, penghafalan bagian-bagian tetap yang mengandung pelukisan yang kurang lebih sama di dalam setiap cerita, dan penguasaan unsur-unsur perhiasan (musik, tingkahan, dan selingan).




MEMBIASAKAN DIRI BERKREATIVITAS
Oleh: Rochis Zunaidah*

Imajinasi dapat menguasai dunia dan menguasai kehidupan. Tanpa imajinasi, kita tidak akan dapat bekerja dengan sempurna. Kita tidak dapat bekerja sampai orag lain mau bekerja dengan kita, kecuali kalau mental berada di bawahnya, bahkan pemenuhan diri tergantung pada pemakaian imajinasi.
Hal-hal diatas memerlukan imajinasi yang kreatif. Dalam kehidupan dari waktu-kewaktu kita menggunakan imajinasi yang kuat dalam hubungan dengan orang lain.
”Pikir dulu sebelum berbicara”, demikian mungkin kita berkata. Jangan hanya menimbang apa yang sedang kita bicarakan, tetapi juga harus membangun dan membayangkan apa akibat dari perkataan kita itu. Sebagian besar laku tidak sopan, menyebabkan perasaan tidak suka itu, disebabkan oleh kegagalan kita menggunakan imajinasi dalam tindakan tersebut. Banyak orang gagal menjalin hubungan dengan sesamanya, tetapi karena ketidakmampuannya menem[atkn diri dalam kekuasaan orang lain, hal ini karena tidak menempatkan imajinasinya.
Dengan mambiasakan diri kita dapat menumbuhkan kreatifitas, dan dengan latihan yang lebih aktif, kita dapat membuat diri melebihi orang lain. Setelah itu, kita mempraktekan apa yang disebut psikologi terapi, yaitu cermin imajinasi dari kesadaran diri seseorang ke dalam diri orang lain. Untuk dapat bekerja pada orang lain dengan baik, kita tidak hanya harus berimajinasi untuk orang lain saja, tetapi juga harus berkreatifitas. Atas dasar pengertian tersebut, kita dapat merubah sesuatu atu dengan kata ”you can change the world” anda mampu merubah dunia.
Imajinasi dalam Hubungan dengan Perkawinan
Seperti yang diktakan oleh Ian Maclaren, ”Kita berdosa terhadap kekasih kita, bukan karena kita tidak mencintainya, tetapi karena kita tidak memikirkannya”.
Dalam jalinan kehidupan perkawinan dapat juga tumbuh kebahagiaan, damai dan ketentraman, tetapi sebaliknya kadang juga terjadi pertengkaran dan percecokan. Kalau kita menghendaki tercapainya kehidupan yang bahagia, dapat diatasi melalui pemikiran yang kreatif.
Pemilihan waktu yang tepat adalah kunci bagi kelangsungan perkawinan. Ada kasus dalam keluarga, seorang isteri mengatakan, ”Berkali-kali, selama beberapa tahun suami saya dan saya menghadapi bencana yang hampir mengundang perceraian. Salah seorang diantara kami atau kami berdua selalu menggunakan waktu untuk berpikir yang dapat menghasilkan hubungan yang lebih baik dan lebih kuat yang dapat mendiginkan kemarahan kami. Saya percaya bahwa dalam perkawinan apa pun, waktu tetap memegang peranan pokok”
Penggunaan waktu sebagai alat merupakan salah satu dari sejumlah ide yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan perkawinan. Imajinasi tidak hanya berperan sebagai kunci memecahkan masalah diatas, tetapi juga dapat menjadi kunci bagi keberhasilan perkawinan.
Pekerjaan Rumah Memerlukan Imajinasi
Pekerjaan pengaturan rumah tangga bagi kebanyakan kaum isteri banyak memerlukan imajinasi jauh lebih banyak dibanding dengan pekerjaan suami. ”Bagaimana saya dapat menyelesaikan tugas ini? Bagaimana saya dapat menyuruh anak saya tidur tepat pada waktunya?” pertanyaan seperti itu banyak yang dimanfaatkan oleh kaum isteri untuk merangsang akal kreatifitas dari hari kehari, mulai pagi sampai malam hari.
Berbelanja tentu memerlukan pemikiran yang gesit, dan semakin kecil belanja semakin banyak imajinasi yang diperlukan untuk merancang hidangan. Misalnya, seorang suami mungkin menganggap membeli daging sebagai hal yang rutin dan mudah, tetapi bila ia dapat makan gulai daging selezat daging yang lunak dengan harga yang jauh lebih murah, maka suami akan mengucapkan syukur, karena isterinya telah memanfaatkan imajinasinya untuk menghemat uang belanja.
Banyak penulis, aktor dan penulis mempraktekan seni yang berhubungan dengan kegiatan dapur tersebut. Mereka mengakui bahwa memasak merupakan salah wadah latihan kreatifitas yang praktis. Hampir setiap hidangan memerlukan penemuan beberapa cara baru untuk membuat hidangan itu lebih menggiurkan. Dan, dalam memasak tidak ada batasan resep yang dapat kita temukan. Dalam upaya menemukan bahan dan cara memasaknya yang baru dapat menantang imajinasi kaum ibu.
Menyetrika juga memerlukan imajinasi. Pekerjaan ini lebih memberikan kesempatan pada kaum wanita untuk melatih imajinasi. Mereka dapat berpikir kreatif dengan sangat baik, waktu menyetrika. Pekerjaan apapun yang memerlukan perhatian khusus pada suatu titik, dengan membiarkan pikiran kreatif bebas, bekerja akan merupakan bantuan yang praktis bagi konsentrasi mental. Dengan kata lain, itu ibarat mata yang memandang pada satu sumber cahaya, seperti yang biasa dilakukan oleh hipnotis.
Barang hias untuk memperindah rumah memerlukan banyak imajinasi. Seorang wanita bukanya menutupi pot bunganya yang kotor melainkan menggosoknya agar tampak indah. Bahkan, pad segi lain mengganti warna tirai, seprei kasur tidak pernah bosan. Seorang ibu rumah tangga yang kreatif akan selalu memperhatikan hal-hal yang kecil termasuk mengganti tirai dan seprei kasur setiap saat sehingga dapat menambah daya tarik setiap orang.
Kita dapat menggunakan iamjinasi dalam merencanakan ukuran, karakter, warna dan pemasangan gambar. Dalam hal keindahan rumah ini, peranan ide dapat menggeser kedudukan uang. Keserasian memasang gambar, menuntut imajinasi yang tinggi. Dan ini akan membuat ruangan atau dinding yang dipasangi gambar tersebut dapat menarik. Ini biasanya dilakukan oleh seorang ibu.
Kreatifitas Membantu Memecahkan Masalah
Sebagai orang tua diharapkan dapat membangkitkan diri untuk melakukan sesuatu dengan mengubah tempat. Orang tua dapat duduk bersama dengan anak-anak, dan dengan hati-hati membahas persoalan. Anak-anak mengajukan pada orang tuanya masalah hukuman yang harus diberikan. Pada pertemuan itu, hukuman yang dipilih anak adalah seperti yang dikatakan oleh orang taunya, ”Nak, saya pikir kamu terlalu keras pad dirimu sendiri. Kamu sekarang tidak boleh bermain bola seminggu penuh, tetapi hanya empat kali saja, dan ini merupakan hukuman yang cukup”.
Pada sisi lain, sebagai orang tua tidak boleh bersikeras kepada anak-anaknya. Hanya gara-gara terlambat makan siang, seorang ibu marah-marah dan berkata macam-macam. Bahkan tidak boleh melakukan tindakan yang kurang mendidik, misalnya dengan memaksakan anaknya untuk makan sampai habis, sehingga anaknya muntah-muntah.
Apabila orang tua secara imajinatif mendisiplinkan anak-anaknya, maka mereka berarti membantu anak dengan bahaya yang lebih kecil dalam membina hubungan baik daripada dengan cara membentak-bentak dan memaksakan anaknya. Dengan mencoba strategi ini, para orang tua tidak hanya dapat menjaga rumah tangganya lebih bahagia saja, tetapi juga menjaga imajinasi mereka lebih berkembang dengan baik.
Imajinasi Perlu untuk Memahami Diri Sendiri
Baik bagi orang yang sudah menikah atau belum, pemakaian imajinasi yang aktif dapat memungkinkan setiap orang mendapatkan lebih banyak hal dari hidup ini, bahkan dapat membuat kepribadian lebih menarik. Prof. H.A Overstreet, mengatakan, ”Orang yang kreatif jauh lebih menarik dari pada orang yang tidak kreatif. Mereka, seolah-olah menjadi kelas manusia tersendiri, yang berada pada suatu tingkat evolusi yang lebih tinggi. Mereka dapat melihat apa yang kira-kira akan terjadi, dan kekuatan ini merupakan salah satu ciri utama yang membedakan mereka dengan jenis manusia lain”.
Mengenai memahami diri sendiri, kesenangan sebagian besar bergantung pada kreatif tidaknya kita, sebaliknya sebagian besar keresahan bersumber dari tidak dipakainya bakat kita. Bakat secara ajeg membutuhkan penyaluran. Lebih dari itu, bakat juga secara ajeg membutuhkan perkembangan. Bila kita membendungnya, maka ia akan menyiksa kita sendiri. Dengan demikian penyebab dari ketidakpuasan kita seringkali dapat dilacak kembali dari kegagalan melatih bakat kreatif kita. Benyamin Franklin pernah menyatakan, ”Berhenti berpikir secara kreatif, sama halnya berhenti untuk hidup”.
Untuk mempertinggi sumber kebahagiaan, kita dapat memanfaatkan pengetahuan yang kita miliki dalam pikiran kita agar terlatih dengan baik untuk memikirkan diri sendiri dari segala tantangan dan kesulitan. Meskipun kita tidak dapat menngangkat diri kita melampaui batas yang kita miliki, tetapi paling tidak dapat membantu diri mengatasi tantangan kehidupan dengan kekuatan imajiasi kita.
Semangat yang kuat dapat menjadi melemah. Hal ini sumber penyebabnya adalah bermacam faktor, termasuk tekanan batin. Dan ini dapat dimengerti, bahwa tekanan batin dapat membuat segalanya sumbang, langkah-langkah pasti menghadapi kenyataan hidup semakin tidak menentu.
Namun kadang juga, perasaan sedih yang menimpa kita jarang sekali disebabkan oleh sesuatu yang menghancurkan. Keadaan seperti itu dapat dicegah atau dikurangi dengan memakai imajinasi kreatif yang benar.
Jangan hanya bermuram durja, kita dapat menulis kasus yang menimpa kita. Keuntungannya, kasus itu tidak akan telihat mengerikan di dalam tulisan. Bahkan kadang menggelikan, sehingga membuat kita tertawa sendiri. Cara ini dapat mengurangi beban mental yaitu dapat membuka pintu berpikir kreatif terhadap diri sendiri.
Kita juga dapat melakukan beberapa latihan fisik, dan yang terbaik dari semua itu adalah latihan kreatifitas.
Orang tua juga perlu mendidik anaknya untuk menjadi kreatif pada diriya sendiri. Misalnya ada anak yang resah dan merengek-rengek minta sesuatu. Orang tua meski dapat membuat pertanyaan pada diriya sendiri, ”Apa yang dapat dan harus saya lakukan?”. hal ini dapat membuat kita untuk menjawab, dan juga akan timbul keinginan orang tua untuk memerintahkan anaknya, dan berkata, ”kemarilah anakku, katakanlah apa yang kamu ingini. Coba tulis apa yang kamu senangi. Saya ingin kamu dapat menemukan banyak kesenangan. Dan, kamu akan mengetahui, dengan menulis daftar tersebutlah kamu akan memperoleh banyak kesenangan”. Dengan demikian, kalau orang tua sudah mengetahui kesenangan anaknya, akan dapat menentukan langkah dan dapat berpikir kreatif untuk memenuhi keinginan anaknya tersebut.
Ungkapan ide, dan penggunaan ide merupakan sumber kesenangan dan keharmonisan keluarga. Dalam kehidupan keluarga, kalau diantara anggota banyak mengeluarkan ide baru, akan membuat suasana keluarga harmonis dan mantap. Lantaran masalah-masalah yang timbul dengan mudah terpecahkan bersama. Ini dapat terjadi kalau keluarga sering melakukan pertemuan atau berkumpul dalam pemerolehan ide.
Juga, ketika tahu kalau kita selama dalam suasana yang tidak dihindari. Kita akan dapat membantu jika menggunakan dan mengemudikan imajinasi untuk menghadapi. Misalnya seorang suami yang terserang penyakit berkata pada isterinya, ”Bila keadaannya harus begini, saya baru akan sembuh minggu yang akan datang, dan selama beberapa hari ini saya akan muram durja”. Seminggu kemudian kita, dapat kembali bekerja walaupun masih dalam keadaan kepayahan. Bahkan kitapun akan lebih sedih lagi kalau kita tidak menggunakan imajinasi untuk mempersiapkan diri dalam menantang kemerosotan mental tersebut.
Kita dapat menghilangkan kecemasan dari pikiran kita dengan memasukkan sesuatu yang kreatif ke dalamnya, dan imajinasi sebagai penunjangnya.
Sebagai akhir pembahasan, kita dapat menelaah uraian dibawah ini:
Imajinasi dapat membuat manusia menjadi lebih tinggi dari binatang, kata Shakespeare.
Imajinasi menguasai dapat menguasai dunia. Kata Disraeli.
Imajinasi lebih penting dari pada pengetahuan, kata Einstein.
Kita dapat mengabaikan pernyataan tersebut, akan tetapi kita pasti setuju dengan Dr. Guilfors, bahwa imajinasi telah lama dilupakan dengan menyedihkan.
Pada umumnya kita lupa, bahwa hampir setiap orang memiliki imajinasi kreatif, paling tidak punya potensi. Kita gagal menemukan dalam berbagai cara untuk mengembangkan bakat kita. Bahkan kita telah gagal menemukan cara untuk membantu mengimbangi kekuatan yang cenderung menghentikan pertumbuhan bakat tersebut.
Hanya akhir-akhir ini saja orang menyadari bahwa imajinasi dapat menjadi kunci bagi pemecahan hampir semua persoalan. Dan akhir-akhir ini pula penelitian ilmiah telah mempercayakan pada pendidik, bahwa kreatifitas dapat diajarkan di sekolah.
Sekaranglah ada fakta yang jelas, hampir setiap orang dapat menjadi lebih kreatif, jika kita mau berusaha. Kenyataan itu pula juga telah menjadi harapan dunia. Dengan menjadi lebih kreatif, kita dapat menuju ke kehidupan yang lebih terang, dengan taraf hidup yang lebih baik dan kebih rukun. Dengan lebih kreatif, kita dapat memberi barang dan pelayanan jasa yang lebih baik pada orang lain, sebagai akibat dari standar kehidupan yang semakin tinggi. Dengan menjadi kreatif, kita bahkan dapat menemukan cara untuk mewujudkan perdamian abadi bagi seluruh dunia.


**************OOO************
Penulis, adalah Alumni Madrasah Aliyah (MA) Mathaliul Huda Mlonggo tahun 1993, dan sekarang menjadi GURU Taman Kanak-kanak Muslimat NU Jerukwangi Bangsri Jepara.



MENULIS RESENSI BUKU
Oleh: MASWAN *


Setiap penulis mempunyai pikiran atau gagasan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Dalam hal ini sang penulis harus menerjemahkan ide-idenya itu ke dalam sandi-sandi lisan yang selanjutnya diubah menjadi sandi-sandi tulis. Sang pengarang memanfaatkan sejumlah sarana mekanis untuk merekam sandi tulis tersebut. Setelah selesai perekaman itu maka dapatlah diteruskan atau disebarkan kepada orang lain (dalam hal ini para pembaca) melintasi waktu dan ruang.
Pikiran atau gagasan sang penulis pun sampailah ke pihak pembaca. Pembaca melihat tulisan tersebut. Dia menerjemahkan sandi tulis itu ke dalam sandi lisan kembali dan mendapatkan serta memahami kembali pikiran atau gagasan sang penulis. Akhirnya sang pembaca memahami pikiran atau gagasan tersebut. Dr. Henry Guntur Tarigan (1990:21)
Ketrampilan menulis (writting skills), adalah bagian dari ketrampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produkstif dan ekspressif. Kare na menulis merupakan komunikasi tidak langsung, maka bahasa yang digunakan oleh sang penulis harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Pembaca setelah membaca tulisan, tidak muncul pertanyaan karena ketidakjelasan simbol dan struktur kalimat yang ditulis sang penulis.
Men ulis sebagai suatu ketrampilan berbahasa dianggap paling sulit, dibandingkan den gan ketrampilan bahasa yang lainnya, seprti ketrampilan menyimak (listening skills), ketrampilan berbicara (speaking skills) dan ketrampilan membaca (reading skills). Karena sulitnya ketrampilan berbahasa tulis ini, maka ketrampilan menulis tidak akan datang dengan sendirinya atau otomatis, mela inkan harus melalui proses latihan dan praktek yang cukup banyak dan teratur. D alam proses latihan harus juga dilakukan dengan penuh kesabaran, ketekunan, keuletan,ketelitian dan tidak gampang putus asa.
Sebagai seorang calon penulis di bidang jurnalistik, maka harus juga memahami tentang aspek-aspek kebahasaan yang digunakan oleh penerbitan, baik surat kabar, majalah, buletin atau jurnal. Bahasa yang dipakai adalah bahasa yang jelas, singkat dan komunikatif. Jenis tulisan dalam rubrik pemuatann ya pun berbeda-beda. Antara bahasa tulis berita, artikel/feature dan resensi buku, teknik penulisan secara umum hampir sama, tetapi ada perbedaan khusus dari segi isi penuturannya.

Pengertian Resensi

Berbagai pendapat para ahli bahasa menyebutkan bahwa resensi berasal dari bahasa latin, ”revidereatau ”recensere” yang artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda resensi dikenal dengan ”recensie”, sedang kan dari bahasa Inggris dikenal dengan istilah ”review”. Juga istilah tersebut mengacu padahal yang sama yaitu mengulas.
Pengertian mengulas ini berarti dapat digunakan untuk mengulas hasil sebuah karya, baik buku, film, pertunjukan dan sebagainya. Meresensi buku berarti mengulas atau memberikan penilaian, mengungkapkan kembali isi buku, mempertimbangkan isi buku, membahas dan mengkritik buku.
Menurut Gorys Keraf (2001:274) resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai ni lai sebuah hasil karya atau buku. Resensi berarti pertimbangan atau pembicaraan. Jadi resensi artinya pertimbangan atau pembicaraan terhadap buku. Jikalau yang diresensi sebuah film, berarti mengulas atau memberi penilaian terhadap film yang tonton.
Penulis resensi buku (resensator) jika ingin menulis resensi yang akan dipublikasikan, baik di surat kabar, majalah atau buletin, maka tulisannya harus mengupas, memberi penilaian, menunjukkan keunggulan dan kelemahan buku, mengkritik dan atau memberi saran perbaikan buku yang diresensinya, dengan harapan agar bu ku tersebut dapat dibaca orang lain untuk dijadikan bahan kajian.

Tujuan Menulis Resensi Buku

Setiap aktivitas kegiatan pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Seperti halnya dengan kegiatan tulis menulis, tulisan dibuat agar dibaca orang lain. Dengan harapan setelah membaca tul isan diharapkan ada perubahan sikap perbuatan dan bertambahnya pengetahuan.
Tujuan menulis resensi antara lain;
1. Memberi informasi atau keterangan secara jelas mengenai masalah yang digagas oleh penulis buku.
2. Memberikan penilaian dan penghargaan tentang isi buku yang diresensi .
3. Memberikan pertimbangan terhadap buku yang diresensi.
4. Mengetahui kesesuaian dengan antara latar belakang keilmuan dan isi buk u yang dibahas.
5. Memberikan penilian mengenai kelemahan dan keunggulan buku yang dire sensi.
6. Memberikan pujian dan kritikan secara objektif terhdap bobot buku yang diresensi.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menulis Resensi

Sebagai seorang resensator, sebelum melangkah pada teknis penulisan, maka perlu memahami terlebih dahulu mengenai hal-hal sebagai berikut:
1. Mencari buku terbaru yang akan dibuat resensi, dan menentukan tulisan resensi ini akan dikirim ke surat kabar atau majalah apa.
2. Memahami karakter atau ciri khusuas surat kabar atau majlah yng akan dituju.
3. Memahami tentang latar belakang pembaca yang akan membaca resensi tersebut.
4. Memahami tentang buku yang akan diresensi tersebut layak untuk dires ensi atau tidak, artinya buku tersebut layak untuk dipublikasikan dan legalitas penerbitannya dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
5. Memahami secara penuh mengenai tujuan pengarang buku yang akan diresensi.
6. Memahami, tujuan buku ini direseensi untuk keperluan apa
Dalam menulis resensi, maka secra teknis, perlu memperhatikan hal-hal sebgai berikut:
1. Membaca keseluruhan isi buku, atau setidak-tidaknya memahami bagian-bagian penting dari isi buku dengan cara membca kata pengantar atau pendahuluan buku tersebut secara cermat.
2. Memahmi sepenuhnya menganai tema dan tujuan pengarang buku yang diresensi.
3. Melakukan penilaian, pertimbangan dan kupasan secra objektif.
4. Menunjukkan identitas buku secara jelas, mengenai judul, pengarang, penerbit, tahun terbit tebal halaman buku,
5. Memiliki kemampuan untuk memberikan komentar secara objektif dan logis terhadap buku yang diresensi.
6. Memiliki kemampuan untuk membandingkan antara buku yang diresensi dengan karya lain.
7. Memiliki kemampuan untuk menginterpretasikan terhadap buku yang diresensi.
Selain memahami hal di atas, seorang resensator, juga harus memahami dalam teknis penulisannya, yaitu:
1. Mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar, menggunakan kalimat yang efektif dan komunikatif.
2. Memahami bentuk penulisan, yaitu bentuk resesni ringkasan, penjabaran atau ulasan.
*Bentuk resernsi yang berisifat penjabaran
Bentuk resensi menjabarkan (deskripsi) yaitu menjabarkan atau mendeskripsikan hal-hal menonjol dari isi buku, jika perlu bagian-bagian yang perting tersebut dikutip dalam uraian resensi. Kutipan disebutkan di halaman berapa, misal (hal 9)
*Bentuk resensi mengulas yaitu menyajikan ulasan mengenai hal-hl berikut; (a) materi atau temanya, (b) organisasi atau sistematika penulisannya, (c) penggunaan bahasanya (d) kesalahan cetak, (e) menilai secara keseluruhan mengenai kelemahn dan keunggulan buku

Langkah-langkah Menulis Resensi Buku
Dalam melakukan resensi buku, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai beri kut:
1. Menentukan jenis buku yang akan diresnsi, buku diupayakan buku terbaru.
2. Menentukan tujuan resensi buku dibuat, akan dikirim ke mana resensi tersbut.
3. Membuat judul resensi, yang menarik perhatian pembaca
4. Menuliskan identitas buku secara lengkap, mengenai judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, cetakan dan tebal halaman buku.
5. Membaca buku secara keseluruhan dan memahami isi buku secara cermat.
6. Menandai dan atau membuat cacatan singkat menganai bagian-bagian penting dalam buku tersebut.
7. Melalukan penulisan dengan memperhtikan:
a. Lead (pembukaan) tulisan, berisi;
-Perkenalan siapa pengarang buku tersebut,
-membandingkan buku-buku yang pernah ditulsinya atau dibandingkan dengan pengarang lain.
-memaparkan kekhasan sosok pengarang (jika memahami),
- memaparkan keunikan buku jika ada, atau sesuatu yang menarik dalam buku tersebut.
-merumuskan tema buku yang menjadi sentral pokok dalam buku tersebut.=
-mengungkapkan kritik (yang kontroversi) dari isi buku yang dibahas
-mengajukan pertanyaan berkaitan dengan kedaan buku yang diresensi atau dengan membuka dialog yang berkaitan dengan isi buku.
b. Tubuh atau Isi Resensi:
-bentuk ringkasan atau sinopsis
-memberikan ulasan singkat dan menampilkan kutipan
-menunjukkan kelemahan dan keunggulan buku
- mengulas tentang kerangka buku atau sistematika buku
-memberikan komentar tentang bobot buku secara umum
-mengupas tentang kaidah bahasa yang dipakai
-mengoreksi mengenai kesalaan cetak
c. Penutup resensi
-memberi ajakan kepada pembaca untuk memiliki dan membaca buku yang diresensi.
-memberi saran kepada pembaca resensi, mengenai penting tidak pentingnya buku ini
-memberi tahu tentang harga buku dan cara memesan (jika tahu harga) dsb.
8. Mengoreksi dan merevisi (mengedit), dengan tujuan memperbaiki dan menuliskan kembali sehingga menjadi naskah siap saji.
9. Setelah dikoreksi, dikirim ke redaksi surat kabar atau majalah,dapat lewat pos dan e-mail.
Untuk menjadi penulis yang produktif tidak mungkin datang secara otomatis. Penulis yang sukses diawali dari latihan dan latihan terus menerus. Kunci sukses menjadi penulis adalah banyak latihan dan bnyak membaca, ulet, telaten, sabar dan tidak gampang putus asa. Mari kita mencoba.
***********************************************************
Daftar Bacaan:
1. Keraf, Gorys, 2001. Komposisi, Nusa Indah Ende Flores
2. Tarigan, Henry Guntur. 1990. Menulis Sebagai Ketrampilan Berbahasa Bandung: Angkasa

*Penulis, adalah Guru Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah (MA) Mathalibul Huda Mlonggo Jepara
























RESENSI BUKU


Orang Miskin:
Jika Ingin Kuliah, Harus Bekerja

Judul buku : Memutus Lingkaran Setan KEMISKINAN (Kiat Sukses Kuliah Sambil Bekerja)
Nama pengarang : Maswan
Nama penerbit : KARSA MANUNGGAL Indonesia Jepara
Tahun terbit/edisi : 20 mei 2008, Pertama
Tebal buku : 40 Halaman
Harga buku : Rp 5.000,-

Penulis Buku ini bernama Maswan, ia lahir di Jepara, 21 April 1960. Tepatnya di desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Dari data biografinya, Beliau adalah sosok yang penuh dengan semangat dalam menjalani hidup, penuh dengan Optimisme dalam menggapai keinginanya. Sebagai seorang guru dan dosen beliau adalah sosok yang pintar, mandiri, ulet dan tekun. Untuk meraih sebuah kesuksesan. beliau mempunyai kiat harus banyak kreatifitas dan terus berusaha tanpa mengenal lelah, Selain sebagai guru swasta, juga sebagai seorang berwiraswasta beliau memanfaatkan ketrampilan seni ukir dan seni dekorasi tulis menulis huruf yang ditekuninya sejak kecil untuk bekal menyelesaikan kuliahnya di IKIP Malang, Selain dua ketrampilan di atas, Beliau juga sebagai wartawan Kampus Koran
KOMUNIKASI IKIP Malang, beliau sering menulis Berita dan Artikel yang dimuat di beberapa media, dan juga sebagi penulis buku SENI RUPA untuk SMA tahun 1987 yang diterbitkan di Tiga Serangkai Solo. (hal 41).
Dalam mengawali tulisannya di buku ini, Maswan yang sekarang menjabat sebagai Pembantu Dekan (PD III) Fakultas Tarbiyah di INISNU Jepara menjelaskan “Terdorong oleh percikan ide spontan, karena melihat realitas kehidupan anak-anak sekolah menengah tingkat atas ( SMTA ), baik dari madrasah Aliyah ( MA ) dan sekolah menengah atas ( SMA ) yang seharusnya tidak berhenti sekolah, ada pintu lolos untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ( PT ), atau lulusan sekolah menengah kejuruan ( SMK ) yang belum siap pakai bekerja, namun banyak yang kandas, tidak dapat melanjutkan. Banyak lulusan SMA,MA dan SMK yang prestasinya cukup baik, justru tidak melanjutkan ke perguruan tinggi ( PT ), lantaran orang tuanya tidak mampu ( miskin ). Realitas yang dapat kita lihat, yang dapat kuliyah di perguruan tinggi adalah mereka yang ekonomi orang tuanya mapan atau dapat di katakan anak dari orang kaya. Maka di sela-sela keprihatinan ini, buku ini muncul dengan label judul, Memutus lingkaran setan kemiskinan, kiat sukses kuliyah sambil bekerja.
Kepedulian dan keprihatinan perlu kita miliki, jika kita menengok kanan kiri tentang masalah hidup. Kenyataan hidup yang kita lihat, kita rasakan dan kita lakukan ini, Seolah-olah ada diskriminasi hak-hak kehidupan, bahwa perguruan tinggi ( PT ) hanyalah milik orang-orang kaya saja. Sementara orang-orang miskin hanya dapat menggigit jari dan sebagai penonton bagaimana indah dan megahnya sebagai kampus perguruan tinggi. Padahal mereka juga mempunyai hak hidup sebagai penghuni kampus tersebu. Mereka hanya menjadi penonton dari luar arena kampus, lantaran kemiskinan. Mereka yang miskin itu sebenarya, tidak terlalu bodoh untuk duduk di bangkau perguruan tinggi, namun karena biaya, mereka akhirnya tersingkir dari kehidupan kampus, yang konon sebagai “kawah cendra di muko” keilmuan bagi generasi muda.(hal iii)
Buku ini di tulis, ada tujuan baik, setidaknya, sebagai bacaan orang-orang miskin yang terlantar tersebut dapat termonivasi berjuang untuk hidup berwiraswasta, kemudian hasilnya dapat di gunakan untuk masuk ke perguruan tinggi seperti yang di cita-citakan, sehingga tidak menjadi seseorang yang selalu terbelakang.
Buku ini apa boleh di baca oleh orang kaya? Jawabanya,boleh!. Jika ada orang kaya yang membaca buku ini, atau konglomerat serta pnguasa pemerintah, akan menjadi sebuah pembelajaran. Bahkan mungkin ada sebagian orang kaya, konglomerat dan penguasa pernah menjalani hidup miskin, lantaran etos kerja dan semangat hidupnya yang kuat, sehingga berakhir dengan sukses. Jika demikian, buku ini sebagai memori, betapa susahnya hidup miskin itu. Orang kaya atau pemerintah, justru dengan membaca buku ini, diharapkan juga ikut berfikir positif dan mendukung generasi muda yang mempunyai semangat berwiraswasta sambil kuliyah dengan cara menyuntuk dana sebagai modal melangkah. Dengan ikut membantu mereka yang miskin, pertanda masalah kebodohan dan keterbelakangan, yang konon bersumber dari kemiskinan ini akan teratasi dengan mudah, kalau hal ini tidak mendapat penanganan serius, maka selogan yang kaya makin pandai, yang miskin makin bodoh, akan terus berlanjut sepanjang zaman.(hal iv)
Ide cemerlang dari sosok Maswan, yang menuangkan pikiran-pikran cersan di buku ini. Tidak banyak dan mungkin jarang sekali di temuka buku yang membahas tentang masalah-masalah seperti ini, yang sebenarnya sangat penting bagi kehidupan dan kualitas seorang individu, Apalagi dengan adanya tuntutan zaman, yang semakin maju, sehingga menuntut kita untuk menjadi seorang individu yang berkualitas, dan mampu untuk bersaing dalam kehidupan.
Buku ini adalah buku yang tepat bagi kita untuk memberikan arahan-arahan pada diri kita agar bisa memutus lingkaran setan kemiskinan yang membuat kita tidak mendapatkan hak-hak kita untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, jika kita tidak mampu untuk memutus lingkaran kemiskinan dalam diri kita, maka kemungkinan 99% yang terjadi adalah kita akan tersingkir dari kehidupan yang ada di sekitar kita, karena ketatnya persaingan di Era Globalisasi ini. Untuk itu kita harus memikirkan pendidikan untuk diri kita sendiri, karena itu dengan sangat kita hidup dan menggali potensi diri kita sendiri akan berpengaruh pada perkembangan hidup kita .
Buku ini menyimpan sesuatu yang menarik untuk kita baca, seperti memberikan ucapan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM untuk memulai berwiraswasta. Memberikan arahan untuk kita tentang bagaimana cara berwiraswasta dengan baik sambil berkuliah agar dapat seimbang. Buku ini juga memberikan dorongan untuk kita agar selalu optimis dalam berusaha, membuat kita percaya diri, dan menyakinkan kita bahwa meskipun kita dari keluarga yang pas bahkan kurang atau bisa di katakan “miskin”, kita juga bisa menjadi seperti orang-orang yang berlimpahan harta “kaya” dalam memperoleh pendidikan dan kehidupan yang lebih baik dan layak, serta masa depan yang gemilang.(hal 2)
Buku ini mempunyai leunggulan dalam menyampaikan masalah dan lebih mudah untuk kita pahami. Buku yang di kemas dalam bentuk yang mini ini mempunyai banyak pengetahuan yang unik untuk kita pelajari, buku ini juga cukup lengkap dan sangat bagus bagi para pelajar MISKIN yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi.
Menurut saya buku ini mempunyai kekuatan pada penyajian isinya yang sangat rinci dalam memberikan pengertian atau arahan untuk para pembaca.
Walaaupun ada kelemahan, namun saya tidak menemukan kelemahan yang berarti pada buku ini, Buku ini cukup berkualitas, terjangkau dan cocok untuk generasi muda yang tidak bermental priyayi, di Era modern ini.
Buku kecil mugil ini, yang hanya setebal 45 halman ini, memuat beberapa bagian, Diantara bagian tersebut adalah ajakan untuk membangun jiwa wiraswasta dengan keyakinan (hal 5), ketrampilan adalah sumber penghidupan (hal 13), ethos kerja tinggi akan memperoleh hasil maksimal (hal 18), cerdas dalam mencari peluang lewat petunjuk imajinasi (hal 23), dan sikap mental wiraswastawan yang perlu dimili (hal 35).
Dan pada bagian akhir buku ini juga disuguhkan kalimat-kalimat bijak. Penting bagi anak, penting bagi siswa-mahasiswa dan penting bagi generasi muda bangsa untuk membangun dirinya masing-masing secara mandiri dengan cara belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang di harapkan dapat di gunakan sebagai pegangan hidup pada masa yang akan datang agar tidak miskin, bodoh dan terbelakang.
Penting bagi orang tua yang untuk mempersiapkan dan memperhatikan pendidikan anak-anaknya, agar dapat memperoleh masa depan yang lebih baik. Penting bagi guru untuk mendidik murid-muridnya agar dapat memperoleh bekal ilmu untuk mencapai sebuah cita-cita, penting juga bagi masyarakat untuk mengarahkan generasi penerusnya agar menjadi manusia yang berketerampilan. Penting bagi pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang di alami rakyat-bangsanya. Agar tidak tertinggal dengan negara-negara maju lain.
Keuntungan yang dapat kita ambil dari buku ini adalah bahwa kita tahu orang miskin juga bisa kuliah di perguruan tinggi sehingga memperoleh masa depan yang cerah, dengan arahan-arahan dan cara-cara yang telah di tulis dalam buku ini, untuk itu penting bagi pelajar yang ingin berkuliah tetapi terhambat pada biaya untuk membaca buku ini, insya Allah melalui buku ini kita bisa memperoleh jalan untuk itu. (Inayatus Sholikhah, Alumni MA MH Mlonggo, IPS2 tahun 2008/2009)

HENNY ASTUTI PUJI WATI:
SANG MAYORET
Berjaya di Corp Marching Band

Gambar 29
Foto Heny

Henny, adalah panggilan akrab dari nama asli HENNY ASTUTI PUJI WATI. Dara cantik, kelhiran 9 Pebruari 1992 , berbintang Aquarius, yang kini berusia 17 tahun ini, adalah siswi kelas XII IPS 3 Madrasah Aliyah (MA) Mathalibul Huda (MH) Mlonggo Jepara. Gadis Centhyl yang mempunyai hobby menyanyi dan mendengarkan musik ini, merupakan anak ke-2 dari keluarga yang sederhana Bapak Suliyono dan Ibu Limyanah yang beralamat di Desa Suwawal Barat RT 01/RW 3 Mlonggo. Sejak kecil Henny yang murah senyum ini, mengaku setelah lulus MA MHMlonggo ini, punya cita-cita ingin melanjutkan ke Akademi Kebidanan. Ya, namanya cita-cita kan boleh aja. Namun jika Allah SWT menghendaki lain, ya saya terima. Dan jika cita-citaku yang pertama gagal, dan dibolehkan menentukan pilihan ”saya lebih memilih menjadi Sekretaris” katanya kepada LATANSA.
Gadis yang pernah Sekolah di SDN Suwawal VII Mlonggo, dan lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) MH Mlonggo tahun 2006 ini, mengaku mempunyai hobby dalam bidang seni, terutama Seni Musik. Tidak heran, terkait dengan hobynya itu, Gadis Centhyl yang mengaku sudah punya idaman hati ini (pacar –red), adalah ikut aktif mengikuti kegiatan Marching Band MH Mlonggo. Gadis manis yang punya bibir mungil-sensual dan mata sayu ini, banyak dikenal orang, maklum dia sebagai Mayoret pada Marching Band MALIDA. Sebagai Mayoret ia selalu tampil lincah dan mampu melenggak-lenggok untuk memukau penonton dalam Corp Marching Band (MB) tersebut.
Ditanya mengenai kegiatan MB yang diikutinya; Henny yang mempunyai tinggi badan 168 Cm dan berat badan 48 kg ini, menjawab dengan senyum; ”Jujur saja, awalnya saya kurang berminat mengikuti drum band ini, tetapi setelah saya aktif mengikuti latihan akhirnya tertarik juga.” katanya. Ditanya alasan mengapa demikian, Dara manis yang low profil ini dengan malu-malu mengatakan, ”karena setelah saya pikir, setiap kegiatan yang dilakukan di ektra kurikuler ternyata ada hal yang menarik yang tidak diajarkan di kelas. Bidang seni Musik perkusi ini memberikan motivasi dasar bagi saya untuk hidup bergairah, terutama saya yang sejak kecil memang menyenangi musik,” komentarnya dengan penuh kebanggaan.
”Selain itu, dengan mengikuti kegiatan organisasi ekstrakurikuler, seperti drum band ini, saya mempunyai banyak pengalaman. Soalnya yang namanya belajar, tidak hanya berada di bangko sekolah dalam kelas saja, tetapi mengikuti ektra, juga belajar.” papar kakak dari Nadya Tri Hariyanti dan Andhy Shodiarno.
Diminta untuk memberi komentar tentang keberadaan Marching Band Malida, Henny yang mengaku punya idola Charly dan demen sama makanan siomay ini, mengatakan, ”Kegiatan MB yang diikutinya ini juga menjadi salah satu promosi sekolah. Setiap tampil akan membawa nama baik dan mengangkat citra madrasah. Selain itu juga menjadi kebanggaan bagi pemain MB itu sendiri. Berkat prestasi yang diraihnya, akan semakin menguatkan kepercayaan bagi penonton atau masyarakat pemirsanya”
Ditanya mengenai perasaan dan pengalamannya, menjadi seorang Mayoret MB, Henny yang imut-imut dan menyenangi warna biru ini ini, menyatakan, ”Merasa bangga dapat terpilih dan masuk dalam pasukan Marching Band ini, karena dengan keikutsertaan saya dapat ikut membesarkan nama Madrasah. Dengan ikut MB, saya banyak memperoleh pengalaman yang berharga, yang hal ini tidak akan dapat saya peroleh setelah saya lulus nanti. Lebih-lebih kalau tampil di luar daerah, misalnya ditingkat propinsi, dan pada saat mengikuti lomba.”
Selain menjadi Mayoret dalam Unit Drum Band, juga waktu di MTs banyak kegiatan ektra yang diikutinya. Siswi yang merasa nyaman duduk di kelas dan merasa senang diterangkan oleh guru yang punya rasa humor dan tidak galak ini, pernah mengikuti JUMBARA NASIONAL di Jepara, menjadi Anggota Bhayangkara walaupun hanya sebentar.
Selain menjadi mayoret, pernah juga menjadi Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRAKA) tingkat Kecamatan Mlonggo, pernah menjadi anggota Pasukan Estafet Tunas Kelapa Gerakan Pramua Kabupatn Jepara. Demikian, tuturnya kepada LATANSA.
Adik dari Nanny Sulistiyawati ini, mengaku punya motto hidup yang harus tetap dipegang, ”Jangan pernah menyerah dan belajarlah dari pengalaman”. Dan pesan yang disampaikan kepada pembaca LATANSA, ”Terus berkreasilah untuk mencapai kesuksesan dan wujudkanlah cita dan citra yang baik bagi Madrasah Mathalibul Huda Mlonggo tercinta ini. Semoga Maching Band MALIDA semakin kaya, maju dan mampu menjaga eksisteni almamater.” (Lt/ms)



LINA MAESARI AGUSTINA:

HIDUP ADALAH KOMPETISI
YANG HARUS DIHADAPI


Gambar 30
Foto lina

Gadis lincah yang punya nama lengkap ini adalah Lina Maesari Agustina. Dia dilahirkan di Brebes, Jawa Tengah, 16 Agustus 1992. Siswi MA Mathalibul Huda Mlonggo Jepara ini, sangat gemar membaca. Berbagai jenis buku mulai dari buku-buku agama, sosial, sastra, maupun sains merupakan teman akrabnya sehari-hari. Namun jenis buku yang paling digemarinya adalah jenis buku-buku agama dan sastra. ”Buku agama, selain dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang nilai-nilai religius, tentu dapat juga sebagai alat untuk mengoreksi diri, menggali hikmah dari setiap unsur kehidupan dan dapat menambah keimanan dan ketakwaan pada Sang Khaliq” demikian papar siswa kelas XII IPA MA MH Mlonggo ini.
Menurut Lina panggilan akrabnya, ”Bahwa buku sastra sering aku dijadikannya sebagai bahan untuk relaksasi diri saat buku-buku pelajaran mulai membuatku pusing tujuh keliling karena belum bisa mencari solusi dari sebuah soal, selain itu juga biasa aku dijadikan sebagai media untuk mengasah ketrampilan dalam menulis baik puisi maupun cerita pendek yang aku dijadikan sebagai karya pribadi”. Dengan bekal hoby membecanya ini, Lina dara manis yang cerdas ini, akhirnya jadi murid yang mampu berkarya tulis. Menulis cerpen dan puisi adalah bagian dari karyanya. Salah satu karya puisinya yang pernah diikutkan lomba saat Class Meeting yang dibacakan oleh sahabatnya Siti Ummy Muyyasaroh dan berhasil meraih juara satu.
Anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya bernama Sutrisno seorang wiraswasta dan ibunya Almh Wurnaningsih. Mengenyam pendidikan SD di Bondo, sempat masuk pondok modern Gontor Putri Mantingan, tapi kemudian pindah ke MTs Mathalibul Huda dan sekarang melanjutkan ke MA Mathalibul Huda Mlonggo Jepara.
Berbagai prestasi dan lomba pernah diikutinya dimulai saat ia kelas empat SD ikut kejuaraan bidang Matematika seBondo mewakili sekolahnya, Pidato Bahasa Arab saat Class Meeting (juara 1), Juara 1 UN MTs se-Madrasah Tsanawiyah, Juara Mapel Ekonomi kelas X MA MH Mlonggo, Juara Pararel Rangking Dua kelas XI Program IPA MA MH Mlonggo, News Reporter English Competition 2008 di UMK Kudus (berhasil menjadi sepuluh besar), Olimpiade Matematika se-Kabupaten Jepata , Diponegoro Physical Competition tingkat SMA/MA sederajat se- Jawa Tengah, English Debate Contest STAIN English Club 2009.
Pengalaman berorganisasi. Menjadi Ketua Kelas 3,4,5,6 SD Bondo Bangsri Jepara, Ketua Kelas X, dan XI MA MH Mlonggi Jepara, Bendahara Class Meeting, Bendahara OSIS MA MH Mlonggo, Seksi Acara MOPDB MA MH Mlonggo 2009/2010.
Kemandirian adalah gambaran hidup yang dijalaninya. Sejak ia usia kanak-kanak tinggal bersama neneknya di Brebes, saat ia kelas dua SD baru ikut bersama orangtuanya yang merantau di Bondo yang sekarang menjadi tempat tinggalnya. Sikap kemandirian itu makin diperkuat hingga kini ia tinggal hanya bersama kedua saudara tirinya sedangkan kedua orang tuanya merantau ke Jakarta.
Baginya hidup adalah perjuangan untuk mencapai suatu tingkat keberhasilan dalam berbagai bidang baik bidang akademik maupun non akademik. ”Dan perjuangan itu sendiri tidak akan berhenti sampai kita tidak dapat bernafas lagi. Motivasi terkuat adalah sesuatu yang datang dari diri kita sendiri yang akan menjaga kita agar tidak terbawa arus keadaan yang tidak menentu. Belajar adalah suatu kesempatan untuk memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir semata. Sebuah keberhasilan akan dapat kita genggam di mana saat kita mampu untuk merubah pola pikir kita tentang sebuah kompetisi hidup yang harus dijalani dengan sikap optimis dan rasa percaya diri kalau kita mampu untuk melaksanakannya”, demikian prinsip hidupnya(Lt/Ms)



ELA NURUL FAIZAH:

AKTIVIS ORGANISASI YANG CERDAS

Gambar 31
Foto ella

Ela Nurul Faizah, itulah nama lengkap gadis cilik yang aktif ikut organisasi ektra di sekoahannya. Ella, nama panggilannya, merupakan anak kesembilan dari Sembilan anak dari keluarga besar pasangan Bapak Baderi dan ibu Lasmirah. Sebagai putri terakhir keluarga Bpk Baderi, Ella yang lahir di Jepara, 30 Mei 1995, mengaku tidak manja terhadap orang tuanya atau kepada saudara-saudaranya, walaupun ia sebagai anak terkhir. Jika pembaca LATANSA, ingin tahu alamat Ela Nurul Faizah, adalah di Jambu Barat RT 26 RW 05 Kecamatan Mlonggo Kab Jepara.
Siswi MTs Mathalibul Huda Mlonggo ini, termasuk siswa yang aktif organisasi, namun juga tekun dalam mengikuti pelajaran. Bocah yang terlahir dari keluarga petani, namun mempunyai prestasi akademis yang cukup baik dikelasnya, ini berarti menandakan Ella adalah anak yang tekun. Kegiatan ekstra dan belajar dikelas dilakukan secara bersama atau simultan, sehingga keduanya dapat dihasilkan.
Berkat ketekunan dan keaktifan dalam ikut kegiatan ekstra, akhirnya menumbuhkan hasil yang membaggakan. Ini terlihat waktu Ella masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) MH Mlonggo, pernah mengikuti JAMBORE PRAMUKA TINGKAT KWARCAB JEPARA DAN JAMBORE PRAMUKA TINGKAT KWARDA 11 JATENG. Di MTs MH Mlonggo, juga aktif mengikuti kegiatan organisasi OSIS sebagai Wakil Ketua, dan ektra kurikuler yang diikuti adalah Pramuka dan kursus computer.
Gadis yang mempunyai hobby menyangi dan mengambar ini, adalah sosok pelajar yang cerdas. Ini terbukti sejak di MI, ia mulai kelas 4 sampai kelas 6 mendapat rangking peringkat 4 dan 3 secra berturut-turut, sedangkan di MTs-nya pada waktu kelas 7 mendapat rangking 1 dan kelas 8 mendapat rangking 2.
Dara imut yang mengaku punya teman akrab sejak dari MI, yaitu LALA, nama lengkap temannya ISTIQLALA NUR ALIYA putrid dari Bapak Drs. H. Sugiwanto, MM ini, mempunyai cita-cita dan harapan menjadi orang yang sukses. Ditanya sukses bidang apa? Ela hanya tersenyum, tidak menjawab. Ya, semoga Ela Nurul Faizah, yang sejak kecil senang Pelajaran Bahasa Arab ini, menjadi kader agama yang handal. Semoga! (Lt/Ms)






SANG JUARA

1. Nama Lengkap : Dimas Khoiri Ramadoni
2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Tempat/tanggal lahir : Jepara, 03 Januari 1999
4. Alamat : Desa Jambu RT 10/RW 03 Kec. Mlonggo Jepara
5. Sekolah : Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathalibul Huda Mlonggo
6. Kelas : V (lima)
7. Nama orang tua : Suhardi
8. Hobby : Membaca
9. Ketrampilan yang dimiliki : 1. Menyanyi
2. Komputer



1. Nama Lengkap : Nasyatul Ula Hawa Hazwa
2. Jenis kelamin : Perempuan
3. Tempat/tanggal lahir : Jepara, 20 Juli 1999
4. Alamat : Desa Jambu RT 09/RW 02 Kecamatan Mlonggo Jepara
5. Sekolah : Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) MH Mlonggo Jepara
6. Kelas : V (lima)
7. Nama orang tua : Nur Hadi
8. Hobby : Membaca dan menyanyi
9. Ketrampilan yang dimiliki : 1. Seni music dan vocal
2. Komputer


























CERPEN


TANGISMU ADALAH TANGISKU
Oleh : AN


Gambar 32
Ilustrasi cerpen

Langit malam akan selamanya terpejam, walau seribu bintang kedipkan keindahan. Dalam anganku saat menatap langit yang nampak terpejam tanpa rembulan, tertegur saat sebuah pertanyaan tiba-tiba terlintas dalam pikiranku. Apakah hatiku akan selamanya seperti malam ini, terpejam tanpa sinar rembulan. Aku lepas pandanganku dari malam yang nampak kelam, ku lanjutkan langkahku kembali sambil ku acuhkan pertanyaan yang sempat menghinggapi pikiranku karena tubuhku terasa lelah setelah seharian beraktifitas di sekolah. Sesampainya dirumah aku coba untuk mulai belajar, namun tak sampai membuka buku rasa malas mulai menghinngapiku, aku cukupkan pikiranku dari pelajaran esok hari, sambil meletakkan tas dimeja aku menuju ke tempat ragaku melepas kelelahan.
Mata belum seutuhnya berpijar, namun kupaksakan langkah ragaku mengambil air kesucian. Aku sujudkan raga ini kepada Tuhanku diatas sajadah biruku yang mulai nampak usang. Tak menunggu mentari melebarnya sinarnya, ku coba mengawali hari.
“Hai, udah ngerjain tugas sosiologi ?” sapa temanku saat aku baru melangkahkan kakiku kedalam kelas. Aku yang semalam tidak belajar baru ingat jika ada tugas sosiologi. Tanpa bosa-basi aku langsung mengambil buku sosiologi. Tak peduli meja dan bangkau masih berbalut dengan debu akupun mengerjakan tugas. Namun tak sampai 10 huruf aku menggerakkan bulpoinku sirine tanda masuk berbunyi dan waktunya berdo’a, akupun pasrah jika nanti akan mendapatkan hukuman. Saat Do’a aku merasa was-was jika nantinya aku akan mendapatkan hukuman, namun aku beruntung ternyata guru sosiologi tidak mengajar.
Seperti biasanya, tiap kali guru tidak hadir maka gerombolan siswa akan mengisi tiap bangkau. Semua nampak asyik ngobrol tanpa arah dan pola. Aku yang tak begitu suka berbicara hanya bisa menjadi penonton dan sesekali berbicara dengan teman sebangkuku.
Saat aku merasa bosan, tiba-tiba pertanyaan yang selalu menghinggapiku terlintas kembali dalam benakku.
“Apakah hatiku akan selalu sepi tanpa cahaya kasih yang menemani”. Namun aku kembali menutup kembali pertanyaan itu.
Waktu istirahat pertama kurang 15 menit lagi, aku mengangkat kepalaku dari atas meja dan menuju meja teman akrabku. Namanya Rani, ia adalah salah satu sahabat yang selalu dapat mengertiku. Saat aku dan Rani mencoba untuk saling bertanya aku terbawa dalam suasana yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku menatap matanya seperti ada cahaya yang selama ini aku nantikan. Namun aku hati ini tak ingin berharap banyak karena “rasa bukan pertanda”. Memang dalam beberapa hari ini aku dan Rani selalu bersama, saat ada tugas ataupun saat waktu jam kosong. Aku mengubur dalam-dalam rasa ini, tak ingin persabatan hancur hanya karena rasa yang sesaat. Mentari telah membelah hari dengan sinarnya, bayangan telah berada diufuk timur. Jarum jam yang pendek telah menunjuk angka 1, pertanda waktu pulang sekolah. Seperti biasa saat pulang sekolah aku tak bergegas untuk pulang, entah karena apa akupun tak tahu.
“Nggak pulang ?”Tanya salah satu temanku.
“Nanti saja, kalu pulang jam segini dirumah ngapain.”Jawabku dengan nada bercanda.
Hari ini cahaya hati datang menghampiri, seseorang telah membuat hati ini seperti hidup kembali walau hanya sebatas mimpi. Adik kelasku telah membuat setengah hati mati walau tak seutuhnya. Hati ini terasa bangun dari tidur panjang, kini sang malam telah menemukan rembulan. Nampak indah bagiku walau ia hanya nampak cuek kepadaku. Tak kuasa aku menatap matanya karena wajahnya hanya tertunduk padaku. Dalam hatiku terbayang kata “inikah rasa yang akan membuat hidupku berubah.”Dalam inangan hatiku selalu terbayang keindahan rasa yang baru setengah mekar.
Hujan tiba-tiba menetes membasahi rerumputan yang nampak kering, namun belum usai hujan berhenti atau mengajak cahaya hati untuk pulang. Namanya sulis dan aku bisa memanggilnya lilis, dengan motorku yang mulai renta aku antarkan ia pulang.
“Kak, apa sih yang membuat kakak mau mengantarku pulang? Panggilnya dari arah belakang.
“Ya, Cuma mau nganterin kamu aja, memangnya kamu malu ya aku antar ?” Tanyaku balik.
“Enggak kok, aku cuma penasaran tiba-tiba kakak kok mau mengantarkan aku pulang, kita juga kan baru kenal.”
Pertanyaan itu tidakku jawab, karena aku kaget ada lubang di tengah jalan, setelah pertanyaan itu aku dan lilis terdiam tanpa sepatah kata yang terucap.
Ki’ik, suara rem motorku yang ampasnya telah habis. Lilispun turun dari motorku sambil meminta aku untuk mampir sejenak. Ingin hati untuk mampir namun aku ada janji dengan temanku. Akhirnya aku pulang dengan rasa yang belum pernah aku rasakan, senyumnya cukup untuk bekal rinduku. Seperti biasa tiap malam aku rutin menyentuh buku pelajaran esok, namun tak pernah aku belajar jika tidak ada PR.
Kabar hubunganku denganya memang aku rahasiakan kepada teman-temanku, karena aku tak ingin ada orang lain yang mencampuri urusanku. Namun sepintar-pintar orang menyembunyikan bangkai pasti tercium juga. Entah darimana berita yang beredar tiba-tiba teman-teman akrabku mengetahui hubungan kami. Namun aku sekali lagi tidak memperdulikannya lagi.
Waktu berjalan beriringan, sikap lilis yang tertutup padaku membuat aku sulit mengertinyaa, tiap aku bertemu dengannya ia nampak menghindar dariku. Namun aku tak akan memperdulikan karena rasa dalam hati tak akan mati.
Di sekolah aku sulit sekali bertemu dengannya, rasa rindu yang tak terhapuskan membuat hati ini ingin menemuinya. Malam menjadi waktu yang aku miliki. Aku menemuinya dan bicara banyak padanya. Ia juga menceritakan semua tentang masa lalunya. Walau bertolak belakang dariku namun hati ini yakin ia terbaik bagiku.
“lis, aku ada satu permintaan bagimu dan mungkin permintaan ini sulit untuk engkau penuhi.” Pertanyaanku yang muncul tiba-tiba..
“ Memangnya apa yang kakak pinta dari aku?”tanya Lilis penasaran.
“Aku ingin melihatmu memakai jilbab dirumah”

Tiba-tiba suasana hening ,namun aku mendengar sebuah jawaban yang membuat hatiku tersenyum. Perjalanan waktu menghantar hati ini untuk selalu menunggu. Namun keinginanku sulis memakai jilbab di luar sekolah belum terbalas. Mungkin hingga kapan aku tak akan memaksanya. Waktu berlalu begitu cepat, aku merasa hubungan ku aemakin jauh darinya menyempatkan waktu menemuinya. Namun petir menyambar hati yang seutuhnya berdiri, ada sebuah kata yang membut rasa ini lenyap. Namun hati ini tetap tegar walau terasa mati jiwa ini.
Aku coba untuk tetap sabar, tak pernah terbesit rasa untuk membencinya.Namun bagai rerumputan kering yang tersulut api, hati ini terasa membara saat hati ini mencoba menghibur rindu padanya, ia selalu menghindar.Tiap kali aku ingin menatapnya, tetapi ia selalu menutupinya.Tak pernah mendapatkan jawaban karena jarak dan waktu memisahkan.
“Bagaimana kabarnya Lilis dengan kekasih lamanya?” Tanyaku pada teman lilis.
“Kekasihnya yang mana …?ooh dengan ….., tapi sepertinya Lilis enggak balikan ama pacar lamanya.”
Aku mendapat penjelasan tentang Lilis, walau aku tak seutuhnya percaya. Rasa ini tak pernah sirna walaupun sebuah kata menghancurkannya. Perlahan-lahan aku ingin melupakannya, namun berat hati menjalaninya.Tak pernah lagi aku menatap kedua matanya, karena setiap aku ingin melihatnya ia selalu menghindar.Tangis hati kerinduan ini, karena kerinduan terbalas oleh sikapnya. Kini di depan pagar gedung aku menatapnya, saat ia berangkat sekolah atu kapanpun aku berjumpa dengannya..
Dalam hatiku berharap Lilis akan kembali sebelum mata hatiku terpejam untuknya selamanya.

Kecanduan Cinta
Pemahaman diri
Jacintha pernah mengatakan, Istilah kecanduan cinta mungkin bukan istilah yang umum terdengar. Istilah yang sudah umum beredar seperti kecanduan minum, alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya. Meskipun “barang” nya cinta, bukan berarti aman-aman saja bagi pecandunya dan tidak membawa dampak apapun juga. Justru, dampak dari kecanduan cinta ini sama burknya untuk kesehatan jiwa seseorang. Buktiynya, sudah banyak kasus bunuh diri atau pembunuhan yang terjadi akibat kecanduan cinta meski korban maupun pelaku sama-sama tidak menyadarinya...Nah, arikel dibawah ini akan mengulas sekelumit hal-hal yang berkaitan dengan kecanduan cinta.
Kecanduan Psikologis
Di dalam masyarakat sudah banyak sekali kesalahan dalam mempresepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, aataupun lagu-lagu turut andil dalam menyeru-kan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi kekasih- dan orang menilai bahwa cerita ini mencerminkan kisah cinta sejati.
Tanda-tanda
Pada umumnya individu yang mengalami kecanduan cinta menunjukan tanda-tanda:
Adanya pikiran obsesif, misalnya terus menerus curiga akan kesetiaan pasangan, cterus manerus takut ditinggalkan dengan pasangan sehingga selalu ikut kemana pun perginya sang kekasih/pasangan.
Selalu menuntut perhatian dari waktu kewaktu, tanpa ada toleransi dan pengertian
Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya: mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobinya.

Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apa pun juga, mulai dari meminta pendapat, mengambil keputsan sampai dengan memilih warna pakaian.
Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobinya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompoknya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga.
Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasangan.
Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta.
Tidak bisa memutuskan hubungaan meski merasa amat tertekan “berharap” pada janji-janji surga pasangan.
Kehilangan salah satu hal terpenting daalam hidup, misalnya pekerjaan atau /keluarga inti demi mempertahankan hubungan.
Jadi, tidak ada istilah “puas” dalam setiap hubungan yang terjalin antara orang yang kecanduan cinta denan pasangan; ibaratnya seperti mengisi gelas bocor yang tidak bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber. Demikian juga oranga kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain kerena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak diantara mereka yang sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidak dapat dipenuhi sanga kekasih. Padahal meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individa yang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri – mereka lebih sering menyalhkan mantan-mantan kekasihnya/pasanganya.


artikel ini di ambil dari: www.e-psikologi.com

Puisi puisi

Cinta Fatamorgana

Terpancar Satu Titik Terang
Dari Sebuah Pandangan Mata
Yang Kini Menerangi
Gelap Hatiku
Mengalir, Mengikuti
Aliran Darahku

Entah Dariman Harus Kumulai
Ketika Ku Ingat Wajahmu,
Senyummu Yang Menghiasi Manis
Elok Rupamu

Membuatku Ingin Melayang Menggapai
Bintang Yang Piling Terang, Untukmu Seorang
Namun Sayang Itu Hanyalah Khayalan
Yang Mungkin Tak Bisa Jadi Kenyataan

Karna Ku Tau Cinta Ini Mungkin
Tak akan Terbalas
Lalu Kemana Harus Ku Arahkan
Rasa Ini Saat Kau Tak Dapat
Ku Miliki ?
By :


Kelas : X- Profetik







Dibalik Ketegasan tersirat kebaikan


Bendera tertancap ditengah lapang
Tunas melambai-lambai
Tesentak sang bayu
Tersapu debu tesinar cahaya bintang
Tetap gagah walau rapuh dimata
Lelah kaki berjalan, perih sakit terasa
Lelah hati terlupakan,senang telahmengalahkanKarna bimbingan kakak tersayang
Meski kami membuatmu
Terlarut dalam amarah
Oleh semangatmu yang kian membara
Bimbinganmu membuat kami
Mengerti apa itu kebersamaan,kedisiplinandan kasih sayang
Kala bantara malam
Terduduk penegak dilapang gelap
Diam,hening,dingin,tapibahagia terasa
Berkumpul penegak riang menatap cahaya kemenangan
Api............
Api unggun berkobar tinggisampai ke cita.
Cita para penegak yang bersuka ria.
Mengobarkan jiwa pramuka didadanya.
Rasa lelah sirna sudah
Kala penegak bantara berkumpul dengan kakaknya
Rasa kasih sayang muncul dalam kehangatan.
Api unggun yang menyala
Bak kakak mengasihi adiknya
Takda dendam
Takada amarah
Itulah tujuan pramuka
Api yang mulai padam
Tak menyurutkan langkah utuk berjuang
Berjuang menjadi pramuka sejati
Hanya satu kata yang kami ucap
Terimakasih kakak pembina yang tersayang.


Karya: sangga nyi ageng serang
Kelas: x5












KARYAKU JALANKU


Aku tuliskan karyaku
Ungkapkan isi hatiku
Ungkapkan pikiranku
Walau tiada kesempurnaan
Aku mencoba untuk sempurnakan
Karyaku jalanku
Jalan untuk ungkapkan pikiranku
Aku ungkapkan saat ketenanganku
Aku ungkapkan saat tiada masalah menghinggapiku
Karyaku jalanku
Segala kisah aku ungkapkan
Walau mungkin tiada guna
Bila engkau tak suka
Tutuplah karyaku
Lupakan apa yang pernah engkau enyamkan dari karyaku
Bukan karena benci
Bukan karena sedih
Karyaku jalanku
Bila engkau tak bisa pahami karyaku
Lupakan saja karyaku
Karena karyaku jalanku jalan pikiranku




RAGA BERSAHAJA

Cermin berikan penghormatan tiada tara
Berikan penghormatan tanpa awalan aba
Kepada raga yang mulai nampak renta
Atas apa yang telah ia rubah pada realita kehidupan

Kerumunan daun tertegun sebelum angin bertiup
Saat raga yang mulai renta berkarya
Berkarya untuk mengubah realita
Realita kota yang mulai tak tertata

Mengubah tanpa perintah
Berkarya tanpa banyak bicara
Raga bersahaja bagi yang memahami
Memahami dengan sepenuh hati





REVOLUSI LENYAP

Kereta melaju diluar rel
Pesawat terbang didalamnya samudera
Kapal membara ditengah lautan
Segala perubahan yang direncanakan tiada arah

Mulut banyak bicara tak ada perubahan
Segala janji berakhir seperti mimpi
Segala yang diharapkan seperti dedaunan kering
Bila tidak lagi dipohon tak ada guna bagi pohon

Revolusi negeri hambar
Tak ada rasa untuk dirasakan
Tak ada kenikmatan untuk dikecap
Revolusi regeriku kemanakah engkau ?

Revolusi yang dibicarakan
Tak ada yang dijalankan
Negeriku revolusi yang dinantikan
Menuju kehidupan tanpa berita kebohongan

Revolusi……..revolusi
Engkau dinantikan negeri ini
Negeri yang hanya bicarakanmu
Namun tak ada usaha wujudkanmu



Oleh : AN

joke

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM ( YPI )
“MATHALIBUL HUDA” MLONGGO
Akte Notaris : No 18 Tahun 1988
KECAMATAN MLONGGO – KABUPATEN JEPARA
Alamat : Jalan Raya Jepara Bangsri Km.9 Mlonggo Jepara 59452 Tlp ( 0291 ) 593541
Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) – Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) – Madrasah Aliyah ( MA )



SUSUNAN
DEWAN PEMBINA
DEWAN PENGURUS DAN DEWAN PENGAWAS
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM MATHALIBUL HUDA
MLONGGO KABUPATEN JEPARA


No

Nama
Jabatan
Alamat
Keterangan

DEWAN PEMBINA



1
HABIB H.M MUTHOHAR, S.Ag
Pembina
Jambu, RT. 38/08

2
H. ALI RIDLO
Pembina
Jambu, RT. 11/03

3
H. ALY RODLY
Pembina
Jambu Timur , RT. 33/07

4
MOH. THOHA
Pembina
Jambu, RT. 04/01

5
H. Mc. QOSIM
Pembina
Jambu, RT. 12/03

6
H. SAMI’UN
Pembina
Jambu, RT. 21/05

7
H. SM . THOHIR WA
Pembina
Jambu Timur, RT. 13/03







DEWAN PENGURUS



1
H. MARKUWAN
Ketua Umum
Jambu, RT. 02/01

2
H. MUHADI HS
Ketua I
Jambu, RT. 06/02

3
Drs. H. MUSTAQIM, M.Pd
Ketua II
Suwawal, RT. 03/02

4
H. ALI ACHMADI, SE
Ketua III
Jambu, RT.11/03

5
NURSALIM
Sekretaris I
Jambu, RT. 29/06

6
Dra. Hj. HINDUN
Sekretaris II
Jambu, RT. 10/03

7
H. NURHASAN ASY’ARI, S.Ag
Bendahara I
Jambu, RT. 03/01

8
H. SUCAHYONO
Bendahara II
Jambu, RT. 38/07







DEWAN PENGAWAS



1
H. NURHADI
Pengawas
Jambu, RT. 11/03

2
H. ZAINURROHMAN, SH
Pengawas
Jambu, RT. 36/07

3
H. M. ADNAN
Pengawas
Jambu, RT. 23/05


Mlonggo, 18 Januari 2009.
Dewan Pembina



HABIB HM. MUTHOHAR, S.Ag






DAFTAR NAMA GURU MI MATHALIBUL
HUDA MLONGGO


No
Nama Guru dan Karyawan
Pendidikan Keguruan
Jabatan

Nama PT
Ijazah
Fakultas
Jurusan

1
Ahmad Mulhadi, S.Pd.I, MM
INISNU Jepara
S 1
Tarbiyah
PAI
Kepala Madarasah

2
Nursalim




Waka MI Sarpras Ku

3
Ahmad Hazin, S.Pd.I
INISNU Jepara
S 1
Tarbiyah
PAI
Waka Krklm Kesisw

4
H. Achmad Sya'roni




Guru Mapel PAI

5
Ali Ronzi, S.Pd
IKIP PGRI Semarang
S 1
Pendidikan
BK
Guru BK

6
Masruroh Nihayah




Guru Mapel PAI

7
Musfirotun
PGAN Kudus


Pendidikan
Guru Kelas

8
Aminah, S.Pd.I
INISNU Jepara
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Kelas

9
Dra. Hj. Anisatul Muzaro'ah
IKIP PGRI Yogyakarta
S 1
Pendidikan
PMPKn
Guru Mapel SBK

10
Masmuatin Zulfah, S.Ag
Univ. StyJakarta
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Kelas

11
Khoiru Rhomadhona, S.Ag, S.Pd.I
INISNU Jepara
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Kelas

12
Fathul Am, S.Ag
STAIN Salatiga
S 1
Tarbiyah
PAI
Ka TU

13
Noor Andhi Odhang
INISNU Jepara



Guru Kelas

14
Abdullah Nurul Abid
PGAN Kudus


Pendidikan
Guru Kelas

15
Santi Idayani, S.Pd.I
INISNU Jepara
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Kelas

16
Lisnatun, S. Ag
IAIN Walisongo Semarang
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Kelas

17
Wahyu Hidayat, A.Ma
UNS Surakarta
D 2
Pendidikan
Guru Kelas
Guru Kelas

18
Zeni Widayati, A.Ma
UNS Surakarta
D 2
Pendidikan
Guru Kelas
Guru Kelas

19
M. Syariul Anam, S.Pd.I
INISNU Jepara
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Kelas

20
Maskan, S.Pd.I, MM
Univ. Sty Jakarta
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Mapel PAI

21
Musfiroh, A.Md
Undip Semarang
D 3
Bahasa
Sastra Inggris
Guru Mapel B. Inggris

22
Dodik Prastyohadi, S.Pd
Unes Semarang
S 1
Ilmu Keolahrg
Pend Or & Keplat
Guru Penjas Olahraga

23
Suharno, S.Ag
INISNU Jepara
S 1
Tarbiyah
PAI
Guru Mapel PAI

24
Uswatun Khasanah




Staf TU

25
M. Zuhri




Penjaga








































DAFTAR IDENTITAS GURU DAN KARYAWAN
MTs MATHALIBUL HUDA MLONGGO


NO
Nama Guru
L/P
Tempat, Tanggal Lahir
Alamat
Jabatan Dalam MTs






1
Zainuddin, S.Pd.I
L
Jepara, 15 Maret 1957
Jambu Timur
Kepala Madrasah
2
Karmono, A.Ma
L
Jepara, 16 Juni 1954
Srobyong

3
Muh Zuhri, A.Ma
L
Jepara, 16 April 1958
Srobyong

4
H. Kasmuri, S.Ag
L
Jepara, 14 Juni 1955
Jambu

5
H. SM. Thohir. WA
L
Jepara, 03 April 1952
Jambu Timur

6
Chalid Marzuki, S.Pd
L
Jepara, 07 Desember 1963
Jambu

7
H. Sukardi, S.Pd
L
Klaten, 02 Juni 1953
Bondo

8
Sunaryo, A Ma Pd
L
Jepara, 14 Juli 1962
Srobyong

9
Abdul Mutholib
L
Jepara, 01 April 1940
Jambu

10
Drs. Mulyani
L
Jepara, 24 Agustus 1961
Bondo

11
Mahmudi, A.Ma
L
Jepara, 13 Juli 1961
Jambu

12
H. Muhammad Sokheh, S.Pd.I
L
Jepara, 15 Maret 1962
Kuwasen

13
Nurul Asik
L
Jepara, 10 April 1966
Sekuro
Ka TU
14
Dra. Anik Nafi'ah
P
Jepara, 10 Nopember 1964
Jambu

15
Drs. Makmur
L
Demak, 04 Juni 1963
Sekuro
Waka Sarpras
16
H. Kasno HA
L
Jepara, 01 Nopember 1965
Jambu

17
Turkani, S.Pd
L
Jepara, 23 Maret 1965
Jambu
Waka Kesiswaan
18
Jamroni, S.Pd.I
L
Jepara, 02 Maret 1964
Jambu Timur
Kasi Keagamaan
19
Mariyoto, S.Pd.I
L
Jepara, 13 Oktober 1968
Sekuro

20
Drs. Bambang Yusmanto
L
Jepara, 08 Nopember 1967
Sinanggul

21
Drs. Ah. Daryoto
L
Jepara, 04 Mei 1965
Jambu
Waka Humas
22
Kasri'ah
P
Jepara, 03 September 1965
Jambu
Bendahara Sosial
23
Dra. Sri Kurniyati
P
Jepara, 15 Januari 1965
Bondo

24
Sutiyono, S.Pd
L
Jepara, 12 Maret 1970
Kawak

25
Kasrowi, S.Ag
L
Jepara, 10 Desember 1964
Lebak

26
Nor Kholik S.Ag
L
Jepara, 03 Juli 1968
Sekuro
Sie Pembinaan
27
Umi Hanik Alkaf
P
Jepara, 03 Januari 1967
Jambu
Bendahara Umum
28
Khannah, S.Pd
P
Jombang, 06 Desember 1969
Jerukwangi

29
Untung Rusdiono
L
Jepara, 13 Oktober 1975
Jambu

30
Mamik Handayani, S.Pd
P
Jepara, 06 Juni 1966
Jambu
Ka Lab. IPA
31
Nur Khamid, S.Ag
L
Jepara, 27 September 1972
Srobyong
Tim Pengemb. Akademik
32
Sri Rahayu Pujiati, S.Ag
P
Jepara, 31 Januari 1971
Sekuro

33
Ibnu Abbas, S.Ag
L
Jepara, 04 Pebruari 1971
Sinanggul
Koordinator BK
34
Haryono, S.Pd
L
Jepara, 02 Oktober 1972
Jambu
Anggota TPA
35
Rohmah, S.Ag
P
Jepara, 02 Mei 1973
Jambu

36
Sujito, S.Pd.I
L
Banyumas, 26 Maret 1965
Bangsri

37
Mahmud, S.Pd.I
L
Jepara, 24 Pebruari 1969
Tengguli

38
Siti Su'aidah, S.Ag
P
Kudus, 30 Mei 1975
Sekuro

39
H. Ranto Nur Iskan, S.Pd
L
Jepara, 12 Juli 1977
Srobyong

40
Dra. Suharti
P
Jepara, 06 April 1963
Sekuro

41
Suparjo, SP
L
Betro, 28 Juli 1969
Karanggondang

42
Dra. Titik Munjaeroh, S.Pd
P
Jepara, 10 April 1969
Bangsri

43
Mustihanah
P
Jepara, 26 Maret 1979
Jambu Timur

44
Laili Nasrotul Hannak S.Ag
P
Jepara, 14 Nopember 1977
Wonorejo

45
Abdullah Hafid, S.Ag
L
Jepara, 20 Mei 1973
Sekuro
Waka Kurikulum
46
Sufi'atul Alamah, S.Pd
P
Jepara, 28 Mei 1979
Jambu

47
Imam Musyafak, Am. Pd. OR
L
Jepara, 19 Agustus 1980
Suwawal

48
Abdul Aziz, S.Ag
L
Jepara, 23 Oktober 1979
Bangsri

49
Bawono Hardiyanto, S.Pd
L
Wonogiri, 11 Juli 1969
Bangsri

50
Suliyanto, S.Ag
L
Jepara, 25 Agustus 1977
Guyangan

51
Qistiniyati, SE
P
Jepara, 13 Maret 1977
Ngasem

52
Ariful Aminuddin, S.Ag
L
Jepara, 04 Mei 1973
Sinanggul

53
Ali Shohib, S.Pd
L
Jepara, 05 Desember 1980
Sekuro
Tim Pengemb. Akademik
54
M. Kamal Izzuddin
L
Jepara, 11 Maret 1977
Bandengan
Ka. Lab Komputer
55
Tatik Widiyaningsih, S.Pd
P
Jepara, 05 Desember 1980
Sekuro

56
Arif Wahyudin, Am.Pd
L
Jepara, 07 Mei 1979
Jambu

57
Richzatus Saidah, A.Md

Jepara, 12 Juni 1981
Wonorejo

58
Rusman
L
Pati, 14 Juni 1967
Srobyong

59
Indah Wahyuningsih, S.Pd
P
Jepara, 01 Nopember 1975
Jambu

60
Anna Kristiyani ZA, S.Pd
P
Jepara, 21 April 1978
Srobyong

61
Arief Efendy, A.M.Pt
L
Jepara, 22 Juli 1965
Sekuro

62
Bambang Hermanto, S.Pd
L
Jepara, 08 Desember 1972
Sekuro

63
Nanang Aris Syamsul H, SE
L
Jepara, 10 Januari 1982
Bondo

64
Erni, SE
P
Jepara, 15 Mei 1980
Srobyong

65
Nunuk Maria Ulfah, SE
P
Jepara, 08 Nopember 1979
Pengkol

66
Dewi Andriyani, S.Pd
P
Jepara, 12 Desember 1982
Srobyong

67
M. Musyafak

Jepara, 07 Oktober 1978
Jambu

68
Resti Aminah

Jepara, 25 Nopember 1987
Karanggondang

69
Ismiyatun, S.Ag
P
Jepara, 10 Mei 1970
Sinanggul

70
Hamdan Jauhar AH
L
Jepara, 24 April 1976
Jambu

71
Ida Suryani, S.Ag
P
Jepara, 10 September 1973
Sekuro

72
Muh. Thawab, Am.Pd
L
Jepara, 15 Maret 1980
Sinanggul

73
Afita Auliya, S.Pd
P
Jepara, 11 Januari 1983
Sekuro

74
Agus Riyanto, S.Ag
L
Batang, 14 September 1974
Mambak

75
Sufaat
L
Jepara, 01 Maret 1965
Tengguli

76
Budiyanto, S.Pd
L
Jepara, 26 Maret 1983
Sekuro

77
Umi Habibah, S.Pd.I
P
Jepara, 05 Maret 1983
Jambu

78
Nur Rohim, S.Pd
L
Jepara, 27 Juli 1977
Pengkol

79
Nur Sahid, S.Pd.I
L
Jepara, 07 Maret 1977
Jambu

80
I'anatul Mukminah
L
Jepara, 02 Desember 1984
Jambu

81
Noor Syaifuddin
L
Jepara, 01 Agustus 1987
Jambu

82
Asrofik, S.Pd.I
P
Jepara, 05 Juni 1978
Bondo

83
Anis Sholikatin, S.Pd
P
Jepara, 16 Januari 1986
Jambu Timur

84
Irsan
L
Jepara, 01 Januari 1958
Jambu

85
Seniman
L
Jepara, 20 Agustus 1966
Jambu
















DAFTAR GURU DAN PEGAWAI MA
MH MLONGGO


NO
NAMA
L/P
Alamat
Pendidikan Terakhir
Mapel yang diaijarkan


1
Drs. H. SUGIWANTO, MM
L
Jambu Mlonggo
S2/Manajemen
Sosiologi


2
Drs. MASWAN, MM
L
Jetukwangi Bangsri
S2/Manajemen
Bahasa Indonesia


3
H. SOETIJONO
L
Sekuro Mlonggo
SPG
Seni Budaya


5
NOOR SYAHID
L
Cobaan Bangsri
MA/Ponpes
Bahasa Arab


6
KH. SAMI'UN
L
Jambu Mlonggo
PGAA
Qiraatul Kutub


7
H. NOOR HALIM
L
Jambu Timur Mlonggo
PGAA
Qiraatul Kutub


8
Drs. SHOLIKUL HADI
L
Jambu Timur Mlonggo
S.1/FPIPS/Geografi
Geografi


9
Drs. KRISWIYOSO
L
Karanggondang Mlonggo
S.1/FPIPS/Ekonomi
Ekonomi


10
KH. AHMAD HAFADZ
L
Jambu Mlonggo
MA/Ponpes
Fiqih


11
H. KASMUN, S.Pd.I
L
Jambu Mlonggo
S.1/FT/PAI
Aqidah Akhlak


12
NUR EKO S.,S.Pd
P
Slagi Pakis Aji
S.1/FPMIPA/Fisika
Matematika


13
Drs. AHMAD MURSIDI
L
Pecangaan Kulon Pecangaan
S.1/Tarbiyah/PAI
Bahasa Arab


14
Drs. SUTARLIM
L
Srobyong Mlonggo
S.1/Tarbiyah/PAI
Qur-an Hadits


15
KALOKA, A.Md
L
Kaliaman Kembang
D.3/FPMIPA/Fisika
Fisika


16
NUR AZIZAH, S.Ag
P
Jobokuto Jepara
S.1/Tarbiyah/PAI
Qur-an Hadits


17
Drs. NASUKA, S.Pd
L
Jambu Timur Mlonggo
S.1/Ushuluddin/Aq.Fils.
Bahasa Indonesia


18
AHMAD NURROFIQ, S.Pd
L
Jambu Mlonggo
S.1/FPIPS/Geografi
Geografi


19
Ir. SUKAMTO
L
Bandengan Jepara
S.1/FT/Pertanian
Biologi


20
R. BURHANUDDIN A.S.Pd
L
Jambu Timur Mlonggo
S.1/FPB/Bahasa Inggris
Bahasa Inggris


21
SYAIFUL HUDIN, S.Ag
L
Srobyong Mlonggo
S.1/FT/PAI
TIK/Ka TU


22
SYAIFUN NASHIR, S.Ag
L
Jambu Timur Mlonggo
S.1/Tarbiyah/PAI
Feqih/Sosiologi


23
SUNARTO SULKAN, S.Pd
L
Kaliaman Kembang
S.1/FMIPA/Kimia
Kimia


24
NURUL HIDAYAH, S.Pd
P
Sekuro Mlonggo
S.1/FMIPA/Fisika
Fisika


25
ZAIN MUHIBBI, SE
L
Srobyong Mlonggo
S.1/FE/Akuntansi
Ekonomi


26
P. MOH. SHOLIHIN, A.Ma
L
Sekuro Mlonggo
D2/FIK/Olah Raga
Olah Raga


27
RULLY SETIANTO, S.Pd
L
Suwawal Mlonggo
S.1/FPB/Bahasa Inggris
Bahasa Inggris


28
YENI MURNIASIH, S.Pd
P
Jerukwangi Bangsri
S.1/FIPS/Sejarah
Sejarah


29
EDY SUYANTO, S.Pd
L
Jambu Timur Mlonggo
S.1/FMIPA/Matematika
Matematika


30
NUR RIFA'I, S.Pd.I
L
Karanggondang Mlonggo
S.1/FT/PAI
TIK


31
RETNO ENDAH C., S.Pd
P
Mulyoharjo Jepara
S.1/FMIPA/Biologi
Biologi


32
NUR KHIKMAH, S.Pd
P
Bangsri
S.1/FPB/Bahasa Inggris
Bahasa Inggris


33
FARICHATUL IKHWANA,S.Pd
P
Pengkol Jepara
S.1/FKIP/Matematika
Matematika


34
NUR HAMID, S.Ag
L
Mambak Mlonggo
S.1/FT/PAI
Bahasa Arab


35
SUDARSONO, S.Ag
L
Jambu Mlonggo
S.1/FT/PAI
Olah Raga


36
THOYIBIN, S.Pd
L
Sinanggul Mlonggo
S.1/FP.IPS/PMP-KN
PKn


37
MISBAHUL MUNIR, S.Pd
L
Suwawal Mlonggo
S.1/FPB/Bahasa Inggris
Conv&List, Sejarah


38
M. ZAKKI FU'AD, S.Sn
L
Karanggondang Mlonggo
S.1/FPB/Seni Rupa
Seni Budaya


39
IBNU AFIF, S.Pd
L
Jambu Mlonggo
S.1/FPB B.Indonesia
Bahasa Indonesia


40
SITI RODLIYAH, S.Pd.Si
P
Kuwasen Jepara
S.1/FMIPA/Matematika
Matematika


41
TOMMY LATIF, S.Pd
L
Karanggondang Mlonggo
S.1/FIP/BK
BP/BK


42
TANTRI FITROTUN NISA, S.Si
P
Jambu Mlonggo
S.1/FIK/Keolahragaan
Olah Raga


43
NANIK NURUSY SY, S.Pd.I
P
Suwawal Mlonggo
S.1/FT/PAI
Staf /Bendahara


44
RICHZATUS SA'IDAH, A.Md
P
Kedungcino Jepara
D3/Perpustakaan
Staf Perpustakaan


45
DEVI ASISCA RUMANIA,A.Ma
P
Jambu Mlonggo
D2//GK
Staf TU


46
AZIZ MUMTAZA
L
Srobyong Mlonggo
MA/IPA
Staf TU


47
NURJHOLIS
L
Jambu Mlonggo
SMP
Penjaga sek














KEGIATAN EKSTRA KURIKULER MA DAN PEMBINA/PELATIHNYA

1. Pramuka: a. Drs. KRISWIYOSO
b. THOYYIBIN, S.Pd
c. IBU AFIF, S.Pd
d. NUR KHIKMAH, S.Pd
e. DEVI ASISCA R, A.Ma
f. NANIK NURUSY S.Pd.I
2.Bola Volly Putra: SUDARSONO, S.Ag
3. Bola Volly Putri: MOH. SHOLIKIN
4. Sepak Bola: SUDARSONO, S.Ag
5. Karate : IBNU ABBAS, S.Ag
6. Rebana Modern: HENRI WASKITO
6. Drum Band-Corps:
a. SOETIJONO
b. SYAIFUL HUDIN, S.Ag
c. Drs. MASWAN, MM
7. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
a. AHMAD NURROFIQ, S.Pd
b. Drs. MASWAN, MM
c. Drs. NASUKA, S.Pd
d. IBNU AFIF, S.Pd
8. Lab IPS : a. Drs; KRISWIYOSO
b. ZAIN MUHIBBI, SE
9. LKKS (Lemb. Kajian Kitab Salaf)
a. NUR KHAMID, S.Ag
b. AHMAD YAZID, A.Md

10. IPNU/IPPNU
a. Drs. KRISWIYOSO
b. Drs. MASWAN, MM
c. H. KASMUN, S.Pd.I
d. Drs. MURSIDI

11. Intensif Bahasa Inggris:
a. RULLY SETYANTO, S.Pd
b. MISBAHUL MUNIR, S.Pd
12. Tilawatil Qur’an
BUDI YUWONO, S.Ag
13. Jurnalistik dan Penerbitan Majalah:
a. Drs. MASWAN, MM
b. THOYYIBIN, S.Pd
14. Kewirausahaan & Koperasi Siswa:
a. Drs. MASWAN, MM
b. SYAIFUL HUDIN, S.Ag
15. Himpunan Siswa Penulis (HSP) : Drs. MASWAN, MM
16. Ketrampilan Tata Boga Siswa : NUR AZIZAH, S.Ag





Pelatih Ekstra Kurikuler
MTs. MaTHALIBUL HUDA MLONGGO


No
Jenis kegiatan
Hari Latihan
Waktu
Pembina
1
DC Malida
Minggu dan Rabu
14.00 – 16.30
M. Tawwab,A.Ma.Pd.
Untung Rusdiono
dcMalida All Star
2
Pramuka
Kamis
14.00 – 16.30
Arif Wahyudin,A.Ma.Pd.
3
Karate
Sabtu dan Rabu
15.00 - 16.30
Ibnu Abbas,S.Ag.
4
Bola Volli
Senin (Putra)
Selasa (Putri)
15.00 - 16.30
Bambang Hermanto,S.Pd.
5
Rebana
Selasa
14.00 - 16.30
Hendri Waskito
6
Kursus Komputer
Sabtu s/d Kamis
14.00 - 16.30
M.Kamal Izzudin
Nurul Asik
Abdullah Khafidz,S.Ag.
7
Sepak Takraw
Ahad dan Selasa
14.00 - 16.30
Taufiqur Rohman
8
Tilawatil Quran
Selasa
14.00 - 16.30
Sufa’at


STRUKTUR ORGANISASI
MI MATHALIBUL HUDA MLONGGO


Kepala : Ahmad Mulhadi, S.Pd.I
Waka Kurikulum dan Kesiswaan : Ahmad Hazin,S.Pd.I
Waka Kebendaharaan : Nur Salim
Sekertaris/ Ka. TU : Fathul’Am,S.Ag

Seksi-Seksi

1. Pramuka/Upacara : 1. M. Syari’ul Anam, S.Pd.I
2. Santi Idayani, S.Pd.I
3. Musfiroh, A.Md
2. Perpustakaan : 1. Lisnatun, S.Ag
2. Zeni Widayati, A.Ma
3. Koprasi : 1. Masmuatin Zulfah, S.Ag
2. Aminah Al Kaf, S.Pd.I
4. UKS : 1. Wahyu Hidayat, A.Ma
2. Noor Andhi Odhang, S.P.d.I
5. Sosial & Kesejahteraan : 1. Musfirotun
2. Khoiru Romadlona, S.Ag
6. 6 K : 1. H. Ahmad Sya’roni
2. Maskan, S.Pd.I
7. KESRU : 1. Dra. Hj. Anisatul Muzaro’ah
2. Nur Salim
8. PHB : 1. Masrurotun Nihayah
2. Abdullah Nurul Abid
9. Pembantu Umum : 1. Fathul ‘Am, S.Ag
2. Dodik Prasetyohadi, S.Pd


DATA GURU KELAS
MI MH Mlonggo



Wali Kelas 1A Wali Kelas 1B
Musfirotun Khoiru Romadlona, S.Ag
Wali Kelas 2A Wali Kelas 2B
Santi Idayani, S.Pd.I Zeni Widayati, A.Ma
Wali Kelas 3A Wali Kelas 3B
Aminah Al Kaf, S.Pd.I M. Syari’ul Anam, S.Pd.I
Wali Kelas 4A Wali Kelas 4B
Masmuatin Zulfah, S.Ag Lisnatun, S.Ag
Wali Kelas 5A Wali Kelas 5B
Ahmad Hazin,S.Pd.I Wahyu Hidayat, A.Ma
Wali Kelas 6A Wali Kelas 6B
Abdullah Nurul Abid Noor Andhi Odhang, S.P.d.I









STRUKTUR ORGANISASI
MA MATHALIBUL HUDA MLONGGO

1. Kepala Madrasah : Drs. H. SUGIWANTO, MM
2. Wakil Kepala Ur. Kurikulum : SYAIFUN NASHIR, S. Ag
3. Wakil Kepala Ur. Kesiswaan : Drs. KRISWIYOSO
4. Wakil Kepala Ur. Sarana Prasarana & : RULLY SETIANTO, S.Pd
Ketenagaan
5. Wakil Kepala Ur. Humas-Kesra : Drs. MASWAN, MM
6. Kepala Tata Usaha : SYAIFUL HUDIN, S.Ag
a. Sub Urusan Pengajaran/PBM : IBNU AFIF, S.Pd
b. Sub Urusan Kesiswaan : DEVI ASISCA R.,A.Ma
c. Sub Urusan Kearsipan/surat-menyurat : NANIK NURUSY S.,S.Pd.I
d. Sub Urusan Humas & Kesra : AZIZ MUMTAZA
e. Sub Urusan Inventaris & Kepegawaian : AZIZ MUMTAZA
f. Sub Urusan Perpustakaan : RICHZATUS S., A.Md
g. Sub Urusan Laborat :
1. Laboratorium Fisika : KALOKA, A.Md.
2. Laboratorium Biologi : RETNO ENDAH C.,S.Pd.
3. Laboratorium Kimia : SUNARTO SULKAN, S.Pd.
4. Laboratorium Komputer : NUR RIFA’I, S.Pd.I
h. Sub Urusan Bendahara Umum : NANIK NURUSY S.,S.Pd.I
i. Sub Urusan Bendahara Syahriyah : NANIK NURUSY S.,S.Pd.I
7. Koordinator BP/BK : TOMMI LATIF, S.Pd.
8. Wali Kelas
a. Wali Kelas X.1 : NUR RIFA’I, S.Pd.I
b. Wali Kelas X.2 : THOYYIBIN, S.Pd
c. Wali Kelas X.3 : IBNU AFIF,S.Pd
d. Wali Kelas X.4 : NUR KHIKMAH, S.Pd
e. Wali Kelas X.5-Profetik : SITI RONDIAH, S.Pd.Si
f. Wali Kelas XI. IPA : SUNARTO SULKAN, S.Pd
g. Wali Kelas XI. IPS 1 : ZAIN MUHIBBI, SE
h. Wali Kelas XI. IPS 2 : Drs. SUTARLIM
i. Wali Kelas XI IPS 3 : M. ZAKKI FUAD, S.Sn
j. Wali Kelas XI IPS 4 : Drs. MURSIDI
k. Wali Kelas XII. IPA : KALOKA, A.Md
l. Wali Kelas XII. IPS 1 : RULLY SETYANTO, S.Pd
m. Wali Kelas XII. IPS 2 : H. KASMUN, S.Pd.I
n. Wali Kelas XII IPS 3 : FARIKHATUL IKHWANA,S.Pd
o. Wali Kelas XII IPS 4 : NUR AZIZAH, S.Ag
9. Guru-Guru
10. Peserta Didik














PENGURUS OSIS MTS





PENGURUS OSIS MA


PENGURUS DEWAN AMBALAN


PENGURUS UNIT DRUMBAN


































Organisasi Kelas
Madrasah Aliyah (MA) MH Mlonggo

STUKTUR ORGANISASI KELAS X-1

Wali Kelas : Nur Rifa’I,S.Pd.i
Ketua Kelas : Aan Khunaifi
Wakil Ketua : Miftahnur Syafiana
Sekretaris : 1. Syarifuddin Maulana
2. Nur Qinal A’la
Bendahara : 1. M.Syukron Ubaidilah
2. Devi Lativardani
Seksi-Seksi
Seksi Pendidikan : Wahyuni Hindayani
Seksi Agama : Naviatun Zahro
Seksi Olahraga : M.Irfanto
Seksi Kegiatan : Eko Bahrudin
Seksi 5K : 1. Ayu Erliana
2. Ahmad Fuaddillah

STRUKTUR ORGANISASI KELAS X -2



STRUKTUR ORGANISASI KELAS X -3



STRUKTUR ORGANISASI KELAS X -4


Wali Kelas : Nur khikmah, S.pd
Ketua Kelas : Syarifudin Friska Hadi Putra
Wakil Kelas : Istikhomah

Sekretaris I : Anita Yunik Ristianik
II : Ika Cahyaning Tyas

Bendahara I : Eta Eriyana
II : Siska Widayanti

Seksi Pendidikan : Khoiriyah
Seksi Kesehatan : Fattikurrohman
Seksi Agama : Sholikin
Seksi 5-k : M. Haqqul Yaqin
Seksi Olahraga : Khoirul Syaifuddin
Seksi Pramuka : M. Santoso


STRUKTUR ORGANISASI KELAS X-5


Wali Kelas : Siti Rondiyah S.pd.Si
Ketua Kelas : Alike Lina Zuliana
Wakil Ketua Kelas : Nurul Khotimatul.K
Sekretaris I : Erlina Tantika
II : Mudrikasari
Bendahara I : Rofi’atul Mauludah
II : Anisatul Ulum

Seksi-Seksi

Seksi Pendidikan : 1. Khoirul Huda
2. Zuliatul Muyasaroh
Seksi Olahraga : 1. Muhammad Abdullah
2. Renie
Seksi Kegiatan : 1. Adi Saputra
2. Linda ariyanti
Seksi Agama : 1. Adilla Yunus Al Iza
2. Choirus Saidah
Seksi 5k : 1. Amin Hendriawan
2. Anita

STRUKTUR ORGANISASI KELAS XI IPA


Wali Keias : Sunarto Sulkan S.pd
Ketua Kelas : M.Maghfurin
Wakil Ketua Kelas : Rika Tyas Anggraina
Sekretaris I : M.Dawam Khoirudin
II : Rani Fifi Nofiana
Bendahara I : Reni Ambar Wati
II : Nela Nur Aviva

Seksi-Seksi

Seksi pendidikan : Hanik Nurul Faizah
Seksi Agama : Jalaludin Amin
Seksi olahraga : Miftahul Huda
Seksi Kegiatan :Dwi Agustina Wati
Seksi 5k : I . Tiwik Andriyani
II . Sri Windarti


STRUKTUR ORGANISASI KELAS XI IPS 1


Wali Kelas : Zain Muhibbi,SE.
Ketua : Dedik Trestyawan
Wakil Ketua : Jamaludin
Bendahara : 1. Wildan Nur Laela Hidayah
2. Irma Salasah
Sekretaris : 1. Muhammad Rokip
2. Silvia Jauharoh


SEKSI-SEKSI

Seksi Pendidikan : Syifa’ Nurjannah
Seksi Agama : Ismawati
Seksi Olahraga : Ahmad Reza
Seksi Upacara : Fifi Nur Susanti
Seksi 5K : 1. Sari Puspa
2. Ahmad Nur Irawan


SRUKTUR ORGANSASI XI KELAS IPS 2


Wali Kelas : Drs. Sutarlim
Ketua Kelas : 1. Mei Nur Tyas Puspitasari
2.Ari Fatkhur Niawan
Sekretaris : 1.Riska Handayani
2.Risma Yistianti
Bendahara : 1.Nur Aini Albania
Seksi-seksi
Sk. Pendidikan : Nina Ismaya
Sk. Agama : Dian Novit I
Sk. Olahraga : Nur Ifan Setiyawan
Sk. Kegiatan : Ali Mahmudi
Sk. 5k : 1.Nuriyanto
2. Nur Fatimah Azzahroh

SRTUKTUR ORGANISASI KELAS XI IPS 3


Ketua I : Dany Ryan Rahmawan
II : Erniliana

Sekretaris I : M.Yazid Al Ashor
II : Imron Amirullah

Bendahara I : Ratih Mustika Dewi
II : Saidatun Niswah

Seksi Agama : Robi’atul Adawiyah
Seksi Pendidikan : Nila Nasihatuz .Z
Seksi Olahraga : A. Choirudin
Seksi 5-k : Rahmad Darmawan
Uswatun Khasanah .A


STRUKTUR ORGANSASI KELAS XI IPS 4


Wali kelas : Drs. Ahmad Mursidi
Ketua kelas :1. Abdul Ghofar
2.Erwin Dwi Efendi
Sekretaris :1.Munfaat
2.Fitrotus Silfia
Bendahara :1.Khiyarotun Nisak
Sk.pendidikan : Ana Lismawati
Sk.Agama : Nur Abidin
Sk.Kegiatan : Ida Fitriyani
Sk. Orkes : Fatikur Rohman
Sk. 5k : 1.Siti Maslikah
2.Ahmad Sutrisno

SRTUKTUR ORGANISASI KELAS XII IPA


SRTUKTUR ORGANISASI KELAS XII IPS 1


Wali Kelas : Rully Syanto S.pd
Ketua kelas : 1.Nur Muhammad Zainudin
2.Ahmad Syafii
Sekretaris :1. Luluk firtiyani
2. Lilis Tri N
Bendahara :1.Khalimatus Sakdiyah

Seksi – Seksi

Sk. Pendidikan : Muhammad Syahid
Sk. Agama : Dedi Ade Setiyawan
Sk. 5k : Muhammad Turmudzi
Sk. Olahraga : Muhammad Malik


SRTUKTUR ORGANISASI KELAS XII IPS 2


STRUKTUR ORGANISASI KELAS XII IPS 3

Wali Kelas : Farikhatul Ikhwana,S.Pd
Ketua Kelas : Eko Risdyanto
Wakil Ketua : Fenti Kumalasari
Sekretaris : 1. Heni Astuti.P.W
2. Alike Lisa.L
Bendehara : 1. Irahatul.M
2. Triana Dewi


SEKSI-SEKSI

Seksi Pendidikan : Qurrota Ayyun
Seksi Agama : Ahmad Habib
Seksi Olahraga : Humaid Syahrul Fikri
Seksi Kegiatan : Syifa’ Ulumudin
Seksi 5K : 1. Agus Joko Purnomo
2. Nita Ida Royanti

STRUKTUR ORGANISASI KELAS XII IPS 4


Wali Kelas : Nur Azizah,S.Ag
Ketua Kelas : Muhammad Yusrul Hana
Wakil Ketua : Nasihul Amin
Sekretaris : 1. Ika Rusita
2. Putria Nurul Hikmah
Bendahara : 1. Tri Martanti
2. Ihda Novi Annisa


SEKSI-SEKSI

Seksi Pendidikan : Widiarti
Seksi Agama : 1.Zeni Wilda Ilham
2. Ahmad Nurul Anwar
Seksi Olahraga : Choirul Magsufun N
Seksi Kegiatan : 1. Dedi Sugiarto
2. Siska Fidiawati
Seksi 5K : 1. Elia Indriyanti
2. Evita Afriyanti






PROGRAM KERJA OSIS
MTs MATHALIBUL HUDA MLONGGO

A. Program Umum
1. Iuran OSIS 1 bulan sekali Rp. 500-,
2. Melangkapi administrasi OSIS
3. Mengusahakan kartu OSIS
4. Mendata barang-barang kekayaan harta OSIS
5. Mewujudkan adanya 5 K
6. Melaksanakan tatatertib dan membiasakan disiplindi dalam dan diluar kelas
7. Mengadakan latihan upacara setiap hari Rabu dan Kamis dan upacara setiap hari Sabtu
8. Melengkapi administrasi pramuka yang dibutuhkan
9. Menggiatkan latihan drum band
10. Menggiatkan latihan karate
11. Menggiatkan latihan pramuka
12. Menciptakan kerukunan antar siswa dan antar kelas
13. Mengadakan peringatan hari besar agama dan Nasional
14. Mngadakan kursus bahasa Inggris dan Komputer
15. Mengadakan silaturrahim kapada Bapak/Ibu Guru saat hari raya idul fitri
16. Mengadakan class meeting
17. Membentuk team olah raga
18. Mengadakan pertemuan/ rapat pengurus harian OSIS setiap hari selasa 1 minggu sekali dan rapat bulanan serta insidentil
19. Memanfaatkan majalah dinding
20. Mengadakan les dekorasi, seni qosidahdan seni baca Al Qur’an
21. Mengkoordinir zakat fitrah
22. Mengadakan karya wisata dan ziarah makam para wali
23. Merancang pengadaan LPPR Malida
24. Mengadakan dan menggiatkan latihan PMR

B. Program Khusus
Seksi Pendidikan Agama
Ø Melengkapi bed, lokasi dan kartu OSIS
Ø Menertibkan latihan khitobah dan upacara
Ø Halal bi halal kerumah bapak/Ibu guru
Ø Mengkoordinir zakat fitrah
Seksi Kesenian
Ø Menggiatkan latihan drum band
Seksi Olah Raga
Ø Mengiatkan latiahan olah raga
Ø Menggiatkan latihan karate
Ø Membentuk team bola voly putra dan putrid
Ø Mengikuti kegiatan olah raga diluar Madrasah yang positif
Ø Mengadakan persahabatan dengan club lain
Seksi Sosial
Ø Mengadakan bakti social
Ø Mengadakan ta’ziah
Seksi 5 K
Ø Menggiatkan adanya 5 K di Madrasah
Ø Mengadakan lomba 5 K yang diumumkan setiap 3 bulan sekali
Ø Menerapkan kedisiplinan tatatertib siswa dan merealisasikan tatatertib siswa
Seksi Pramuka
Ø Mengadakan latihan pramuka1 minggu sekali
Ø Mengikuti kegiatan-kegiatan di dalam maupun diluar yang positif
Ø Mengadakan pelantikan pramuka
Ø Merencanakan dan pengadaan LPPR Malida

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar